
"na mama mohon jangan bercerai dengan anak mama" ucap mama Ana dengan menangis
Pagi ini Ziena berencana pergi ke pengadilan agama untuk menggugat cerai suaminya, tapi tiba-tiba kedua mertuanya datang ke rumah dan memohon atas nama Dylan.
Pertengkaran mereka semalam rupanya sampai ketelinga papa Juna dan mama Ana. Mereka yang mendengar dari Bu Inah bahwa pagi ini Ziena akan pergi ke pengadilan agama lantas di buat khawatir.
Setelah mendapat kabar itu mereka langsung bergegas pergi ke rumah Dylan. Sampai di sana mereka melihat menantunya yang hendak pergi. Tanpa basa basi mereka menjelaskan maksudnya datang ke sini pagi-pagi.
Ziena diam dan mendengarkan maksud mertuanya datang. Dan ternyata semua sesuai dengan dugaan Ziena bahwa mereka datang sepagi ini hanya untuk memohon agar Ziena tidak menggugat cerai Dylan. Padahal tekad Ziena untuk bercerai dengan Dylan sudah bulat, tapi lagi-lagi ia harus terus memperjuangkan pernikahannya dan membiarkan hatinya terluka lagi. "mama mohon na, tolong berikan satu kesempatan untuk anak mama" mohon mama Ana
Ziena masih diam tak bergerak sedikitpun dari tempatnya dan tak mengucapkan sepatah katapun. Melihat reaksi menantunya yang hanya diam saja membuat papa dan mama Dylan dilanda rasa khawatir sekaligus takut jika Ziena benar-benar menggugat cerai anaknya.
Mama Ana mendekati menantunya dan meraih tangan Ziena. "mama mohon sama kamu na, tolong jangan gugat cerai anak mama" ucap mama Ana
__ADS_1
Mama Ana sampai kehilangan rasa malunya di depan para pekerja hanya demi memohon ke Ziena agar tidak menggugat cerai anaknya. Bu Inah hanya diam menyaksikan di sudut ruangan sedangkan pak satpam hanya mengintip dari belakang pintu.
Mama Ana kemudian mengambil pisau buah di atas meja. Ia dengan nekad mengarahkan pisau yang ia bawa ke arah tangan kirinya sambil menangis dan terus memohon ke Ziena. "MAMA AKAN BUNUH DIRI JIKA KAMU BERCERAI DENGAN DYLAN ANAK MAMA" ucap mama Ana dengan menangis
Semua orang yang ada di situ menjadi panik melihat mama Ana mengarahkan pisau yang di bawanya ke arah nadi tangan. "ma apa yang kamu lakukan? istighfar ma" ucap papa Juna yang panik melihat kelakuan istrinya
Papa Juna kemudian berbalik menatap Ziena. "papa mohon jangan gugat cerai anak papa"
Ziena menatap mama Ana dan papa Juna bergantian sebelum akhirnya ia menghela nafas panjang. Hari ini tekadnya diruntuhkan oleh aksi mama Ana. Padahal ia sudah sangat yakin dan bertekad untuk mengakhiri pernikahannya yang baru berumur bulanan ini.
Kemarin-kemarin selama tujuh bulan pernikahan ia sudah dengan sabar menghadapi semuanya Lagi-lagi ia harus mengorbankan dirinya kembali. Manusia pasti punya rasa lelah, lelah dengan semua keadaan seperti Ziena. Ia sudah lelah menjalani pernikahannya dan berniat untuk mengakhirinya. "baik saya tidak akan menggugat cerai anak anda tapi sebagai gantinya saya ingin hidup dengan kebebasan, tidak ada yang mengatur dan tidak ada yang diatur" ucap Ziena
"bisa dikatakan hanya status kami yang bersuami istri tapi tidak untuk yang lainnya" lanjutnya
__ADS_1
Deg!
Hati Dylan sedikit sakit saat Ziena mengatakan hal itu ada rasa tidak suka dan tidak terima saat mendengarnya. Dylan sudah ada di sana sejak mama Ana mengarahkan pisau ke tangannya. Ia tadi masih di jalan ke kantor saat Bu Inah menghubunginya. Setelah mendapat kabar dari Bu Inah, Dylan menyuruh sopirnya untuk putar balik kembali ke rumah. "kenapa dada gue rasanya sesak saat Nana mengatakan hal itu?" tanya Dylan sambil memegang dadanya
Mama Ana dan Papa Juna tampak lega saat Ziena mengatakan kalimat pertamanya yang mengatakan bahwa ia tidak akan menceraikan anaknya tapi saat mendengar syarat yang Ziena katakan membuat kedua orang tua Dylan lemas tak berdaya.
Jika mereka hanya berstatus suami istri saja dan tidak lebih berarti impian besar kedua orang tua Dylan untuk mendapatkan cucu dari keluarga Hanson akan gagal.
Dengan berat hati kedua orang tua Dylan mengiyakan permintaan Ziena. "dan satu hal lagi, jika suatu saat anak anda membuat kesalahan yang tidak bisa dimaafkan oleh saya, maka saya akan menggugat cerai anak anda" ucap Ziena sebelum akhirnya pergi meninggalkan kedua mertuanya
Ziena memang sedikit tidak sopan kepada kedua mertuanya, tapi itu murni diluar dari kendalinya. Ziena saat dihadapkan dengan masalah selalu hilang kendali. Ia bisa melakukan dan mengatakan hal yang ia inginkan dengan bebas tanpa pandang bulu.
Dylan yang sedari tadi bersembunyi di balik pintu lantas segera pergi meninggalkan rumahnya. Tidak ada yang tahu jika Dylan tadi sempat ada di sana dan mendengarkan beberapa percakapan mereka.
__ADS_1