
Pagi hari sekali Ziena terbangun karena mendengar suara adzan subuh dari masjid yang berada tidak jauh dari rumah milik Dylan. Ia segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai melaksanakan sholat ia membersihkan rumah yang sudah ia tempati beberapa hari ini.
Ia mulai menyapu lantai dalam rumah, memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci hingga menyapu halaman rumah dan tak lupa membuat sarapan di pagi hari. Meski sebelum menikah dengan Dylan ia tak pernah melakukan pekerjaan rumah tapi ia sering melihat bi Ani dan beberapa pelayan di rumahnya melakukan pekerjaan rumah dan belajar dari situ. Setelah semua selesai ia pergi menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Kemudian setelah selesai mandi ia menuju meja makan berharap bila suaminya akan pulang pagi ini untuk sarapan pagi bersamanya tapi harapan Ziena hilang saat Alex mengirim pesan jika Dylan mungkin akan pulang nanti malam. "kenapa bukan mas Dylan sendiri yang mengirim pesan untukku? kenapa harus melalui sekertarisnya? padahal ia juga sudah mempunyai nomer teleponku" ucap Ziena dengan hati kecewa
"sebenarnya aku ini istrinya atau kliennya sih?" lanjut Ziena dengan kesal
Mendapat pesan bahwa suaminya tidak pulang pagi ini membuat nafsu makan Ziena hilang. Ia hanya meminum susu jahe hangat dan membungkus masakan yang ia buat tadi pagi untuk diberikan ke satpam yang berjaga. "dari pada mubazir mending aku bagi ke pak satpam saja" ucap Ziena
Setelah selesai membungkus makanannya ia mengambil tas dan kunci mobil karena hari ini ia akan pergi berkunjung ke rumah mertuanya. "pak" panggil Ziena dari dalam mobilnya
pak satpam yang berada di tempat pos jaganya lantas mendekat menghampiri Ziena. "iya nona ada apa?" tanya pak satpam
Ziena menyodorkan plastik berisi makanan yang ia bungkusan tadi. "ini pak tadi saya masak kebanyakan dari pada mubazir gak kemakan jadi saya bagi ke bapak" ucap Ziena
"aduh gak usah nona" tolak pak satpam karena merasa tidak enak
"udah gak apa-apa pak" paksa Ziena sambil terus menyodorkan bungkusan itu
"ya udah nona makasih" jawab pak satpam sambil mengambil bungkusannya
"iya pak sama-sama, oh iya pak saya mau keluar sebentar ke rumah orang tuanya mas Dylan" ucap Ziena
__ADS_1
"nona sudah izin tuan Dylan?" tanya pak satpam
"belum pak, tapi sebelum tengah hari saya usahakan sudah pulang pak" balas Ziena
"iya sudah nona hati-hati, nanti saya bilang ke tuan Dylan kalau nona pergi ke rumah orang tuanya" balas pak satpam
"iya pak makasih" jawab Ziena
Sekarang Ziena mengendarai mobilnya dengan santai menuju rumah mertuanya. Sebelum ke rumah mertuanya ia mampir membeli kue bolu kesukaan mama Ana. Sambil mendengarkan genre musik favoritnya ia sedikit melamun memikirkan suaminya. "apa mas Dylan marah sama aku karena aku gak mau menandatangani surat itu" pikir Ziena
"tapi kenapa mas Dylan yang marah? seharusnya di sini aku yang marah karena suamiku sendiri mengajukan surat yang tidak masuk akal ditambah lagi ia juga mempunyai kekasih walaupun ia sudah mempunyai istri" pikir Ziena lagi
Tak terasa ia sudah sampai di depan pintu gerbang mansion mertuanya. Dengan sigap satpam yang berjaga membuka pintu gerbang itu. Setelah memakirkan mobilnya Ziena berjalan masuk ke dalam Mension menemui mama Ana. "assalamualaikum ma" salam Ziena
"kamu ke sini naik mobil sendiri?" tanya mama Ana
Ziena mengangguk. "iya ma, mas Dylan masih banyak urusan jadi saya ke sini naik mobil sendiri" jawab Ziena
"ya sudah ayo ke ruang keluarga, kita ngobrol-ngobrol di sana" ajak mama Ana
Mama Ana mengajak Ziena berbincang-bincang di ruang keluarga. Banyak yang mama Ana ceritakan tentang masa mudanya bahkan mama Ana menceritakan masa kecil Dylan dan dari situ Ziena sedikit mengenal sisi lain yang tidak pernah Dylan tunjukkan di depannya. "jadi ini foto masa kecilnya mas Dylan ya ma?" tanya Ziena sambil menunjuk foto anak laki-laki yang tertata rapi di dalam buku album foto.
"iya itu fotonya apa kamu mau memiliki fotonya?" tawar mama Ana
__ADS_1
"apa boleh ma?" tanya Ziena
"tentu saja boleh, kamu ambil saja foto mana yang kamu mau" balas mama Ana
"kalau begitu mama mau ke atas dulu ya, kamu kalau capek langsung ke kamar saja" lanjut mama Ana sebelum pergi meninggalkan Ziena
"iya ma" balas Ziena
Tak lama setelah mama Ana pergi Ziena pun akhirnya berjalan menuju kamar milik Dylan yang pernah ia tempati sebelum pindah. Saat sudah berada di dalam kamar, Ziena berjalan melihat-lihat foto Dylan bersama tim sepak bolanya saat menjadi perwakilan dari sekolahnya untuk mengikuti lomba. Kemudian Ziena beralih melihat sebuah pigura yang terbalik karena penasaran Ziena pun membalik pigura itu untuk melihat foto yang dipasang. "ternyata foto kalian" ucap Ziena dengan nada kecewa
Pigura yang Dylan balik itu adalah foto dirinya bersama Mela saat awal-awal mereka menjalin hubungan. Ziena menaruh kembali pigura itu dan pergi meninggalkan kamar Dylan setelah melihat jam di tangannya menunjukkan pukul sebelas lebih tiga puluh menit. "ma Nana izin pamit pulang dulu ya" pamit Ziena saat sudah di bawah
"kok udah mau pulang aja" ucap mama Ana
"takutnya kalau mas Dylan pulang sewaktu-waktu ma" balas Ziena
"oh gitu ya udah hati-hati ya nak" balas mama Ana
"iya udah ma Nana pamit dulu" balas Ziena sambil menyalami tangan mama Ana
"iya hati-hati, oh iya sewaktu-waktu kalo papa Juna gak terlalu sibuk mama sama papa bakal berkunjung ke sana" ucap mama Ana
"iya ma" jawab Ziena sambil berjalan menuju mobilnya dan pergi meninggalkan mansion mertuanya
__ADS_1