
Dylan berjalan mendekati kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang keluarga. "mama sama papa lagi lihat apa sih?" tanya Dylan penasaran
"sini nak, mama sama papa lagi lihat foto-foto hasil dekorasi pernikahan kamu" jawab mama Ana
Dylan duduk di samping mama Ana, ia sedikit melirik layar ponsel mamanya yang memperlihatkan foto hasil dekorasi di beberapa sudut ruangan hotel. "mama sama papa kelihatan bahagia banget" batin Dylan ikut tersenyum
"kamu kenapa senyum-senyum sendiri nak?" tanya mama Ana
"gak kok ma, siapa yang senyum-senyum sendiri" elak Dylan
"ah mama tau pasti kamu seneng kalo besok mau nikah, iya kan" ledek mama Ana
"biasa aja kok ma" jawab Dylan beranjak dari duduknya
"loh kamu mau ke mana nak?" tanya mama Ana
"Dylan mau ke atas, mau ngerjain beberapa tugas kantor ma" jawab Dylan
"gak bisa ditunda dulu pekerjaan mu?" tanya mama Ana
Dylan kembali duduk di sebelah mamanya. "gak bisa ma, mama sendiri sih tadi gak bolehin Dylan berangkat ke kantor, ya alhasil Dylan harus ngerjain tugas kantornya di rumah" jawab Dylan
"ya kamu kan mau nikah nak" jawab mama Ana
"iya ma, ya udah Dylan ke atas dulu ya ma pa" ucap Dylan dan diangguki mama Ana dan papa Juna
Dylan berjalan menuju kamarnya. "gak nyangka besok aku mau nikah aja" batin Dylan sambil menaiki anak tangga
di dalam kamar Dylan membuka laptopnya dan mulai fokus mengerjakan tugas-tugas kantor.
saking fokusnya, Dylan sampai tidak sadar jika hari sudah malam. "jam berapa ya sekarang" ucap Dylan sambil meregangkan otot-ototnya
ia melihat jam di dinding. "astaga udah jam 6 malam" ucap Dylan terkejut
ia segera masuk ke dalam kamar mandi setelah itu melaksanakan sholat Maghrib.
tok tok tok
"tuan muda waktunya makan malam" ucap pak Han
__ADS_1
"iya pak sebentar" jawab Dylan dari dalam
"baik tuan muda" jawab pak Han dan segera pergi
Dylan segera menunaikan ibadahnya setelah selesai dengan kewajibannya, Dylan segera turun untuk makan malam bersama. "malam pa ma" sapa Dylan
"malam" jawab papa Juna dan mama Ana
Dylan segera duduk di tempatnya dan menikmati makan malamnya.
selama makan malam berlangsung tidak ada suara selain suara sendok yang menyentuh piring.
drrrt drrrt drrrt
suara dering ponsel papa Juna
"papa sudah selesai, mau angkat telfon dulu, kalian lanjutkan makannya" ucap papa Juna yang sudah selesai makan
"iya pa" jawab Dylan yang masih melanjutkan makannya
papa Juna pergi meninggalkan meja makan. "ma Dylan mau ke atas ya, Dylan udah selesai makannya" ucap Dylan dan langsung berdiri dan diangguki mama Ana
Dylan mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di dalam kamarnya sambil membuka ponsel miliknya. "ke mana sih Mela dari tadi pesanku gak dibales-bales" batin Dylan
karena tidak ada pesan dari Mela Dylan menaruh ponselnya di atas meja dan berjalan mendekati pintu yang menjadi pembatas antara kamar dan balkonnya
perlahan Dylan membuka pintu yang terbuat dari kaca itu, angin sepoi-sepoi berhembus masuk ke dalam kamarnya.
Dylan mendudukkan dirinya di kursi kayu yang menghadap langsung ke taman belakang. "bukannya itu mama, ngapain malam-malam begini di taman?" batin Dylan sambil bertanya-tanya pada dirinya sendiri
"ku hampiri saja lah" ucap Dylan berbalik berjalan menuju taman belakang
"ma" sapa Dylan dari belakang
mama Ana berbalik menghadap Dylan. "iya ada apa nak?" tanya mama Ana
"mama ngapain malam-malam begini malah duduk di taman?" tanya Dylan yang sudah duduk di samping mama Ana
"gak apa-apa sih, mama cuman suka aja duduk-duduk menikmati keindahan malam hari" jawab mama Ana
__ADS_1
"mama sering ngelakuin hal begini?" tanya Dylan yang bingung dengan mamanya
mama Ana hanya mengangguk. "biasanya mama duduk-duduk begini sama papa sambil nikmati pemandangan terus ngobrol-ngobrol gitu nak" jawab mama Ana
"oh, papa masih terima telfon ma?" tanya Dylan dan diangguki mama Ana
"kamu sendiri kenapa ke mari?" tanya mama Ana balik
"tadi Dylan lihat mama duduk sendiri di sini, ya udah Dylan samperin" jawab Dylan, mama ana hanya menganggukkan kepalanya
"kamu gak istirahat nak? besok kamu kan nikah, acaranya juga banyak butuh stamina yang banyak juga" ucap mama Ana
"Dylan belum ngantuk ma" jawab Dylan
"kenapa? kamu nervous ya nak?" tanya mama Ana sambil meledek
"Dylan biasa aja kok ma, orang Dylan juga gak ada perasaan sama dia" jawab Dylan spontan
seketika mama Ana menatap putranya lekat-lekat. "nak jangan bicara seperti itu lagi ya, jangan bicara seperti itu apa lagi di depan istri mu nanti" ucap mama Ana lembut
"Dylan emang gak ada perasaan sama dia ma, terus kenapa Dylan gak boleh bilang jujur begitu sama dia?" tanya Dylan ketus
"nak perkataan mu bisa menyakiti hatinya, mama yakin suatu saat kamu akan jatuh hati padanya" jawab mama Ana lembut
mama Ana spontan memeluk Dylan sambil mengucapkan sesuatu di telinga Dylan. "besok kamu menikah nak, setelah itu kamu menjadi kepala keluarga sekaligus suami bagi istri mu dan ayah dari anak-anakmu nantu, mama harap kamu lebih bertanggung jawab ya nak" ucap mama Ana lembut di telinga Dylan
mama Ana melepas pelukannya pada Dylan. "mama percaya sama kamu nak" ucap mama Ana lagi
Dylan hanya terdiam mendengar perkataan dari mamanya. mama Ana mengambil selembar foto kecil dari dalam saku pakaiannya dan menaruh di atas meja.
"itu foto calon istri mu, mama tau kamu belum pernah melihatnya" ucap mama Ana sebelum beranjak pergi meninggalkan Dylan
Dylan mengambil foto itu dan menatap cukup lama. "lucu" puji Dylan tanpa sadar
"astaga apa-apa sih aku ini" ucap Dylan sambil menepuk-nepuk pipinya
"sepertinya aku harus segera tidur" lanjut Dylan
ia bangkit dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam sambil membawa foto tersebut.
__ADS_1
sampai di dalam kamar Dylan memasukkan foto Ziena di dalam laci samping tempat tidurnya dan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.