
Lima bulan kemudian
"nona apakah nanti malam anda akan datang ke acara pesta di rumah pak jaya?" tanya Irfan
Ziena tampak berpikir. Sejujurnya ia tidak mau datang dan berniat menyuruh Irfan untuk mewakilinya tapi melihat pak jaya tidak pernah mengecewakan saat berkerja sama dengannya membuat Ziena mempertimbangkannya.
Ditambah lagi ini saat-saat yang tepat bagi Ziena untuk saling mengenal dan menjalin hubungan yang baik dengan para kolega-koleganya karena selama ini ia selalu menyuruh Irfan ataupun Ricko untuk mewakilinya. "iya aku akan datang nanti" jawab Ziena
"apa nona nanti juga akan datang bersama pak Dylan?" tanya Irfan dengan hati-hati
Ziena menatap Irfan. "tentu saja aku akan datang sendirian Om" balas Ziena dengan ekspresi wajah datar
Irfan terdiam, ia sudah menebaknya. Ada perasaan sedih melihat Ziena menjalani kehidupan seperti ini. "maafkan saya tuan Ricko, saya belum bisa menepati janji saya kepada anda" batin Irfan
FLASHBACK ON
Sebelum masuk ke ruang IGD, Ricko papa Ziena sempat memanggil Irfan untuk mendekat kepadanya. "Fan kemarilah" ucap Ricko papa Ziena dengan suara lemah menahan sakit
Irfan mendekat dengan wajah paniknya. "ada apa tuan?"
Dengan susah payah Ricko papa Ziena meraih tangan Irfan. "berjanjilah kepada saya Fan untuk menjaga dan melindungi Nana anak saya" ucap Ricko papa Ziena dengan memohon
Ini pertama kalinya Papa Ziena memohon kepada Irfan. Irfan langsung melepaskan tangannya dari genggaman papa Ziena. "tuan bicara apa? saya tidak akan berjanji karena saya yakin tuan dan nyonya akan baik-baik saja"
__ADS_1
Dengan sedikit meringis menahan sakit disekujur tubuhnya Ricko papa Ziena meraih tangan Irfan. Kali ini ia menggenggam dengan sangat kuat di sisa-sisa tenaga yang ia miliki. "Fan waktu saya tidak banyak, saya mohon berjanjilah kepada saya untuk selalu menjaga dan melindungi Nana anak saya"
"beri dia kebahagiaan yang belum sempat saya dan istri saya berikan untuknya, gantikan posisi saya Fan untuk selalu menjaganya terutama dari musuh-musuh saya"
Irfan mengangguk sambil meneteskan air matanya. "baik tuan saya berjanji akan melindungi, menjaga, dan memberi kebahagiaan untuk nona" ucap Irfan sambil menghapus air matanya
Papa Ziena tersenyum mendengar ucapan Irfan. "terima kasih Fan, dan ingat jangan pernah kamu beri tahu Nana tentang apa yang kamu lihat ataupun ketahui tadi" ucap Ricko papa Ziena sebelum akhirnya di bawa masuk ke dalam ruangan IGD
FLASHBACK OFF
Kata-kata yang keluar dari mulut papa Ziena itu masih dengan jelas bisa Irfan ingat sampai detik ini bahkan genggaman kuat tangan papa Ziena masih bisa Irfan rasakan juga. "Om Irfan sedang melamunkan apa?" tanya Ziena
Irfan tersadar kemudian menggelengkan kepalanya. "tidak ada apa-apa nona"
"Om jangan lupa siapkan kado untuk acara nanti malam dan nanti setelah pulang dari kantor aku akan langsung ke mansion jadi tolong siapkan gaun yang akan aku kenakan nanti" ucap Ziena sebelum Irfan pergi
Setelah Irfan menghilang di balik pintu, Ziena kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati kaca yang menampilkan suasana kotanya. "aku tidak percaya pernikahanku dan kamu sudah terjalin selama satu tahun mas dan aku juga tidak percaya sudah lima bulan kita tidak saling manyapa" ucap Ziena
Ziena mengambil handphonenya dalam saku celananya sambil kemudian melihat beberapa foto-foto kebersamaan suaminya dengan Mela selama lima bulan ini. "mungkin ini yang terbaik bagi kita agar tak banyak luka yang tertoreh di dalam hati kita masing-masing" ucapnya sambil menangis
...*****...
"apa kamu sudah siap pergi sekarang na?" tanya Ricko sambil mengetuk pintu kamar Ziena
__ADS_1
"aku sudah siap kak" jawab Ziena sambil membuka pintu kamarnya
Ricko terdiam menatap Ziena. Ia selalu terpesona pada gadis kecil yang selalu datang kepadanya saat menangis ini. "kamu selalu berhasil membuat jantungku berdebar kencang na setiap berada di dekatmu" batin Ricko
"tapi sayangnya hanya aku yang merasakan itu" lanjutnya sambil kemudian tersadar dari lamunannya
Kemudian mereka turun ke bawah bersama. "di mana Om Irfan?" tanya Ziena sambil melihat di sekelilingnya
"Om Irfan sudah menunggu kamu di mobil"
Ziena kemudian mengangguk sambil berjalan menuju luar. "kamu tidak ikut masuk kak?" tanya Ziena heran saat melihat Ricko hanya diam setelah membukakan pintu untuknya
Ricko menggeleng. "kakak di mobil satunya na sama beberapa bodyguard" jawab Ricko dan Ziena mengangguk paham
Setelah itu mobil mereka melaju menuju tempat tujuan. Di dalam mobil Ziena hanya terdiam menikmati keindahan keramaian kota. "Om aku tidak pernah menghadiri acara seperti ini, menurut apa yang harus aku lakukan nanti?" tanya Ziena tanpa mengalihkan perhatiannya
Irfan menoleh menatap Ziena. "nona hanya perlu memberi ucapan selamat untuk pak jaya dan setelah itu menikmati pesta hingga berakhir" jawab Irfan
"apakah di sana nanti juga banyak kolega-kolega bisnis kita?"
"iya nona"
Setelah mendengar jawaban Irfan, Ziena terdiam. Sekarang pikirannya tertuju kepada suaminya. Apakah Dylan juga akan datang ke acara ini atau tidak? pasalnya Dylan suaminya juga salah satu kolega bisnisnya hanya saja suaminya tidak tahu.
__ADS_1