
"na" panggil Dylan yang baru keluar dari kamar mandi
Ziena yang baru selesai menyiapkan pakaian tidur untuk Dylan pun berbalik menatap suaminya. "iya mas ada apa" jawab Ziena
"kamu sudah menata barang yang akan kita bawa pulang besok?" tanya Dylan
"iya sudah semua mas" jawab Ziena sambil menunjuk koper-koper menggunakan matanya
Dylan mengikuti arah mata istrinya dan mengangguk-nganggukkan kepalanya. "terus kamu sekarang mau ngapain?" tanya Dylan lagi yang masih menggunakan Bathrobenya
"tidur lah mas" jawab Ziena
Ziena mengerutkan keningnya seakan bingung dengan gelagat-gelagat aneh suaminya. "kamu kenapa sih kok tiba-tiba aneh begini mas" ucapnya bertanya-tanya
"siapa yang aneh?" tanya Dylan
__ADS_1
"kamu lah mas" jawab Ziena
Sejujurnya ada sesuatu yang ingin Dylan minta pada Ziena, tapi untuk mengatakannya sungguh sulit. Ia sendiri juga sangat bingung bagaimana mengatakannya. "oh aku tau mas kamu mau ganti baju tapi malu karena ada aku ya" tebak Ziena karena melihat Dylan masih menggunakan Bathrobenya
"tenang aja mas aku gak lihat kok nanti mataku aku tutupin pakai selimut" lanjutnya hendak naik ke atas tempat tidur tapi dengan cepat Dylan menahan tangan istrinya
"kita olahraga malam yuk" bisik Dylan di telinga istrinya dengan nada begitu menggoda hingga membuat Ziena merinding
"maksudnya apa mas?" tanya Ziena dengan gugup
Ziena terdiam kembali mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. "bagaimana, apa kamu sudah mengingatnya?" tanya Dylan
Ziena menganggukkan kepalanya. "lalu mas Dylan mau apa kalau aku sudah mengingatnya" balas Ziena dengan balik menggoda suaminya
Bukannya menjawab Dylan malah memeluk tubuh istrinya dan menjatuhkan tubuh mereka ke atas tempat tidur. "tentu saja melakukannya kembali" bisik Dylan sebelum mendorong tubuh mereka jatuh ke atas kasur
__ADS_1
Dan pada akhirnya mereka sama-sama menikmati permainan yang mereka ciptakan meskipun Dylan yang paling dominan melakukannya karena ia yang memimpin.
Setelah beberapa hari yang lalu melakukan hubungan badan dengan Ziena untuk pertama kalinya ia menjadi sulit mengontrol dirinya bila di dekat istrinya. Setiap kali melihat Ziena apalagi tubuh istrinya ia seperti hilang kendali. Maklumlah namanya juga manusia pasti punya nafsu.
Menurut Dylan tubuh istrinya bagaikan candu, setiap kali melihat istrinya ia selalu ingin melakukan lagi dan lagi. Bukan egois tapi memang menjadi kebutuhan dasar seorang manusia dan keinginan untuk memiliki keturunan. Iya, sejak pertama kali Dylan melakukan ini kepada istrinya ia sudah memikirkan ingin memiliki keturunan, untuk alasan pertama karena ini keinginan kedua orang tuanya dan untuk alasan lainnya hanya Dylan yang tahu.
Kali ini Dylan melakukan sampai tiga ronde saja, ia tidak mau membuat Ziena terlalu lelah karena besok mereka akan melakukan perjalanan yang lumayan panjang. Entah Sampai kapan ia akan menutup-nutupi perasaannya terhadap istrinya sendiri. Bentuk cinta Dylan terhadap Ziena memang tak pernah terucap tapi terlihat.
Tanpa Dylan sadari ia berkali-kali menunjukkan perhatiannya pada Ziena. Hal itulah yang membuat Ziena terus berusaha memantaskan diri untuk dicintai suaminya dan menunggu suatu saat nanti akan ada kata cinta yang terucap dari bibir suaminya. "terima kasih na" ucap Dylan setelah mengakhiri permainannya
"cium aku sebelum tidur mas" perintah Ziena
Dylan menuruti perintah Ziena dan memeluk tubuh polos istrinya. "sekarang ayo tidur" ajak Dylan sambil memejamkan matanya
"selamat malam mas" batin Ziena ikut memejamkan matanya
__ADS_1