Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 108


__ADS_3

Sudah tiga puluh menit sejak kepergian Huda dari kamar inap Mela tapi wanita itu tak kunjung mengucap sepatah kata apapun kepada Ziena hanya suara tangisnya yang terdengar di ruangan itu.


Ziena masih setia menunggu Mela menyelesaikan tangisannya sambil sesekali melirik jam yang melingkar di tangannya. Perlu diingat kembali Ziena adalah orang penting jadi sedetik waktunya sangat berharga namun kali ini ia membuang tiga puluh menit waktunya hanya untuk menonton wanita di depannya menangis.


Habis sudah kesabaran Ziena. Ia bangkit dari duduknya hendak meninggalkan Mela tapi lagi-lagi tangan Ziena dicekal oleh Mela. "jangan pergi, ada yang ingin aku katakan padamu" ucap Mela


"kalau begitu katakanlah jangan hanya menangis saja" balas Ziena dengan nada ketus


Jujur berada di dekat Mela membuat emosi Ziena memuncak. Ingin rasanya ia memukul dan mencabik-cabik Mela namun lagi-lagi ia harus menahan emosinya karena itu bukan gayanya sekali. "Terlalu murahan dan membuang-buang tenaga" itu yang selalu dikatakan Ziena pada dirinya saat hendak memukul seseorang, terlebih lagi ini masalah cinta, sungguh memalukan bukan?


Ziena kembali duduk dikursinya. "maaf dan terima kasih" ucap Mela lirih nyaris tak terdengar jika keadaan kamar inapnya tak hening


Satu kalimat itu mampu membuat Mela menundukkan kepalanya dalam-dalam. Entah dia merasa gengsi untuk mengatakan itu atau ia merasa tak pantas untuk menatap Ziena. Ziena masih diam sambil menatap Mela dalam-dalam. Ia tak menanggapi ataupun mencoba membuka suara, yang ia lakukan hanya diam dan mendengarkan apa yang ingin Mela katakan.


Mela mendongakkan kepalanya mencoba menatap manik mata milik Ziena. Jujur saat ini ia merasa ketakutan menatap Ziena, bukan karena Ziena menakutkan tapi karena rasa bersalahnya. Jika biasanya Mela menatap setiap orang dengan tatapan arogannya kali ini ia menunjukkan tatapan yang berbeda pada Ziena, tatapan takut. Takut bila ia tidak dimaafkan.


Sebenarnya bukan kepada Ziena saja tapi kepada wanita-wanita diluar sana yang suaminya telah ia goda. Sejak bertemu Huda, ia mulai menyadari kesalahannya. Huda telah membuka matanya yang penuh dengan dendam. Hanya karena sakit hati ia merusak dirinya sendiri, ia juga merusak rumah tangga orang lain. Bagi Mela, tidak ada wanita yang boleh bahagia, begitu menurutnya. "aku hanya ingin meminta maaf atas segala perbuatanku kepadamu dan aku juga mau berterima kasih atas bantuanmu"


Ziena masih diam. "aku sudah memutuskan untuk memulai hidup baruku, aku juga tidak akan mengganggu rumah tanggamu lagi"

__ADS_1


Mela meraih tangan Ziena. "maukah kamu memaafkan aku Nana?" ucap Mela begitu tulus, bahkan ia memanggil Ziena dengan sebutan Nana, seolah-olah mereka sangat dekat


"Malam itu saat aku memutuskan untuk membantumu, saat itu juga aku sudah memaafkanmu mbak Mela" kalimat panjang yang Ziena ucapkan begitu tulus


Mela meneteskan air matanya, ia tambah merasa bersalah. Begitu mudahkan bagi Ziena untuk memaafkan dirinya? Begitu mudahkan bagi Ziena untuk membantu orang seperti dirinya? terlepas dari kejahatan yang pernah ia perbuat dulu. Ia sangat senang Ziena memaafkan kesalahannya dulu. Ia berjanji tidak akan menyakiti hati wanita lagi.


