
ricko baru saja sampai di depan sekolah Ziena, ia langsung menghubungi nomer Ziena namun tidak ada jawaban dari Ziena.
karena tidak ada jawaban dari ziena ricko berinisiatif untuk langsung masuk ke dalam gedung sekolah sambil membawa buket bunga mawar tapi saat sudah masuk ricko terkejut karena acara sudah selesai, karena merasa khawatir ricko langsung menghubungi nomer bi Ani untuk menanyakan apa Ziena sudah pulang tapi bi Ani bilang jika Ziena belum pulang.
"ke mana Nana ini" gumam ricko yang merasa khawatir
ricko yang melihat ada beberapa siswa duduk-duduk di sudut sekolah pun menghampirinya. "permisi dek boleh saya bertanya" ucap ricko
"oh iya om boleh" jawab salah satu siswa
"kalian kenal Ziena?" tanya ricko
"Ziena" jawab anak itu sambil berfikir
"ah iya saya kenal om,memangnya ada apa om?" lanjutnya
"kira-kira tadi setelah acara ini Ziena pergi ke mana kalian tau tidak?" tanya ricko
"gak tau om tapi waktu di tengah-tengah acara saya lihat Ziena keluar dan gak balik lagi setelah itu" jawab siswa itu
"oh begitu, ya sudah makasih dek" jawab ricko dan langsung pergi menuju mobilnya
"gila siapanya Ziena ya om itu tadi?" tanya siswa tadi
"cowoknya kali" jawab siswa lain
"mana mungkin" jawab salah satu siswi Yang ada di situ
"mungkin aja orang tadi bawa buket bunga kok" jawab siswa lain
di dalam mobil ricko melihat posisi Ziena menggunakan GPS yang terpasang di hp Ziena.
setelah tau di mana posisi Ziena ricko langsung melajukan mobilnya. "ngapain Nana di pantai, bikin was-was aja" batin ricko
tidak butuh waktu lama untuk sampai di pantai itu karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari sekolah Ziena.
ricko langsung mencari keberadaan Ziena, dari jauh ricko melihat seorang gadis mengenakan kebaya sedang duduk menatap hamparan air pantai yang ricko tau jika itu Ziena.
"na" panggil ricko
Ziena menoleh kebelakang mencari suara yang ia kenal itu. "kak ricko" jawab Ziena lirih
"kenapa nangis?" tanya ricko yang sudah duduk di samping ziena dan Ziena hanya menggelengkan kepalanya
"terkadang hidup kita tidak sesuai dengan kemauan kita na" jawab ricko yang tau kenapa Ziena menangis
"kak ricko tau apa yang kamu rasakan" lanjutnya
"aku rindu ingin menyentuh tangan mereka, ingin berbicara dengan mereka, ingin merasakan kembali hangatnya pelukan mereka walau itu hanya sesaat" jawab Ziena
ricko langsung memeluk ziena. "menangislah sepuasnya setelah itu jangan menangis lagi" ucap ricko
Ziena menumpahkan semua tangisannya di pelukan ricko. "aku tidak tau lagi na bagaimana rasanya menjadi dirimu harus merasakan ini semua, aku hanya kehilangan kedua orang tua ku karena mereka berpisah dan aku masih bisa melihat mereka sedangkan kamu hanya bisa mengingat-ingat kenangan indah bersama kedua orang tua mu tanpa bisa melihat, mendengar dan merasakan sentuhan mereka lagi" batin ricko sambil meneteskan air matanya
"na" panggil kak ricko
__ADS_1
Ziena mendongakkan kepalanya menatap ricko. "iya kak" jawab Ziena lirih
"ayo ikut kak ricko" ucap ricko
"ke mana kak?" tanya Ziena bingung
"sudah ayo ikut" jawab ricko sambil menarik tangan Ziena untuk ikut dengannya
ricko mengajak Ziena naik ke atas tebing dekat pantai. "kak ricko mau apa?" tanya Ziena was-was
"sini kak ricko kasih tau cara melepaskan beban dengan cepat" jawab ricko
"maksud kak ricko?" tanya Ziena
"teriak lah sekeras mungkin na" jawab ricko dan Ziena hanya mengangguk tanda setuju
