Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 62


__ADS_3

Sudah dua hari ini Dylan mendiami Ziena tanpa alasan yang jelas. Percayalah selama dua hari ini Ziena tampak biasa-biasa saja jauh dari yang Dylan harapkan. Meskipun tampak biasa saja namun jauh di dalam hatinya ia merasa bingung dan tidak nyaman.


Ia bingung akan sikap Dylan yang mendadak seperti ini dan dia juga merasa tak nyaman harus beraktivitas di dekat suaminya. "sudah cukup sandiwara ini, aku harus berbicara dengan mas Dylan" ucap Ziena sambil menggebrak mejanya


"dia benar-benar keterlaluan, jika ia ingin mendiami aku maka diami saja aku jangan membuatku merasa canggung di rumah dan jangan mengganggu pikiranku, bagaimana aku bisa bekerja dengan tenang jika pikiranku seperti ini" kesal Ziena


Jujur ini pertama kalinya Ziena memikirkan seseorang selain urusan pekerjaan. Perubahan sikap Dylan benar-benar sukses mengganggu pikiran Ziena. Tapi berbeda dengan Dylan, ia mendiami istrinya bukan tanpa alasan. Ia sengaja melakukan itu supaya tidak memancing emosinya.


Banyak pertanyaan yang ingin Dylan tanyakan pada Ziena tapi egonya terlalu tinggi hingga ia memilih untuk diam dan mencoba mencari sendiri kebenaran jawaban yang membelenggu hatinya. "nona jam pulang kantor sudah lewat, kenapa nona belum bersiap-siap pulang?" tanya om Irfan


"ini aku juga mau pulang om" jawab Ziena sambil berlalu pergi meninggalkan ruangannya


Sampai di rumah Ziena belum melihat mobil milik Dylan. Ia berjalan menuju kamar mandi setelah itu ia memasak menu yang paling mudah dibuat yaitu nasi goreng. Ia duduk di meja makan sambil menunggu suaminya pulang.

__ADS_1


Tak lama kemudian ia melihat orang yang ia tunggu-tunggu datang. Tapi Ziena tak langsung mengajak Dylan bicara serius melainkan membiarkan Dylan membersihkan tubuhnya sambil menunggu waktu yang tepat. Karena kalau boleh jujur Ziena begitu kelaparan sekarang ditambah lagi bila berdebat dengan suaminya membutuhkan banyak energi maka dari itu ia sengaja menunggu sampai setelah makan malam.


Waktu yang Ziena tunggu sudah tiba. Sebelum Dylan beranjak pergi Ziena segera mencegahnya dengan cara menarik tangan Dylan untuk tetap di sini. "tunggu mas" ucap Ziena


"ada apa?" tanya Dylan


"aku mau ngomong sesuatu" jawab Ziena


"kalau mau bahas yang kemarin-kemarin mending gak usah, aku lagi males dan capek" balas Dylan dengan nada juteknya dan berlalu pergi meninggalkan Ziena


"APA YANG PERLU DIDENGAR HAH!" teriak Dylan


"mas kenapa mendiami aku? jika aku ada salah maka beritahu aku mas jangan tiba-tiba diam dan membuatku merasa bodoh seperti ini" ucap Ziena

__ADS_1


"merasa bodoh? aku tanya padamu kapan aku membuat mu merasa bodoh? bahkan aku lihat kamu terlihat baik-baik saja" tanya Dylan


"baik dari mananya sikapmu yang tiba-tiba berubah ini yang membuat ku bodoh, aku tak bisa melakukan aktivitasku dengan baik juga karena mu, setiap kali aku melakukan apapun pasti teringat akan sikapmu hingga aku terus berpikir apa salahku sampai-sampai kamu mendiami aku, apa kamu pikir aku tidak seperti orang bodoh mas" jelas Ziena


"bukannya dari dulu aku juga bersikap seperti ini kepada mu" balas Dylan


"kamu jangan plin plan mas, jika kamu dingin dari awal maka aku akan menerimanya. tapi apa mas kadang kamu bersikap hangat padaku, kadang juga perhatian, dan kadang-kadang kamu juga dingin" jawab Ziena


"kamu harus belajar memahami karakter seseorang na, aku selalu bersikap seperti itu pada siapapun" jawab Dylan


"aku memang belum lama mengenal mu mas, tapi aku tahu kamu selalu bersikap hangat dan baik pada kekasihmu itu" batin Ziena tanpa bisa ia ungkapkan


"kamu mas yang seharusnya memahami karaktermu bukan aku"

__ADS_1


"jangan terlalu perhatian kepadaku jika kami tidak menyukaiku dan jangan baik kalau kamu tidak mencintaiku mas"


__ADS_2