
Sore ini sebelum pulang ke rumahnya Dylan mendapat banyak ceramah dari kedua orang tuanya di kantor. "papa harap kamu bisa memperbaiki hubungan kamu dengan istrimu" ucap papa Juna
Dylan hanya mengangguk. "setidaknya jangan buat masalah yang sampai membuat Ziena menggugat cerai kamu" lanjut papa Juna
Kedua orang tua Dylan memang tulus menyayangi Ziena tapi ada satu faktor yang membuat mereka mempertahankan hubungan rumah tangga anaknya ini. Jika Dylan dan Ziena sampai berpisah kemungkinan besar untuk Ziena menarik semua sahamnya di perusahaan milik keluarga Cakra, terlebih lagi mereka masih belum dikaruniai seorang anak. "kami pulang dulu nak" ucap mama Ana sebelum akhir pergi
Setelah orang tuanya pergi. Dylan hanya duduk termenung menatap keramaian kota dari atas lantainya. Hingga lampu-lampu mulai padam ia baru beranjak untuk pulang.
Ia mengendarai mobil dengan sangat pelan. Mungkin yang Dylan pikir sekarang bahwa Ziena sedang menunggunya di depan rumah tapi nyatanya saat ia sudah ada di depan rumah hanya kursi kosong yang ia lihat. "apa dia sudah tidur?" tanya Dylan
__ADS_1
Ia kemudian berjalan masuk sambil perlahan-lahan membuka pintu. Ia melihat Ziena sedang tidur di balik selimut tebal. Tak mau memikirkan apapun, Dylan kemudian bergegas tidur di samping Ziena. Semua tubuh dan jiwanya terasa lelah hingga akhirnya ia terlelap.
...*****...
Pagi ini mereka melakukan aktivitas seperti biasa. Setelah selesai bersiap-siap Ziena segera turun. Ia sudah tidak lagi menyiapkan segala keperluan suaminya dan Ziena sudah tidak peduli akan apa yang dilakukan suaminya di luar sana. Ia benar-benar mengubur dalam-dalam semua perasaan yang ada untuk suaminya.
Ziena hanya mengangguk dan melanjutkan makannya. Ia tidak lagi mengantar suaminya ke depan seperti biasanya. "Bu Inah saya berangkat dulu" ucap Ziena
"iya hati-hati nona, nanti siang nona mau ibu masakan apa?"
__ADS_1
"gak usah Bu nanti saya pulang sore"
Ziena kemudian berlalu pergi ke depan karena sopir pribadinya sudah menunggu di depan. Ia hanya melewati suaminya tanpa menyapa. Sejujurnya ada perasaan tidak nyaman saat ia harus bersikap seperti ini, tapi ini yang suaminya minta padanya dulu dan ini untuk kebaikan dirinya juga agar tak terlalu dalam menaruh cinta pada Dylan.
Dylan juga merasakan hal yang sama. Ia tidak suka melihat sikap Ziena terhadapnya. Mungkin ia terlalu terbiasa nyaman dengan sikap istrinya yang peduli dan perhatian kepadanya. "kita berangkat sekarang pak" ucap Dylan
Bu Inah yang melihat dari balik jendela merasa sedih. Ia memang tidak tahu apa masalah yang sedang terjadi di antara rumah tangga majikannya. Yang Bu Inah tahu kemarin hanyalah nonanya akan pergi ke pengadilan untuk menggugat cerai tuannya, tapi apa yang terjadi ia tidak tahu.
Biasanya Ziena selalu memaksa membantu Bu Inah untuk menyiapkan segala sesuatu keperluan Dylan. Tapi setelah pertengkaran yang terjadi kemarin Ziena benar-benar berubah. Ia tidak lagi memaksa untuk membantu menyiapkan keperluan suaminya dan itu membuat Bu Inah menjadi sedikit heran bercampur khawatir. Bahkan tadi Ziena segera menyuruh Bu Inah untuk menyiapkan baju kerja suaminya. "ya Allah sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan dan nona?" batin Bu Inah
__ADS_1