Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 73


__ADS_3

Pagi ini menjadi pagi paling indah bagi Ziena ataupun Dylan. Meski kali ini Ziena enggan untuk bangun lebih awal bahkan sinar matahari yang masuk melalui celah jendela tak menjadi penghalang bagi Ziena untuk tetap melanjutkan tidurnya.


Dan pada akhirnya Dylan memilih untuk bangun lebih dulu. Ia memutuskan untuk mandi dan memesan makanan untuk dibawa ke kamar mereka. Ia tidak mungkin meninggalkan istrinya seorang diri di kamar apa lagi dalam keadaan polos tak menggunakan sehelai pakaian.


Sambil menunggu makanan mereka sampai Dylan berinisiatif membangunkan istrinya karena melihat sinar matahari yang terus naik ke atas, tapi sia-sia juga ia membangunkan Ziena karena Ziena tetap tak mau bangun. Tidak dipungkiri badan Ziena rasanya lelah karena ulah Dylan semalam makanya ia begitu nyaman bisa tidur dengan nyenyak.


Karena tak berhasil membangunkan istrinya akhirnya Dylan memilih untuk kembali duduk di sofa sambil menunggu sarapan mereka sampai. Tak beberapa lama kemudian petugas yang mengantar pesanan Dylan datang mengetuk pintu. Setelah Menaruh makanan itu di atas meja kemudian Dylan beralih menatap istrinya yang masih tertidur pulas. "na bangun udah siang nih" ucap Dylan sambil menggoyang-goyangkan tubuh istrinya


Karena Ziena tetap tak kunjung membuka matanya dengan terpaksa Dylan membangunkan Ziena dengan cara yang ekstrim. Ia mencium leher Ziena yang terekspos sampai meninggalkan tanda merah yang baru. "mas Dylan apa-apa sih, masa kemarin malam masih kurang" protes Ziena yang sudah bangun dari tidur nyenyaknya


"iya masih kurang" balas Dylan dengan senyum menggoda


"apaan sih"


"kamu tidur gak pakai baju kalau gak menggoda saya terus apa" ucap Dylan


"oh iya aku memang tidur gak pakai baju sih" batin Ziena membenarkan ucapan suaminya, tapi ia tidak membenarkan ucapan Dylan yang menuduhnya menggoda


"udah mas Dylan tutup mata dulu aku mau ke kamar mandi" titah Ziena


"kenapa harus tutup mata?" tanya Dylan


"aku kan gak baju mas" jawab Ziena dengan nada kesal

__ADS_1


"terus kenapa, kemarin aja aku udah lihat semuanya kok" balas Dylan


"kata siapa mas, kemarin kan gelap" elak Ziena, ia benar-benar malu membahas kejadian kemarin


"siapa yang bilang gelap? kemarin itu remang-remang" jawab Dylan membenarkan keadaan cahaya kemarin malam


Tak mau berlama-lama membahas tentang kejadian kemarin dengan terpaksa Ziena melilitkan selimut ke tubuhnya karena ia tak melihat satu pun pakai yang kemarin ia pakai. Memang setelah bangun tadi Dylan sempat membereskan pakaian yang berceceran di lantai akibat ulah mereka berdua. "aduh duh nyeri banget" teriak Ziena yang hendak berjalan menuju kamar mandi


"nyeri banget ya?" tanya Dylan tak tega


Ziena hanya menganggukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya. "aku gendong aja" ucap Dylan sambil mengangkat tubuh Ziena


Sambil menunggu istrinya selesai mandi, Dylan menelfon petugas hotel untuk mengganti sprei di kamarnya karena terkena noda darah milik Ziena. "terima kasih na" ucapnya sambil tersenyum melihat bercak darah di sprei


Buru-buru Dylan mengangkat panggilan dari mamanya. "halo ma ada apa?" tanya Dylan


"gak ada apa-apa, mama cuman mau tahu gimana bulan madu kalian di sana" jawab mama Ana


"lancar sesuai prediksi mama dan papa" jawab Dylan


Ia sejujurnya sudah tau maksud terselubung dari bulan madu ini, maklumlah ia adalah anak satu-satunya jadi tak salah jika mama dan papanya berharap lebih pada dirinya. "jadi udah gol nih" ucap mama Ana memastikan


"udah dong ma, udah ah mama jangan telepon mulu Dylan sibuk banget di sini" jawab Dylan

__ADS_1


"ok deh mama gak ganggu" balas mama Ana


"kalau mau tambah bulan madunya juga boleh kok" tambahnya


"gampang deh ma" balas Dylan sebelum mengakhiri panggilannya



**Halo semua perkenalkan saya haico author dari pesta di masa depan. Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca novel ini**.



**Yang kedua untuk sedikit informasi saja novel ini terbit setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis selain hari itu author gunakan untuk recharge stamina dan mengembang cerita untuk episode berikutnya**.



**Dan untuk yang ketiga mohon bantuannya untuk menyukai novel ini dan jangan lupa komen untuk membantu menyemangati saya dalam menulis novel ini**.



**Terima kasih**


**HAICO**

__ADS_1


__ADS_2