Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 51


__ADS_3

Disepanjang perjalanan Ziena terus menatap layar ponselnya dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan, Dylan yang tanpa sengaja melirik ekspresi aneh dari istrinya seperti menunggu jawaban dari seseorang kemudian menaruh rasa curiga."dia kenapa sih dari tadi lihatin ponsel terus, apa dia punya cowok ya?" batin Dylan bertanya-tanya


"na kamu kenapa sih lihatin ponselmu terus?" tanya Dylan membuka suara


Bukannya menjawab pertanyaan dari suaminya Ziena justru bergurau sendiri. "akhirnya dijawab juga pesanku" ucap Ziena lirih namun masih bisa didengar oleh Dylan


"pesan apa" selidik Dylan


"ah apa mas?" tanya Ziena gugup karena baru saja ia keceplosan


"pesan apa yang dijawab?" selidik Dylan dengan tatapan yang masih fokus mengemudi


"pesan yang aku kirim ke salah satu temanku mas" jawab Ziena dengan tenang


"umm"


"oh iya mas Dylan mau ngajak aku pergi ke mana?" tanya Ziena yang mulai sadar sedari tadi mereka hanya berputar-putar tanpa tau arah tujuan


"kamu maunya ke mana?" tanya Dylan balik

__ADS_1


"loh kok tanya aku mas bukannya mas Dylan yang ngajak aku pergi tadi" ucap Ziena


"loh bukannya kamu tadi yang minta izin keluar karena bosen di rumah ya" jawab Dylan


"waduh mati aku gara-gara fokus nunggu balasan dari om Irfan aku sampai gak fokus dari tadi" batin Ziena sambil memutar otaknya mencari alasan


"iya tadinya aku mau izin sebentar ke rumah teman aku tapi karena mas Dylan ikut ya aku gak jadi ke rumah teman aku deh dan aku pikir setelah mas Dylan ikut mas Dylan tau tujuan" jawab Ziena polos


Tidak mau disalahkan akhirnya Dylan memutar otaknya juga. "aku sudah tau kok ke mana aku akan mengajak kamu, hanya saja tadi itu aku mengetes kamu" balas Dylan


"oh begitu" jawab Ziena singkat


"mas Dylan kenapa ngajak aku ke mall?" tanya Ziena balik


"jangan bilang tujuan mas Dylan itu ke mall ya" lanjutnya


Dylan hanya bisa mengangguk saja karena apa yang diucapkan istrinya ini memanglah benar. "begini na karena kita tinggal di kota jadi tujuan kita ya ke mall paling mudahnya kalau kita ke taman siang-siang begini pasti panas di sana dan itu bikin aku gak nyaman, nah kalau kamu ada tujuan kamu boleh usul ke aku nanti kita pergi ke sana" jelas Dylan tanpa rasa berdosa


Ziena hanya diam tak menanggapi ucapan Dylan dan pasrah ikut masuk bersamanya. "tau begini mending mas Dylan gak usah ikut, aku kan bisa pulang ke mansion sebentar sambil melepas kangen ke bi Ani dan gak perlu menunggu besok buat bertemu om Irfan" batin Ziena menahan marahnya

__ADS_1


Bukannya Ziena tidak suka diajak ke mall hanya saja ia terlalu bosan dengan suasana di mall ditambah lagi hari ini ia berencana untuk menemui om Irfan dan semua itu gagal karena suaminya ini ikut dengannya. "kamu gak pengen beli sesuatu" ucap Dylan saat melihat wanita-wanita yang berburu baju


"sesuatu?" tanya Ziena mengerutkan keningnya


"iya sesuatu misalnya baju tas perhiasan atau apapun itu, biasanya wanita suka beli begituan, apa kamu gak mau beli juga" jelas Dylan tanpa menoleh ke arah Ziena


Ziena sedikit mengangkat kepalanya menatap wajah suaminya ini. "di rumah masih ada yang baru dan belum aku pakai jadi buat apa beli lagi" jawab Ziena begitu entengnya sambil berjalan ke depan


Dylan tertegun mendengar jawab dari istrinya ini. Pasalnya setiap wanita pasti senang jika diberi lampu hijau untuk berbelanja, memang tidak semua wanita seperti itu tapi kebanyakan wanita pasti senang bila di suruh berbelanja bahkan Mela kekasihnya saja sering meminta untuk dibelikan barang-barang keluaran terbaru sebelum ia menawarinya.


Dylan yang melihat Ziena sudah jauh di depan segera menyusul. "na" panggil Dylan


"apa mas?" tanya Ziena


"kamu yakin gak mau belanja-belanja gitu?" tanya Dylan sekali lagi


Ziena hanya mengangguk saja. "udah mas jangan tanya terus aku sekarang lapar nih" ucap Ziena sedikit kesal karena dari tadi suaminya ini bertanya terus dengan pertanyaan yang sama


"iya udah kata makan di restoran itu aja ya" ajak Dylan dan Ziena hanya mengangguk saja

__ADS_1


__ADS_2