
Pintu gerbang yang tinggi dan kokoh terbuka saat sebuah mobil hendak masuk ke dalam. "selamat datang nona" sapa dua satpam yang membuka dan dua orang pengawal di sisi kanan gerbang
Ziena yang mendapat sapaan hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian ia melajukan kembali mobilnya masuk ke dalam. Di depan rumah bisa Ziena lihat ada dua orang berpakaian hitam yang sedang berjaga. "selamat datang nona" sama mereka berdua bersama dan lagi-lagi Ziena hanya menganggukkan kepalanya
Baru saja Ziena hendak masuk ke dalam tapi ia dikejutkan dengan teriakan dari seseorang yang begitu familiar ditelinganya. "ZIE!" teriak ketiga sahabatnya
Dari jarak jauh suara mereka bertiga begitu nyaring masuk ke dalam telinga. Jarak antara gerbang dan mansion lumayan jauh tapi suara mereka begitu keras hingga membuat dua pengawal yabg berjaga sedikit terkejut. "tidak apa-apa mereka sahabatku" ucap Ziena dan mereka berdua mengangguk paham
"Mil kamu kalau bawa montor yang benar dong" kesal Rista
"maaflah Ris, lagian kamu gak mau bonceng sih" jawab Mila
Ziena dan Dea tertawa melihat penampilan Rista yang awut-awutan. "pak tolong parkirin motor kita ya" ucap Dea memerintah salah satu pengawal yang berjaga
Wajah kedua pengawal tersebut begitu terkejut dan hendak menjawab tapi dengan cepat Ziena memberi kode dan mereka mengangguk setuju. "kita masuk dulu yuk" ajak Ziena
__ADS_1
Para pelayan yang sedang bekerja begitu terkejut melihat kedatangan sang tuan rumah mereka pasalnya Ziena belum memberi kabar bi Ani jadi para pelayan juga tidak tahu. "selamat datang nona" sapa mereka bersamaan sambil memberhentikan pekerjaan mereka
"tidak perlu setegang itu, lanjutkan lagi pekerjaan kalian" ucap Ziena begitu lembut
"baik nona"
"bi Ani di mana?" tanya Ziena
"bi Ani sedang di dapur nona" jawab salah satu pelayan
"non Nana" ucap bi Ani sambil berjalan mendekati Ziena dan memeluknya, pemandangan ini sudah biasa bagi pelayan yang sudah bekerja lama, tak jarang mereka melihat bi Ani memeluk nona mereka
"bibi senang non kemari" lanjut bi Ani dengan nada sedikit sedih pasalnya Ziena jarang berkunjung
Meskipun bi Ani hanya seorang pekerja di mansion ini tapi bagi Ziena bi Ani sudah seperti ibu asuhnya karena sedari kecil Ziena sudah di asuh bi Ani karena mamanya sibuk dengan kerjaannya tapi mama Ziena tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ibu meski bi Ani yang selalu ada. "aku minta maaf bi kalau jarang kemari" ucap Ziena dengan tulus sembari memeluk kembali tubuh bi Ani
__ADS_1
"non Nana gak salah jadi gak usah minta maaf non" balas bi Ani
Ziena menggelengkan kepalanya. "mekipun menurut bi Ani aku gak salah aku akan tetap minta maaf bi" balas Ziena
"oh iya bi aku kemari sama teman-teman aku"
"itu mereka bi dari tadi ngelihatin Kita" ucap Ziena
Mereka bertiga menyalami bi Ani secara bergantian. "bi Ani boleh gak buatin kita minuman terus anterin ke gazebo di taman belakang" ucap Mila dengan wajah cengengesan
"boleh nanti bibi bawakan sekalian sama camilannya" jawab bi Ani dengan tersenyum
"emm bi Ani sama tolong masakin ini sekalian ya" ucap Dea dan Rista bersama
Mereka menyodorkan empat bungkus mie Samyang ke bi Ani dengan wajah cengengesan yang tidak jauh beda dengan Mila. Bi Ani menerima mie itu dan menganggukkan kepalanya. "terima kasih bi"
__ADS_1
"ayo kita langsung ke gazebo" ajak Mila diangguki mereka bertiga