
Malam ini sebelum tidur Ziena maupun Dylan sama-sama menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa besok. "bicara apa papa tadi sama kamu" ucap Dylan memulai pembicaraan
"apanya?" tanya Ziena balik
"kamu sama papa tadi di taman bicara tentang apa?" tanya Dylan menjelaskan maksudnya
"yang jelas pembicaraan kami tadi tidak ada yang menjelek-jelekan kamu kok mas" balas Ziena sambil tertawa
"kamu itu ditanya kenapa jawabnya kayak gitu sih" balas Dylan dengan nada bicara sedikit kesal
"udahlah mas jangan marah gitu, yang jelas pembicaraan kami tadi hanya sekedar pembicara antara seorang menantu dan mertua saja" jelas Ziena sambil membantu merapikan baju Dylan ke dalam koper
"udah selesai mas, yuk kita tidur" ajak Ziena sembari menarik tangan Dylan untuk ikut berjalan menuju ranjang
__ADS_1
Ziena membaringkan tubuhnya terlebih dahulu dan kemudian disusul oleh Dylan yang sama-sama ikut membaringkan tubuhnya di samping Ziena. "selamat tidur mas Dylanku" ucap Ziena sambil mengecup singkat pipi kiri Dylan
Entah dorongan dari mana yang membuat Ziena berani mengecup singkat pipi suaminya. Tapi yang jelas kecupan singkat itu sukses membuat seorang Dylan diam membatu untuk kesekian kalinya. "kamu sudah berani ya sekarang" ucap Dylan
"aku kan istrimu mas, tentu saja aku berani" jawab Ziena masih dengan mata terpejamnya
Dylan menatap wajah Ziena dalam-dalam hingga tiba-tiba Ziena membuka matanya dan beralih mengambil ponselnya di atas meja. Ziena sedang sibuk mengirim pesan ke bi Ani dan om Irfan untuk mengabari bila besok ia akan pergi ke Belanda.
Bukannya menjawab, Dylan malah menarik tubuh Ziena untuk ikut duduk berhadapan dengannya. "mas Dylan kenapa sih" ucap Ziena
Tanpa aba-aba Dylan langsung menarik tengkuk Ziena dan mendaratkan bibir miliknya ke bibir Ziena. Itu bukan kecupan melainkan sebuah ciuman. Perlahan-lahan Dylan mengajari Ziena untuk ikut memperdalam ciuman mereka.
Setelah merasa hampir kehabisan nafas akhirnya mereka berdua mengakhiri ciuman mendadak itu. "mas Dylan kenapa sih tadi tiba-tiba cium aku, itu tadi kan ciuman pertama ku" protes Ziena dengan nafas ngos-ngosan
__ADS_1
"syukurlah jika itu tadi ciuman pertamamu, lagian tadi itu aku cuman mau mengajarimu cara berciuman dari pada kamu bisanya cuman mengecup" jelas Dylan dengan santainya
Tiba-tiba Ziena tertawa setelah mendengar penjelasan suaminya. "jadi mas Dylan minta yang lebih nih, gak mau hanya dikecup saja mintanya dicium-cium juga" ledek Ziena
"siapa yang bilang? kamu gak usah ngaco deh" elak Dylan
"alah mas gak perlu ngelak gitu deh, lagian kalau mas Dylan minta lebih juga bakal aku kasih" balas Ziena
"aku ini istri kamu mas, tubuh ini milikmu dan tubuhmu juga milikku, jadi jangan pernah kasih izin siapapun untuk menyentuh tubuh mu ya mas meski itu hanya sebuah pegangan tangan" lanjut Ziena
Ia sengaja berbicara seperti itu karena ia tahu jika suaminya ini sering berciuman dengan Mela kekasihnya. "kamu itu bicara apa sih, udah ayo tidur besok pagi kita harus berangkat ke bandara" jawab Dylan sembari mengalihkan pembicaraan
"aku hanya bicara apa yang semestinya aku katanya sebagai seorang istri kok mas" balas Ziena yang sudah memejamkan matanya
__ADS_1