Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 9


__ADS_3

siang ini papa Juna dan mama ana akan berkunjung ke mansion Ziena untuk menentukan tanggal pernikahan antara Dylan dan ziena.


"selamat datang non Nana" sapa bi Ani


"apa keluarga Cakradara sudah datang?" tanya Ziena yang baru datang


"belum non mungkin sebentar lagi" jawab bi Ani


"kalau begitu aku mau siap-siap dulu bi, nanti kalo mereka sudah datang antar mereka ke ruang keluarga" ucap ziena sambil berjalan memasuki kamarnya


"baik non Nana" jawab bi Ani


tak beberapa lama pintu diketuk


tok tok tok


bi Ani membukakan pintu dan menyambut kedatangan keluarga Cakradara.


"selamat datang tuan dan nyonya Cakra" sapa bi Ani


"iya bi" jawab mama ana


"mari masuk" ucap bi Ani


mereka masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga. beberapa pelayan sudah datang membawakan minuman dan camilan.


"silahkan dinikmati tuan dan nyonya Cakra" ucap salah satu pelayan


"iya terima kasih" jawab mereka bersamaan


"bi Ani di mana Nana?" tanya mama ana


"non Nana sedang bersiap-siap nyonya" jawab bi Ani


"saya panggilkan dulu non Nananya nyonya" lanjut bi Ani dan berjalan menuju kamar Ziena


tok tok tok


"non Nana tuan dan nyonya Cakra sudah datang" ucap bi Ani


"iya bi sebentar lagi aku keluar" jawab Ziena


"baik nona" jawab bi Ani


tak lama pintu kamar di buka, ziena keluar dengan penampilan yang modis ia memakai celana jeans panjang dan atasan blouse lengan panjang warna biru laut dengan motif bunga-bunga.


"ayo bi kita turun" ucap ziena


"ayo non" jawab bi Ani


mama ana yang melihat penampilan Ziena begitu kagum.


"hallo Om Tante" sapa Ziena


"wah kamu cantik sekali sayang" ucap mama ana


"terima kasih Tante" jawab Ziena dengan tersenyum


"oh iya om ingin membicarakan kapan tanggal pernikahan kalian dan di mana acaranya nanti" ucap papa Juna


"iya om saya nurut aja" jawab Ziena


"baiklah om sudah memutuskan seminggu lagi pernikahan kalian akan dilangsungkan" ucap papa Juna


"apa tidak terlalu cepat om" jawab Ziena


"bahkan belum ada persiapan untuk pernikahan ini" lanjut Ziena

__ADS_1


"ini tidak cepat sayang" jawab mama ana


"kamu tenang saja om sudah menyiapkan semuanya" lanjut papa Juna


"tapi saya baru lulus om dan saya juga belum mengenal anak om" jawab ziena


"sayang kamu akan mengenal anak tante setelah menikah nanti" jawab mama ana


"dan masalah kamu yang baru lulus kamu gak usah khawatir Tante dulu menikah sama om pas di hari kelulusan Tante" lanjut mama ana sambil tersenyum


"baiklah Nana nurut saja" jawab Ziena


"Tante sudah menyiapkan gaun pengantin untukmu sayang" ucap mama ana


"iya Tante" jawab Ziena


"nanti sore gaunnya akan Tante kirim ke sini sayang" ucap mama ana


"tapi harus segera kamu coba ya supaya kalo ada kurang biar bisa segera dibenahi" lanjut mama ana


"iya Tante" jawab Ziena


"dan om juga sudah menentukan di mana tempat pernikahannya nanti dilangsungkan" ucap papa Juna


"memangnya di mana om?" tanya Ziena


"pernikahan kalian akan dilangsukan di hotel milik Cakra" jawab papa Juna


"saya terserah om dan tante saja" jawab Ziena


papa Juna dan mama ana hanya tersenyum.


"kalau begitu om dan tante pamit pulang dulu ya sayang" ucap mama ana


"kenapa buru-buru Tante" jawab Ziena


"nanti sore gaunnya Tante anter dan harus segera kamu coba ya" lanjut mama ana


"iya Tante" jawab Ziena


"kalau begitu om dan tante pamit dulu ya" ucap papa Juna


"iya om" jawab Ziena sambil mencium tangan papa Juna dan berganti ke mama ana


setelah kepergian papa Juna dan mama ana Ziena berjalan ke kolam samping rumah.


