
"non Nana" sapa bi Ani
"iya bi ada apa" jawab Ziena
"keluarga Cakradara nanti malam akan berkunjung ke sini non" ucap bi Ani
"oh" jawab Ziena datar
"bi" ucap Ziena
"iya non" jawab bi Ani
"apa bibi tau tentang maksud kedatangan keluarga cakradara?" tanya Ziena
"iya non" jawab bi Ani
"mereka akan memenuhi janji antara kedua keluarga" lanjut bi Ani
"begitu ya bi" jawab Ziena
"iya non mereka membuat janji menjodohkan non Nana dan anak mereka dan akan dinikahkan jika nona sudah lulus SMA" jawab bi Ani
"ya sudah bi siapkan makan untuk menjamu mereka" jawab Ziena
"bibi akan mempersiapkan semuanya non, non Nana juga harus bersiap-siap" jawab bi Ani
"iya bi" jawab Ziena sambil berjalan pergi
Ziena berjalan masuk ke dalam kamarnya, di dalam kamar Ziena merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
drrrt drrrt drrrt
suara dering ponsel Ziena
Ziena meraih ponsel disampingnya dan langsung mengangkat telpon yang masuk.
"hallo zie" sapa Mila
"iya mil ada apa?" tanya Ziena
"besok ke cafe yuk, Rista sama Dea setuju nih tinggal kamu aja zie" jawab Mila
"ngapain ke cafe?" tanya ziena
"astaga zie makanya kalo punya ponsel itu di pakai zie" gerutu Mila
"aku silent jadi gak tau kalo ada chat di grub" jawab ziena
"besok kita mau nongkrong di cafe zie sekalian bahas habis ini kita mau kuliah di mana" ucap Mila
"lagian kita juga udah lama gak pernah kumpul-kumpul setelah UN zie" lanjut Mila
"jam berapa?" tanya Ziena
"jam 9 pagi zie nanti kita sekalian nonton film di bioskop" jawab Mila
"ok" jawab Ziena
"terus besok ketemu di mana?" tanya Ziena
"langsung di cafe aja" jawab Mila
"ok aku besok ikut" ucap Ziena
"ok deh zie" jawab Mila
"iya udah zie sampai ketemu besok ya" jawab Mila sambil mematikan sambungan telpon
tok tok tok
suara pintu diketuk seseorang
"non Nana ada tuan Irfan di luar" ucap bi Ani
"suruh tunggu di ruang kerjaku bi" jawab Ziena
Ziena segera bangkit dan menuju ruang kerjanya.
"maaf menunggu lama om" ucap Ziena yang baru sampai
__ADS_1
"tidak apa-apa nona" jawab Irfan
"ada apa om Irfan datang kemari?" tanya Ziena
"saya sudah menemukan pelaku dari Masalah pembangunan hotel ini nona" jawab Irfan
"benarkah" jawab ziena
"benar nona ini bukti-buktinya" jawab Irfan sambil memberikan amplop berwarna coklat
Ziena membuka amplop coklat itu wajahnya mulai memerah menahan marah.
"seperti dugaan ku" ucap Ziena sambil menutup kembali amplop itu
"benar nona seminggu sebelum pembangunan hotel dimulai pak Adi telah melakukan pertemuan secara rahasia dengan Dedi" ucap irfan
"dan selama tiga Minggu terakhir ini pak Adi sudah tidak pernah masuk kerja lagi nona" lanjut Irfan
"sekarang di mana Adi?" tanya ziena
"menurut tetangganya pak Adi sudah pindah dari tiga Minggu yang lalu" jawab Irfan
"benar-benar ingin bermain denganku ternyata mereka" gumam Ziena
"jadi sekarang Adi sedang kabur dariku" ucap Ziena
"benar nona" jawab Irfan
"apakah om sudah tau keberadaan Adi?" tanya Ziena
"pak Adi sekarang berada di desa tempat kedua orang tuanya tinggal nona" jawab Irfan
"baiklah sekarang om Irfan serahkan bukti-bukti ini ke polisi dan bawa Adi ke markas" ucap Ziena
"baik nona" jawab Irfan
"oh ya om dua hari lagi jadwalkan rapat untuk membahas masalah ini" ucap Ziena dan diangguki irfan
"terus apa ada masalah di perusahaan?" tanya Ziena
"tidak ada nona" jawab Irfan
Ziena membaca dengan teliti beberapa berkas yang diberikan Irfan dan menandatangani berkasnya.
