Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 61


__ADS_3

Ziena mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia melihat jam di tangannya menunjukkan pukul lima sore. "astaga aku ketiduran sampai sore, harus cepat-cepat pulang ini jangan sampai mas Dylan pulang duluan" ucap Ziena yang langsung berlari ke luar kamar


"non Nana sudah bangun, mau ke mana non kok tergesa-gesa begini?" tanya bi Ani yang melihat Ziena turun ke bawah dengan tergesa-gesa


"ini bi aku harus segera pulang takut mas Dylan sudah sampai di rumah" jawab Ziena dengan panik


"maaf non tadi bibi mau bangunin cuman lihat non Nana tidurnya nyenyak bibi jadi gak tega banguninnya" ucap bi Ani


"udah bi gak apa-apa, kalau begitu aku pamit pergi dulu ya bi" jawab Ziena sambil mengambil sebotol air mineral di dalam kulkas


"gak makan dulu non?" tanya bi Ani dan Ziena hanya menggeleng kepalanya


Sambil di perjalanan Ziena sesekali menyeka matanya yang sembab akibat terlalu lama menangis dengan air mineral yang ia bawa tadi. "kayaknya udah gak terlalu kelihatan deh" ucap Ziena sambil melihat pantulan wajahnya di cermin


Ia langsung menambah kecepatan mobilnya untuk segera sampai di rumah. "pak, mas Dylan sudah pulang apa belum?" tanya Ziena setelah pak satpam membukakan pintu gerbang

__ADS_1


"tuan sudah pulang dari tadi siang nona" jawab pak Satpam


"siang" ucap Ziena lirih namun masih bisa didengar oleh pak satpam


"iya nona, sekitar jam dua siang" balas pak satpam


Ziena langsung memakirkan mobilnya dan setelah itu ia segera masuk ke dalam. Dan benar saja Dylan sedang duduk manis di sofa dengan sorot mata tajam menatap Ziena dari atas sampai bawah. "dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" tanya Dylan


"kayaknya aku harus siap menerima hukuman yang akan mas Dylan kasih deh" batin Ziena, ia pasrah karena melihat dari sorot mata suaminya yang menajam


"dari luar" jawab Ziena


"dari perusahaan Aldar lalu ke rumah saudara" jawab Ziena tanpa menutup-nutupi


"kenapa ke perusahaan Aldar?" selidik Dylan

__ADS_1


"ada urusan penting" jawab Ziena


"sepenting apa itu sampai suami sendiri tidak boleh tahu" balas Dylan sambil terus menyelidiki setiap ucapan istrinya


"sangat penting hingga aku tidak bisa menjelaskannya" jawab Ziena


"begitukah? lalu kenapa kamu tidak memberitahu aku?" tanya Dylan


"aku sudah memberitahu sekertaris Alex, lagian mas sendiri tidak pernah memberikan nomor telponmu jadi aku memberi tahu sekertaris Alex saja" jawab Ziena


"benar juga sih, dulu aku yang meminta nomor teleponnya tapi aku belum pernah menghubunginya secara langsung sih" batin Dylan membenarkan ucapan Ziena


"terus Alex tadi kenapa gak bilang sama aku sih kalau Nana udah izin tapi lewat dia, awas aja Lo Lex" lanjutnya


Dylan langsung melangkah pergi meninggalkan Ziena tanpa sepatah kata apapun. Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang ingin Dylan ajukan pada Ziena, tapi egonya terlalu tinggi hingga ia mencoba mencari tahu sendiri. Namun saat ia berusaha mencari tahu sendiri justru jalan buntu yang ia dapat.

__ADS_1


Sekarang yang Dylan butuhkan adalah kejujuran yang keluar langsung dari mulut Ziena. Tapi tidak akan ada kata kejujuran yang keluar dari mulut Ziena jika ia tidak menanyainya dulu. "kok mas Dylan langsung pergi sih, kayaknya mas Dylan benar-benar marah deh sama aku" batin Ziena


Ia mengikuti Dylan ke atas. Saat di atas Ziena bisa melihat suaminya berjalan masuk menuju ruangan kerjanya. Tapi belum sempat Ziena menyusul masuk, pintu sudah Dylan tutup. "kayaknya aku tunggu di kamar aja deh" ucap Ziena sambil berlalu pergi


__ADS_2