
pagi ini di kantor Dylan tidak bisa fokus
karena masalahnya dengan Mela.
beberapa karyawan menjadi sasaran kemarahan Dylan.
"kalian kerja begini aja gak becus" ucap Dylan ketus
"cepat sana pergi selesaikan lagi laporan ini" lanjut Dylan sambil melempar laporan itu
"baik pak" jawab karyawan itu sambil mengambil laporan yang Dylan lempar
Alex yang melihat sahabatnya ini hanya geleng-geleng kepala.
pasalnya Alex sangat tau sifat Dylan saat ada masalah pasti melampiaskan kemarahannya ke orang lain atau dengan cara dia mabuk.
"Lex habis ini ada jadwal apa lagi?" tanya Dylan
"setelah ini ada acara makan siang dengan pak Budi untuk membahas proyek baru pak" jawab Alex
"setelah itu ada jadwal lagi apa tidak?" tanya Dylan
"tidak ada pak" jawab Alex
"jam berapa kita bertemu pak Budi?" tanya Dylan
"satu jam lagi pak" jawab Alex
"kita berangkat sekarang" ucap Dylan
"oh ya aku mau bawa mobil sendiri jadi siapkan mobilnya" lanjut Dylan
"baik pak" jawab Alex
Alex langsung mengeluarkan teleponnya dan menelepon seseorang untuk menyiapkan mobil. hanya butuh waktu 3 menit dan mobil sudah siap.
"pak mobil sudah siap" ucap Alex
"baik kita berangkat sekarang" jawab Dylan sambil berjalan keluar di ikuti Alex
satu jam lebih akhirnya mobil Dylan dan Alex sudah sampai di restoran tempat mereka membuat janji dengan pak Budi.
Dylan masuk diikuti Alex. mereka langsung menuju meja yang sudah di pesan.
"selamat siang pak" sapa Dylan
"siang tuan Dylan" jawab pak Budi
"maaf menunggu lama" ucap Dylan
"tidak apa-apa saya juga baru datang" jawab pak Budi
hampir dua jam Dylan dan pak Budi berbincang-bincang membahas proyek baru mereka.
"ok karena kita sudah sepakat dengan proyek ini saya rasa sudah cukup perbincangan kita" ucap Dylan
"benar tuan" jawab pak Budi
__ADS_1
"jika ada apa-apa anda bisa menghubungi sekretaris saya" ucap Dylan
"baik tuan" jawab pak Budi
"kalau begitu saya permisi dulu karena masih banyak pekerjaan saya" ucap Dylan
"iya terima kasih atas waktunya tuan Dylan" jawab pak Budi
"sama-sama pak Budi" jawab Dylan
"senang bisa bekerjasama dengan anda tuan Dylan" ucap pak Budi sambil menjabat tangan Dylan
"saya juga" jawab Dylan
setelah itu Dylan berjalan keluar restoran diikuti Alex.
"Lex aku ada urusan dan nanti aku langsung pulang, jadi kalo ada berkas penting kirim lewat email saja" ucap Dylan
"baik pak" jawab Alex
"kalo ada yang cari aku bilang aja aku lagi ada urusan penting" lanjut Dylan
"baik pak" jawab Alex
Dylan masuk ke dalam mobilnya dan segera menelepon Mela.
"hallo Mel" sapa Dylan
"iya hallo sayang" jawab Mela
"kamu lagi di mana?" tanya Dylan
"aku pengen ketemu sama kamu ada yang mau aku bicarakan" jawab Dylan
"iya udah kamu ke sini aja yang" jawab Mela
"gak kita ketemu di cafe biasanya aja" jawab Dylan
"kenapa gak di sini aja sih yang" jawab Mela
"gak pokoknya di cafe aja" jawab Dylan
"iya udah deh, jam berapa ketemuannya?" tanya Mela
"Lima belas menit lagi" jawab Dylan
"ok sayang" jawab Mela
"aku tunggu kamu di sana" ucap Dylan
"ok" jawab Mela sambil memutuskan sambungan
Dylan menyalakan mesin mobilnya dan segera menuju cafe yang di tuju.
setelah sampai ia langsung memesan dua minuman sambil menunggu Mela datang.
"sayang" ucap Mela
__ADS_1
"maaf ya nunggu lama" lanjut Mela
"gak apa-apa" jawab Dylan
"oh iya kamu mau bicara apa yang?" tanya Mela
"aku mau bicara sesuatu sama kamu tapi kamu jangan marah" jawab Dylan
"kamu mau bicara apa sih, aku jadi deg-degan gini loh" jawab Mela
"aku mau nikah" ucap Dylan
"kamu ngelamar aku yang" jawab Mela bahagia
"bukan Mel aku mau nikah sama wanita pilihan orang tuaku" jawab Dylan
"maksudnya apa?" tanya Mela
"kamu mau mencampakkan aku" teriak Mela
"kamu mau mengkhianati aku" lanjut Mela
"kamu jahat, aku gak mau kamu tinggal" ucap Mela menangis
"aku nikah karena kemauan orang tuaku, lagian aku juga gak cinta sama dia cintaku cuman buat kamu Mel" jawab Dylan
"ok kamu boleh nikah asal kamu buat surat perjanjian sama dia" jawab Mela
"iya aku pasti bakal buat surat perjanjian sama dia kok" jawab Dylan
"tapi kamu harus janji kalo cinta kamu cuman buat aku" ucap Mela
"iya Mela sayang" jawab Dylan
"terus kapan pernikahan itu?" tanya Mela
"Lima hari lagi" jawab Dylan
"Lima hari lagi? kenapa kamu baru ngasih tau aku sekarang yang?" tanya Mela
"kamu sibuk terus gak ada waktu buat aku" jawab Dylan
"ya maaf yang kerjaan aku juga banyak" jawab Mela
"kemarin aku niat mau ngasih tau ke kamu tapi kamu malah bikin aku emosi akhirnya gak jadi aku kasih tau dan baru bisa sekarang" ucap Dylan
"ya udah sekarang kamu harus turutin kemauan aku" jawab Mela
"kamu harus beliin aku baju sama tas-tas, dan hari ini kamu harus anterin aku kemanapun aku mau pergi" lanjut Mela
"gak bisa hari ini aku ada acara yang" jawab Dylan
"ya udah kalo kamu gak mau aku bakal marah sama kamu" jawab Mela
"iya udah iya aku turutin" jawab Dylan pasrah
"nah gitu dong sayang, ya udah ayo kita pergi" jawab Mela
__ADS_1
Dylan mengantar Mela kemanapun Mela mau dan membelikan barang yang Mela inginkan.
setelah selesai menuruti kemauan Mela Dylan melajukan mobilnya menuju mansion orang tuanya.