Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 59


__ADS_3

"nasi goreng buatan bi Ani memang paling enak" puji Ziena sambil mengacungkan jari jempolnya


"non Nana bisa saja" ucap bi Ani


"ini memang enak bi, tapi lebih enak lagi buatan mama" sahut Ziena dengan wajah sendunya


Tidak tau kenapa ingatan-ingatan masa lalunya seperti tidak bisa diajak berkompromi.

__ADS_1


Sekeras apapun Ziena mencoba menerima kenyataan yang tentang kematian kedua orang tuanya dan mencoba melupakannya, kenangan-kenangan pahit di masa lalunya pasti akan ikut muncul seakan tidak mau pergi.


Ibarat balon yang diisikan dengan air lalu di letuskan di atas kepala secara tiba-tiba, seperti itu lah perumpamaan ingatan yang Ziena pendam dalam-dalam lalu tiba-tiba keluar secara bersamaan. Mungkin tempat kita membuat kenangan juga menjadi faktor sulitnya kita melupakan dan menerima kenyataan. "non Nana jangan membandingkan masakan bibi dong, nanti bibi bisa cemburu loh" canda bi Ani mengalihkan topik pembicaraan


"bi aku mau masuk ke kamar mama sama papa" ucap Ziena


"non Nana yakin sudah siap masuk ke sana?" tanya bi Ani sedikit khawatir

__ADS_1


Bi Ani hanya menganggukkan kepalanya sambil meneteskan air matanya. Ia sungguh tak percaya jika nona di mansionya sudah mau memulai hidup barunya dengan cara menerima masa lalunya.


Bi Ani orang yang paling terluka kala melihat kesedihan yang dialami majikan, ia sudah menganggap Ziena seperti putrinya sendiri. Ia sendiri juga tahu betapa sulit majikannya ini bangun dari keterpurukan. Mulai dari setiap Proses yang Ziena lalui untuk bangkit bi Ani selalu ikut menyaksikan dan ikut andil di dalam prosesnya.


Mungkin tak ada seorang yang kuat menjalani hidup seperti Ziena, pikir bi Ani. Meski ia mendapat segala materi yang melimpah tapi ia harus kehilangan rasa kasih sayang dan kehangatan keluarga untuk selamanya. Ia kehilangan kedua orang tuanya disaat-saat membutuhkan dukungan dari sosok penting dihidupnya. Ia rela meninggalkan masa indah di sekolahnya demi mengemban tugas berat di usianya. Ia harus bangkit demi pegawai-pegawai yang bergantung dari perusahaannya. Semua itu Ziena lalui dengan kepalsuan, ia terlihat tegar di luar namun rapuh di dalam.


Bi Ani sosok wanita yang paling tahu semua kepalsuan yang Ziena perlihatkan. Mungkin karena sesama wanita Ziena lebih merasa nyaman berbagi cerita dengan bi Ani ketimbang dengan om Irfan ataupun lainnya. Perlahan Ziena bangkit dengan sosok barunya, sosok gadis yang tegas, dingin dan tidak banyak bicara.

__ADS_1


Ia meninggalkan sosok lamanya yang penuh dengan senyum keceriaan, sampai suatu ketika ia mulai menemukan sosok hampa yang ia cari. Iya, sosok itu adalah suaminya. Laki-laki yang mudah berubah-ubah sifatnya kadang dingin, kadang perhatian dan kadang juga hangat. Laki-laki yang sudah menggerakkan pintu hampa di hatinya.


Saat memandang suaminya ia merasa seperti menemukan sosok pelindung seperti papanya tapi sayangnya sosok laki-laki itu tidak pernah melihatnya, ia hanya melihat kekasihnya seorang tanpa ada kemauan untuk sesekali menoleh ke dirinya sebagai seorang istrinya.


__ADS_2