Menatap Ziena mengingatkan Mela pada dirinya delapan tahun yang lalu. Gadis kampung yang polos, yang mencintai laki-laki sepenuh hatinya dan dihancurkan oleh dendam. Satu hal yang membuat Mela salut kepada Ziena, gadis di depannya ini memiliki hati selebar samudera, Begitu mudah memaafkan kesalahan orang lain tidak seperti dirinya delapan tahun yang lalu. "kata Huda kamu telah menebusku dari mami yu, lalu bagaimana caraku membayar uang yang telah kamu keluarkan untuk menebusku di mami yu na? tanya Mela


Ia tau uang empat miliar tidak sedikit jadi mana mungkin Ziena mau menembus dirinya cuma-cuma. "aku tidak meminta untuk kamu bayar menggunakan apapun, aku hanya ingin menolongmu saja dan tidak mengharapkan imbalan apapun, tapi aku ingin kamu menjalani kehidupan senormalnya wanita" jawab Ziena


Jawaban Ziena menohok untuk Mela. Kenapa dua orang yang menolongnya tidak meminta imbalan apapun untuknya?. Dulu Dylan menolongnya dengan suka rela tapi ia malah memanfaatkannya, sekarang Ziena, istri Dylan juga membantunya dan sama-sama tidak meminta imbalan apapun. "kamu tidak meminta imbalan apapun na? tanya Mela untuk memastikan jika pendengarannya tidak bermasalah


"kita sama-sama seorang wanita hanya cara kita mencintailah yang berbeda"


Mela tertegun dengan kata-kata Ziena. Seluas itukah pemikiran gadis kecil di depannya ini. Benar kata Ziena kita sama-sama wanita namun cara kita mencintailah yang berbeda. Ia menjadi teringat kejadian delapan tahun yang lalu. Seharusnya waktu itu ia bisa mengikhlaskan cintanya, membiarkan Huda hidup bahagia dengan pasangan pilihan kedua orang tuanya. Toh bila jodoh pasti akan bersatu dengan caranya masing-masing.


"mas Huda banyak bercerita tentang kisah kalian dulu, kemarin saat bercerita ia menangis mengingat kejadian dimana kamu pergi meninggalkannya tanpa alasan apapun"


Mendengar cerita Ziena membuat Mela dilema. Ia mengingat kembali perlakuan Huda kepadanya. laki-laki itu selalu perhatian padanya, selalu hangat dan berkata lembut dengannya. Ia menjadi menimbang-nimbang kembali ajakan Huda tadi kepadanya.

__ADS_1


"aku tidak tahu detail kisah cinta kalian dulu seperti apa, tapi yang kulihat dari cara mas Huda menyebut namamu disetiap ceritanya bisa aku pastikan ia begitu mencintaimu"


Miris sekali, Ziena bisa melihat cara orang mencintai pasangannya tapi ia sama sekali tidak melihat suaminya mencintai dirinya. Ingin rasanya ia menangis sekarang. "sepertinya Huda banyak bercerita tentang kisah kami dulu ya"


Ziena menggeleng. "mas Huda hanya bercerita sedikit, ia lebih khawatir dengan kondisimu saat itu"


Membahas kondisi tubuhnya membuat Mela teringat jika sekarang ia sedang mengandung. "kamu pasti bertanya apakah ini anak Dylan atau bukan?" tebak Mela sambil mengelus-elus pelan perutnya


Bohong bila Ziena tidak bertanya-tanya. Sejak mengetahui berita kehamilan Mela, Ziena menjadi stres sendiri memikirkan apakah itu anak Dylan atau bukan. "kamu tenang saja na meskipun aku tidak tahu siapa ayah dari bayiku tapi bisa aku pastikan bayi ini bukan anak Dylan, karena ia tidak pernah menyentuhku sama sekali bahkan setiap kali aku menggodanya ia selalu pergi meninggalkan aku" jelas Mela


"besok aku ingin menemui Dylan, aku ingin mengakhiri hubungan dengannya dan kembali memulai hidup baruku dikampung bersama Huda"


"terima kasih telah menceritakan tentang Huda, sekarang aku sudah memutuskan untuk kembali dengan Huda lagi" jelas Mela


Ziena tidak tahu harus merespon dengan apa, ia hanya mengangguk dan tersenyum tulus dan setelah itu ia pamit pergi.


............


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN...

__ADS_1


HAICO ❣️


__ADS_2