
"gak, aku gak mau maafin kamu yang, kamu udah jahat bentak-bentak aku" jawab Mela
"ayolah Mel aku minta maaf, kamu boleh minta apa aja asal kamu maafin aku ya" ucap Dylan lembut
"ok kalau kamu mau aku maafin, kamu harus ngajak aku jalan-jalan hari ini" jawab Mela
"tapi aku gak bisa Mel aku lagi banyak kerjaan" tolak Dylan
"gak ada penolakan sayang, hari ini full time, TITIK!" jawab Mela
"atau kamu mau aku ngambek di sini terus" ancam Mela
"iya udah ok kita berangkat sekarang" balas Dylan pasrah
__ADS_1
Dylan memilih mengalah mengikuti kemauan Mela ketimbang membiarkan wanita ini marah-marah tak jelas di kantornya. Mela dan Dylan sama-sama berjalan keluar kantor. "Lex kamu tangani urusan kantor hari ini" perintah Dylan sebelum pergi meninggalkan kantor
"tuh kan benar alamat tuh, baru aja gue batin bakal ada drama eh kejadian juga, tapi kenapa gue yang kena getahnya sih kerjaan gue kan jadi nambah lagi auto lembuh deh" ucap Alex pasrah
Dylan membawa Mela menuju salah satu pusat perbelanjaan. Ia begitu memanjakan Mela, apa yang Mela minta akan Dylan penuhi kecuali satu yaitu meniduri Mela. Sampai saat ini Dylan belum pernah menyetuh wanita manapun, bahkan Ziena istrinya sendiri belum pernah Dylan sentuh. Ia hanya tidur seranjang dengan Ziena tapi belum pernah menyentuhnya sama sekali.
Kebetulan sekali Ziena juga ada di mall ini. Sebenarnya ia tadi tidak berniat untuk keluar rumah tapi tiba-tiba ketiga sahabatnya ingin mengajak bertemu untuk mengobrol masalah perkuliahan karena bulan depan mereka mulai masuk sebagai mahasiswa baru.
Karena Ziena dan ketiga sahabatnya sudah datang dari tadi dan juga sudah mengobrol banyak hal akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Tapi saat di tengah jalan pulang tak sengaja Ziena menangkap sosok laki-laki yang ia kenal. ya, laki-laki itu adalah Dylan suaminya.
Di perjalanan pulang Ziena mendapatkan kabar bila Ricko telah sampai di bandara dan menyuruh Ziena secara khusus untuk menjemputnya. "apa pekerjaanmu sudah selesai kak? bukannya kamu masih mempunyai waktu dua hari lagi" tanya Ziena
"sudah antar aku pulang dulu na, aku benar-benar capek sekali" protes Ricko yang baru masuk mobil tapi sudah ditanya-tanya Ziena tentang pekerjaan bukannya menanyakan kabarnya terlebih dahulu
__ADS_1
"sudah sampai kak, aku mau langsung pulang saja" ucap Ziena setelah menurunkan Ricko di depan pintu mansion
"eh tunggu na, jangan lupa tiket liburan seminggu ya" ucap Ricko
"pasti kak, kamu tinggal bilang saja mau pergi ke mana lalu beritahu om Irfan" jawab Ziena sambil berlalu pergi
Hari semakin gelap dan Dylan belum pulang. Tapi tiba-tiba Ziena mendengar deru suara mobil memasuki pekarangan rumah. Ziena pikir itu Dylan suaminya tapi tebakannya salah ternyata itu adalah mertuanya yang datang berkunjung. "mama sama papa kok gak kasih kabar dulu kalau mau ke sini?" tanya Ziena
"tadi kebetulan kami ada urusan di dekat sini jadi sekalian mampir" jawab mama Ana
"oh iya kok sepi banget, Dylan mana nak?" tanya mama Ana sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia cari
"mas Dylan lembur ma banyak tugas katanya" jawab Ziena bohong
__ADS_1
Sejujurnya ia juga tidak tahu di mana suaminya sekarang. Sekarang yang ia rasakan hanya gugup menjawab setiap pertanyaan yang mertuanya lontarkan, takut-takut jika ia salah menjawab dan berujung kecurigaan.
Meskipun Ziena berusaha menutup-nutupinya pun kedua orang tua suaminya ini sudah tahu di mana anaknya berada karena di dalam perusahaan ada mata-mata yang mereka khususnya untuk mengawasi putra mereka. "aduh mas Dylan kamu di mana sih" batin Ziena