Ziena duduk sambil menikmati segelas es coklat dan memandang ikan-ikan yang berenang ke sana ke mari.


tampak tumbuhan dan beberaoa bunga yang tertanam di pinggir kolam serta tanaman yang bergantungan di tembok menambah kesan asri dan cocok untuk menenangkan pikiran.


"apa keputusanku sudah tepat" batin Ziena


"non Nana" sapa bi Ani


"ah iya bi" jawab Ziena yang baru tersadar dari lamunannya


"non Nana kenapa melamun?" tanya bi Ani


"tidak bi" jawab Ziena


"non nana tidak usah berbohong sama bibi" jawab bi Ani


"kemarilah bi duduklah di sini" jawab Ziena sambil menepuk kursi di sebelahnya


"jadi kenapa non Nana melamun?" tanya bi Ani yang baru duduk


"aku hanya memikirkan apa keputusanku sudah benar untuk menikah" jawab Ziena

__ADS_1


"ikutilah sepeti air mengalir" ucap bi Ani


"maksud bibi apa?" tanya Ziena


"kita tidak tau non apa keputusan kita sudah benar apa salah yang penting ikuti saja seperti air mengalir" jawab bi Ani


"begitukah bi" jawab Ziena diangguki bi Ani


"aku hanya takut jika dipernikahanku ada apa-apa bi apalagi aku menikah di usia muda" lanjut Ziena


"non percayakan semua pada yang di atas" jawab bi Ani dan diangguki Ziena


"non dengarkan bibi, jika non Nana sudah menikah nanti non Nana harus mempertahanan pernikahan non Nana jangan biarkan seseorang masuk" ucap bi Ani sambil menggenggam tangan Ziena


"maksud bibi apa?" tanya Ziena


"bibi hanya memberi nasehat non dan jangan pernah lupakan nasehat bibi ya non" jawab bi Ani


"iya bi" jawab Ziena


di saat ziena dan bi Ani berbincang salah satu pelayan datang.


"permisi nona" ucap pelayan


"iya ada apa" jawab Ziena


"ada pegawai dari butik membawa gaun nona" jawab pelayan


"katanya dari nyonya Cakradara nona" lanjut pelayan


"suruh mereka masuk dan bawa gaunnya ke dalam kamarku" jawab Ziena sambil bangkit berjalan masuk


setelah selesai mencoba gaunnya beberapa orang dari butik izin pamit.


"kalau begitu kami pamit dulu nona" ucap salah satu pegawai butik


"iya" jawab Ziena


"gaunnya akan kami bawa dulu nona untuk sedikit diperbaiki" ucap pegawai butik


"oh begitu" jawab Ziena


"nanti saat H-nya gaun akan kami bawa ke tempat dilangsungkannya pesta pernikahan" jawab pegawai butik


"baik terima kasih gaunnya Sangat indah" ucap ziena sambil tersenyum


"terima kasih nona" jawab pegawai butik sambil membalas senyuman Ziena


setelah pegawai butik pergi Ziena bergegas membersihkan diri dan tak lupa menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.


setelah selesai Ziena turun ke bawah untuk makan malam.


"bi setelah makan aku mau istirahat jadi jangan ada yang mengganggu" ucap ziena yang baru selesai makan


"baik non" jawab bi Ani


"baik nona" jawab beberapa pelayan yang ada di situ


Ziena pergi berjalan menuju kamarnya saat sudah masuk Ziena berjalan menuju balkon.


di gesernya pintu kaca itu, hembusan angin menerpa rambut panjang Ziena.


Ziena duduk memang langit dari balkonnya, Ziena menghirup angin dalam-dalam dan mengembuskan ya perlahan.


"Nana rindu kalian" batin Ziena sambil menatap bintang-bintang di langit


cukup lama Ziena duduk menatap langit hingga akhirnya ia memutuskan untuk masuk dan mengistirahatkan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2