
"Dylan dengarkan kata mama, jika kamu sampai menikahi wanita itu dan berpisah dengan Nana jangan harap mama masih menganggap kamu anak mama" ancam mama Ana
kata-kata mama Ana tadi masih berputar di isi kepala Dylan. Siang tadi ia berencana untuk menemui Mela dan mengajaknya makan siang bersama namun tiba-tiba mama Ana menelepon dan menyuruh Dylan untuk pulang dengan alasan ada hal yang sangat penting yang harus mama Ana beritahukan kepada anaknya secara langsung.
Sebenarnya hal yang dianggap mama Ana penting belum tentu penting untuk Dylan karena sudah berkali-kali mamanya menelepon dengan alasan yang sama dan akhirnya berujung pada hal yang tidak penting juga untuk Dylan. Namun karena ia tidak mau menjadi anak yang durhaka akhirnya ia mengiyakan perintah mamanya.
Dylan yang tadi sudah terlanjur menghubungi Mela akhirnya membatalkan secara sepihak dan Mela tentu saja marah-marah karena ia sudah sampai di tempat yang Dylan minta. Tapi meskipun ia marah-marah pada Dylan karena sudah membatalkan secara mendadak pada akhirnya ia memaafkan juga setelah Dylan menyogoknya dengan membelikan barang yang Mela minta dan tentu saja hal itu yang Mela sukai dari Dylan. "Lan Lo gak pulang?" tanya Alex yang berdiri di depan pintu ruangan Dylan
Dylan yang sedang melamun tiba-tiba dikejutkan dengan suara Alex. Kemudian ia tersadar dan menatap Alex dari tempat duduknya. "iya ini gue juga mau pulang, tolong Lo hubungin sopir gue Lex" perintah Dylan
Alex langsung menghubungi sopir pribadi Dylan. "sopir Lo udah di bawah" ucap Alex setelah beberapa menit
Dylan langsung bergegas turun ke bawah bersama Alex. Keadaan kantor sedikit sepi karena jam kantor sudah terlewat setengah jam yang lalu dan hanya beberapa orang saja yang masih ada di kantor karena lembur pekerjaan.
Dylan langsung masuk ke dalam mobilnya dan begitu juga dengan Alex. Selama perjalanan Dylan memejamkan matanya. Jujur sekali saat ini dengan tiba-tiba ia memikirkan Ziena. Wanita yang sudah ia nikahi selama tujuh bulan. Jika Dylan harus berkata jujur tentang Ziena, ia akan mengakuinya jika ada sedikit rasa untuk Ziena. Bahkan jika ditanya ribuan kali ia akan menjawab dengan jawaban yang sama.
__ADS_1
Namun kembali lagi pada hatinya, ia masih tetap mencintai Mela. "kenapa jadi seperti ini sih hidup gue, kacau banget" batin Dylan
Ancaman-ancaman kedua orang tuanya, perlakuan Ziena dan Mela yang ada di hatinya. Semua seakan berputar di isi kepalanya membuat Dylan merasakan pening. " jika saja Nana hadir sebelum aku bertemu dengan Mela mungkin sekarang ceritanya tidak seperti ini"
...*****...
Siang tadi mama Ana menghubungi Ziena. Mama Ana menanyakan kabar hubungan mereka berdua dan memohon kepada Ziena apapun yang terjadi dengan rumah tangga mereka jangan sampai mereka berpisah.
Hal itu membuat Ziena terkejut. Pertama ia tidak ada pikiran untuk berpisah dengan suaminya dan yang kedua ia merasa sedikit curiga dengan mama Ana karena tiba-tiba menghubungi dirinya dan langsung menanyakan hal seperti itu.
Sekarang Ziena sedang duduk di teras rumah sambil menunggu suaminya pulang."mama tadi kenapa bicara seperti itu?"
Ziena terus memikirkan ucapan mama Ana. Ia bukanlah gadis yang bodoh. Ia bisa membedakan maksud terselubung ucapan seseorang. "nona" sapa Bu Inah yang hendak menutup pintu rumah namun melihat majikannya yang sedang duduk melamun di luar
Ziena terkejut ketika Bu Inah memanggilnya. "Bu Inah"
__ADS_1
Bu Inah kemudian berjalan mendekati Ziena. "nona sedang apa di sini? ini sudah malam nona, sudah jam sepuluh malam"
"ayo masuk nona, nanti masuk angin kalau di luar lama-lama"
"saya sedang menunggu mas Dylan pulang Bu" jawab Ziena
"tunggu di dalam saja nona, di sini dingin sekali"
"Bu Inah apa mas Dylan memberi kabar ke ibu?" tanya Ziena
Bu Inah menggelengkan kepalanya. "tidak nona, tuan tidak memberi tahu ibu apa-apa hari ini" jawab Bu Inah dengan jujur
Mendengar jawaban dari Bu Inah membuat Ziena khawatir bercampur sedih. "tapi tuan Dylan memang sering pulang tengah malam nona, mungkin hari ini juga" lanjut Bu Inah
"kenapa ya Bu suami saya sering pulang tengah malam?" tanya Ziena dengan suara lirih
__ADS_1
Pertanyaan Ziena membuat Bu Inah merasakan deja vu. Bu Inah teringat ia juga pernah bertanya seperti itu kepada seseorang dan ia juga pernah merasakan khawatir dan curiga saat suaminya sering pulang tengah malam. "mungkin tuan sedang banyak kerjaan nona, jadi sering pulang tengah malam" jawab Bu Inah dengan memberikan penjelasan yang bersifat positif
Ziena hanya tersenyum menggangguk ketika mendengar ucapan Bu Inah. Semua orang pasti tahu ke mana suaminya Dylan sekarang, apa yang sedang terjadi dengan Dylan sekarang. Semua orang pasti bisa menebaknya dengan mudah.