"ini om" ucap Ziena sambil memberikan berkasnya
"nona bolehkah saya bertanya" ucap irfan sambil mengambil berkasnya
"silahkan" jawab ziena
"jika nona sudah tau siapa dalang dari masalah ini mengapa nona tidak langsung bertindak dari dulu nona?" tanya Irfan
"om jika kita ingin menangkap seekor rusa maka kita harus mengejarnya bukan" ucap Ziena dan diangguki Irfan
"maka dari itu aku mengikuti permainan mereka supaya aku mendapatkan rusanya dan ternyata saat di tengah jalan kita mengejar rusanya kita juga mendapat beberapa kelinci sekaligus" jelas Ziena sambil tersenyum
"aku mengikuti permainannya mereka om supaya aku juga tau siapa orang-orang dalam yang berkhianat denganku" lanjut Ziena
"saya benar-benar tidak menyangka nona sudah memikirkan hal itu" jawab Irfan
"sekarang om Irfan laksanakan tugas yang aku berikan" ucap Ziena
"baik nona saya permisi dulu" jawab Irfan sambil berjalan keluar
setelah Irfan keluar Ziena melanjutkan beberapa pekerjaannya.
"sudah jam 5 sore sebaiknya aku segera bersiap-siap" gumam Ziena sambil melihat jam di dinding
Ziena keluar dan menuju kamarnya untuk mandi dan tak lupa menunaikan shalat Maghrib karena sudah waktunya sholat Maghrib.
setelah selesai sholat Ziena segera bersiap-siap. Tak lama kemudian pintu kamar Ziena diketuk oleh bi Ani.
"non Nana keluarga Cakradara sudah datang" ucap bi Ani
"baik bi" jawab Ziena sambil membuka pintu kamarnya
"Masya allah non Nana cantik sekali menggunakan dress ini" ucap bi Ani sambil memandangi Ziena
"terima kasih bi" jawab Ziena sambil tersenyum
__ADS_1
"ayo bi kita turun" ajak Ziena sambil berjalan menuruni tangga
papa dan mama Dylan yang melihat Ziena turun dari tangga begitu kagum.
malam ini Ziena mengenakan dress warna biru muda sepanjang lutut, tetap dengan gaya Ziena yang suka menggerai rambut panjangnya tak lupa poni yang menutupi dahinya menambah kesan imut dari Ziena.
"selamat datang om tante" sapa Ziena
"maaf menunggu lama" lanjut Ziena sambil menyalami tangan mereka berdua
"tidak apa-apa" jawab papa Juna
"kamu tambah cantik saja na, tante sampai pangling lihat kamu" ucap mama ana
"makasih tante" jawab ziena sambil tersenyum
"bagaimana kabarmu na?" tanya mama ana
"Alhamdulillah baik tante" jawab Ziena
"syukurlah" jawab mama ana
"tante sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Ziena
"Alhamdulillah tante baik" jawab mama ana
Ziena hanya tersenyum hangat.
"na om rasa kamu sudah tau maksud dari kedatangan kami" ucap papa Juna
"iya om nana sudah tahu" jawab Ziena
"om dan tante akan melanjutkan perjodohan antara kamu dan anak om" ucap papa Juna
"sebelumnya maaf om dan tante, perjodohan ini adalah perjanjian antara dua keluarga dan bukan dari saya ataupun anak om dan tante" jawab Ziena
"dan menikah itu menyatukan dua insan yang saling mencintai" lanjut Ziena
"tante mengerti na, tapi perjodohan ini juga permintaan kedua orang tuamu sayang" jawab mama ana lembut
"tante mohon tante tak ingin mengingkari janji tante kepada almarhum kedua orang tuamu" lanjut mama ana sambil memegang tangan Ziena
Ziena tampak termenung lama hingga akhirnya dia memutuskan.
"baiklah tante jika memang perjodohan ini juga keinginan kedua orang tuaku maka aku menyetujuinya" ucap ziena
wajah papa Juna dan mama ana terlihat bahagia saat ziena menyetujui perjodohan ini.
"jadi kamu menyetujui untuk menikah dengan anak tante?" tanya mama ana
"iya tante" jawab Ziena
mama ana langsung memeluk ziena, dan Ziena pun membalas pelukan mama ana.
setelah berbincang-bincang di ruang keluarga Ziena mengajak om dan tante Cakradara untuk makan malam sebelum pulang.
di meja makan suasana begitu hangat, Ziena merasa bahwa dia sedang menikmati makan malam bersama orang tuanya.
"rasanya begitu hangat, sudah lama aku tak merasakan kehangatan seperti ini" gumam Ziena
"na om dan tante pamit pulang dulu" ucap papa Juna
"iya om hati-hati di jalan" jawab Ziena
"om akan datang kesini lagi untuk membahas pernikahan kalian" ucap papa Juna
"nanti om kabari jika akan ke sini" lanjut papa Juna
"iya om" jawab Ziena sambil menyalami tangan papa Juna
"hati-hati ya tante" ucap Ziena sambil menyalami tangan mama ana
mama ana memeluk erat tubuh Ziena sambil mengelus-elus rambut Ziena.
"tante pulang dulu ya sayang" ucap mama ana sambil masuk ke dalam mobil
Ziena hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
setelah mobil yang ditumpangi om dan tante Cakradara menjauh ziena masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya dan beristirahat.
__ADS_1