Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 82


__ADS_3

Dylan mendorong pintu kamar dengan pelan takut mengganggu aktivitas istrinya. Ia melihat sekeliling kamar mencari keberadaan Ziena tapi yang dicari tak terlihat batang hidungnya. "sepertinya dia di dalam kamar mandi" ucap Dylan setelah mendengar suara air


Dylan memutuskan naik ke atas tempat tidur sambil menunggu Ziena keluar. Jujur sekali hari ini tubuhnya terasa sangat lelah setelah tiba di bandara ia langsung pergi ke kantor karena urusan mendadak.


Ting Ting Ting


Ponsel milik istrinya berbunyi menandakan adanya pesan masuk. Dylan yang penasaran akhirnya mencoba melihat layar ponsel milik Ziena. Ada satu nama yang begitu Dylan kenal. "Ricko"


Ingin rasanya Dylan membuka pesan dari Ricko tapi sayangnya ponsel milik Ziena terkunci dengan password yang ia sendiri tidak tahu apa sandinya. "Sial kenapa di password sih" batinnya dengan kesal


Ia menaruh kembali ponsel itu di atas nakas dengan perasaan kesal dan penasaran. Tak lama kemudian Ziena keluar dengan piyama tidurnya dan berjalan menghampiri tempat tidur. "nih ponselmu tadi tertinggal di sofa" ucap Dylan sembari memberikan ponsel milik Ziena


"terima kasih mas, pantas saja kucari-cari tidak ada ternyata tertinggal di bawah" ucap Ziena


"tapi ada pesan masuk juga dari Ricko"

__ADS_1


Ziena langsung membalas pesan dari Ricko dengan ekspresi wajah tersenyum membuat Dylan yang melihatnya merasa tidak suka. "apa isi pesannya sampai kamu senyum-senyum begitu?" tanya Dylan penasaran


"rahasia" balas Ziena


Dylan yang kesal dengan jawaban Ziena memilih merebahkan dirinya dan tidur membelakangi Ziena. "mas kamu marah" ucap Ziena tapi tidak ada jawab dari Dylan


"kak Ricko hanya mengucapkan terima kasih karena sudah kubelikan oleh-oleh" jelasnya


Tapi Ziena tetap tidak mendengar jawaban dari Dylan dan saat ia melihat ternyata suaminya ini sudah tertidur. "ternyata mas Dylan sudah tidur" batin Ziena


Ziena akhirnya ikut merebahkan tubuhnya dan tertidur. Sebenarnya Dylan belum tidur dan ia juga mendengar setiap ucapan dari istrinya hanya saja ia berpura-pura tertidur karena kesal dengan sikap Ziena. Ia berbalik menatap Ziena dan membenarkan posisi tidur Ziena. "selamat malam semoga mimpi indah" ucap Dylan begitu lirih nyaris tak terdengar


Pasalnya selama seminggu Dylan pergi berbulan madu pekerjaan Alex menjadi bertambah dan jam tidurnya pun juga berkurang. "Dylan di mana?" tanya Mela


"aduh Mel Lo telepon gue malam-malam begini cuman buat menanyakan hal yang beginian doang"

__ADS_1


"tinggal jawab aja susah amat sih"


"Dylan ya jelas di rumahnya lah mau di mana lagi dia"


"bohong Lo Lex kemarin gue ke apartemennya dia gak ada"


"emang rumahnya Dylan cuman apartemen aja"


Mela tampak berpikir dengan jawaban Alex. "benar juga sih rumah Dylan gak hanya apartemen aja" batinnya membenarkan ucapan Alex


"terus ke mana Dylan selama seminggu ini, kenapa ia jarang menghubungiku?" tanya Mela


"seminggu ini Dylan bulan madu sama istrinya"


"APA! bulan madu"

__ADS_1


Alex langsung menutup panggil sepihak. "mati gue pasti besok kena amuk si Dylan nih, kenapa nih mulut ember banget " batin Alex merutuki kebodohannya


Alex melanjutkan kembali tidurnya yang sempat terganggu tadi dan masalah keceplosan tadi biar ia tanggung besok.


__ADS_2