Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 33


__ADS_3

Mendengar suara alarm membuat Ziena terbangun dari tidurnya. Ia berjalan ke kamar mandi sebelum turun ke bawah membereskan rumah. Sekarang pekerjaan rumah menjadi tugas Ziena. Jika dulu semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh maid-maidnya sekarang pekerjaan itu ia yang harus kerjakan karena Dylan tidak menyewa asisten rumah tangga di rumahnya, entah disengaja atau tidak yang jelas Ziena tidak mau mempertanyakannya.


Ia mulai membereskan rumah dan terakhir memasak untuk sarapan mereka. Setelah semua sudah beres Ziena membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum membangunkan suaminya. "mas bangun sudah pagi... hari ini katanya kamu mulai masuk kerja lagi" ucap Ziena sambil menepuk-nepuk pelan pundak suaminya


Dylan yang merasakan tubuhnya disentuh kemudian terbangun dan mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha membuka matanya dengan lebar. "kalau begitu tolong kamu siapkan baju kerjaku" balas Dylan yang sudah terduduk sambil berusaha mengumpulkan nyawanya


"baju kerja? aku saja tidak tahu bagaimana selera berpakaian mas Dylan, lalu bagaimana aku menyiapkannya?" batin Ziena bingung


Ziena kemudian membuka lemari pakaian di depannya. Banyak kemeja dengan warna netral tertata dengan rapi. Ziena asal mengambil kemeja yang tergantung di lemari. "nah sepertinya ini sudah cocok" ucap Ziena saat melihat perpaduan warna baju kerja Dylan yang pas


Tak lama kemudian Dylan keluar dari kamar mandi. Ia tidak melihat keberadaan Ziena di dalam kamar. Ia langsung memakai baju yang Ziena siapkan. Setelah selesai Dylan turun ke bawah menuju meja makan. "siapa yang masak?" tanya Dylan


"aku tadi pagi" jawab Ziena


Ziena langsung menyiapkan makanan untuk Dylan dan mereka menikmati sarapan bersama. "hari ini aku akan mulai masuk kerja lagi jadi kamu di rumah aja" ucap Dylan saat di tengah-tengah sarapan mereka


"apa aku boleh pergi keluar mas?" tanya Ziena


"aku ada urusan sebentar dengan seseorang" jelas Ziena saat Melihat ekspresi Dylan yang sedang bertanya-tanya


"terserah kamu" jawab Dylan


"baiklah" balas Ziena


"aku minta nomer telponmu" ucap Dylan dengan menyodorkan ponselnya ke Ziena

__ADS_1


"nanti mas Dylan pulang jam berapa?" tanya Ziena setelah memberi nomer telponnya


"tidak pasti mungkin sekitar jam lima sore" balas Dylan


"aku berangkat sekarang" lanjut Dylan yang sudah selesai dengan sarapannya


Ziena berjalan mengikuti Dylan ke luar rumah, saat Dylan hendak masuk ke dalam mobil dengan cepat Ziena meraih tangan Dylan dan menciumnya. "hati-hati ya mas" ucap Ziena dengan lembut


Dylan tidak menjawab ucapan Ziena dan langsung masuk ke dalam mobil. Sejujurnya ia sedikit terkejut dengan perlakuan Ziena. Maklumlah ini untuk pertama kalinya ia mendapatkan perlakuan berbeda sebelum berangkat kerja. "apa begini perlakuan istri sebelum suaminya berangkat kerja" ucap Dylan saat berada di dalam mobil, ia sedikit menarik sudut di bibirnya


Setelah Mobil suaminya menghilang di balik gerbang Ziena bergegas bersiap-siap dengan agendanya hari ini. Karena tidak ada pertemuan secara formal ia menggunakan kaos warna putih polos dipadukan dengan rok skinny jeans sepaha dan tak lupa menggunakan Sneakers yang menjadi favoritnya.


Ia segera memesan ojek online untuk mengantarnya ke mansion miliknya. "nona mau ke mana?" tanya satpam yang berjaga di rumah suaminya


"saya mau pergi dulu pak ada urusan dengan seseorang" jawab Ziena


"sudah pak" jawab Ziena


"ya sudah nona hati-hati" balas pak satpam dan langsung membukakan pintu gerbang


Di luar sudah ada ojek online yang menunggu Ziena. "kita berangkat sekarang pak" ucap Ziena setelah naik ke atas motor


Karena jalanan tidak terlalu ramai jadi hanya butuh waktu satu jam lebih untuk sampai di mansion milik Ziena. "ini pak uangnya" ucap Ziena sembari memberikan selembar uang kertas berwarna biru


"uang pas aja neng" balas si bapak tukang ojek

__ADS_1


"kembaliannya buat bapak aja" balas Ziena


"makasih neng" ucap si tukang ojek


"iya sama-sama pak" jawab Ziena


Setelah masuk ke dalam Ziena berjalan menuju garasi mobilnya di temani bi Ani. "bi Ani aku gak bisa lama-lama soalnya banyak sekali agendaku hari ini" ucap Ziena setelah selesai berbincang-bincang sebentar dengan bi Ani


"tidak apa-apa non" balas bi Ani


"ya sudah bi saya berangkat dulu" ucap Ziena


Ziena keluar membawa salah satu mobilnya. Ia segera menuju cafe tempat ketiga sahabatnya sedang menunggu dirinya. Tidak butuh waktu lama karena tempat cafe tidak jauh dari mansion Ziena. "Ziena sini" teriak Mila sambil melambai-lambaikan tangannya


"maaf aku terlambat" ucap Ziena


"santai aja zie kita tau kok pengantin baru emang gitu" balas Rista dengan senyum-senyum


"apaan sih kamu Ris" jawab Ziena


"zie kamu udah gitu-gituan belum?" tanya Mila tanpa malu


"iya zie rasanya gimana" lanjut Dea yang mulai terprovokasi oleh Mila


"kenapa kalian jadi tanya begituan sih? bukannya kita mau bahas tentang kuliahan kita" balas Ziena yang mulai mengerti arah pemikiran dari ketiga sahabatnya

__ADS_1


"berbagi sedikit juga gak apa-apalah zie biar kita juga tau" jawab Mila dengan pikiran gesreknya


"ih udah jangan bahas begituan" ucap Ziena


__ADS_2