"aaaa aku Delmira Hanziena Hanson sangat sangat sangat dan teramat sangat merindukan kalian" teriak Ziena sambil menepuk-nepuk dadanya
"bagaimana? apa sudah lebih berkurang bebanmu na?" tanya ricko
"sudah kak" jawab Ziena yang mulai sedikit tersenyum
"terima kasih kak ricko" lanjut Ziena sambil memeluk ricko
"sama-sama na" jawab ricko sambil mengusap-usap pelan punggung Ziena
drrrt drrrt drrrt
dering ponsel ricko
setelah menerima telpon ricko masuk ke dalam mobil. "na sepertinya kamu ada tamu di mansion" ucap ricko yang baru masuk
"siapa?" tanya Ziena
"keluarga Cakradara kata bi Ani" jawab ricko
"ada apa katanya?" tanya Ziena sambil melihat ponselnya yang banyak panggil dari mama Ana
"tidak tau" jawab ricko
"ayo kak kita harus segera pulang" ucap ziena dan diangguki ricko
di dalam perjalanan ricko masih bertanya-tanya kenapa keluarga Cakradara mencari Ziena. "na" panggil ricko memecah keheningan
"iya" jawab Ziena
"ada apa keluarga Cakradara mencarimu?" tanya ricko penasaran
"entahlah" jawab Ziena
karena mendapat jawaban seperti itu ricko hanya diam dan terus fokus menyetir sambil memikirkan kenapa keluarga cakradara mencari Ziena.
mobil ricko sudah sampai di depan mansion, Ziena langsung turun sedangkan ricko melajukan mobilnya ke sebuah kafe menemui kawan lamanya karena saat di perjalanan ia mendapat pesan dari kawannya itu.
"terima kasih kak, jangan pulang malam-malam kak" ucap ziena dan langsung masuk ke dalam
__ADS_1
"iya bawel" teriak ricko sambil tersenyum
di ruang keluarga Ziena berbincang-bincang sebentar dengan mama Ana.
"sayang ini undangan khusus buat sahabat kamu" ucap mama Ana sambil memberikan undangannya
"terima kasih ma" jawab Ziena
"kamu jaga kesehatan ya, mama pamit dulu" ucap mama Ana
"iya ma" jawab ziena
setelah perginya mama Ana Ziena berjalan masuk ke dalam kamar dan membersihkan tubuhnya dan beristirahat sebentar.
malam harinya ricko mencari Ziena untuk menanyai perihal kedatangan keluarga Cakradara tadi siang.
"bi Ani Nana di mana?" tanya ricko
"di taman belakang den" jawab bi Ani
"makasih bi" jawab ricko pergi berjalan ke taman belakang
"na" panggil ricko
"hmm" jawab Ziena
"na keluarga Cakradara tadi ngapain nyari kamu?" tanya ricko yang baru duduk di kursi yang menghadap ke Ziena
"membahas pernikahan" jawab Ziena
"siapa yang menikah?" tanya ricko
"aku" jawab Ziena spontan
"hah apa na" teriak ricko
"gak usah teriak-teriak kak" ucap ziena dengan kesal
"kenapa kamu nikah na? kenapa gak bilang dulu sama kak ricko?" tanya ricko dengan marah
"kenapa kak ricko marah?" tanya Ziena
"ya karena kamu nikah na" jawab ricko
"memang kenapa kalo aku nikah kak?" tanya Ziena dengan kesal
"karena aku sayang kamu na makanya aku tidak mau kamu menikah dengan orang lain selain aku" jawab ricko spontan
Ziena terkejut dengan jawaban ricko, dan suasana menjadi hening sesaat. "kak ricko" panggil Ziena dengan lembut
"rasa sayang itu berbeda dengan mencintai, rasa sayang kak ricko itu sama seperti rasa sayang Nana kepada kak ricko, rasa sayang kakak adik" ucap ziena lembut
"ku rasa kak ricko harus meyakinkan rasa sayang kak ricko itu" lanjut Ziena sambil pergi meninggalkan ricko
"*apa rasa sayangku ini hanya seperti kakak ke adik atau sebaiknya?" tanya ricko pada dirinya sendiri
__ADS_1
"aku harus meyakinkan rasa ini seperti yang nana bilang" batin ricko sambil melihat kepergian Ziena*