Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 52


__ADS_3

Setelah selesai makan Ziena segera keluar dari restoran terlebih dahulu meninggalkan Dylan di belakangnya. Melihat suaminya berjalan begitu lambat membuat Ziena kesal. Ia berjalan menghampiri Dylan dan menggenggam tangan suaminya. "mas Dylan jalannya lambat banget kayak siput berusia ratusan tahun saja" ucap Ziena sambil menyeret Dylan memasuki toko permen


"siput? kamu menyamakan aku dengan siput? yang benar saja na kamu saja yang jalannya cepat-cepat" protes Dylan yang masih setia mengikuti arah istrinya berjalan


Ziena tak menghiraukan ucapan Dylan dan terus menyeret suaminya ini untuk ke toko permen yang begitu manis di matanya dan menggugah jiwa anak-anaknya. Maklum saja Ziena dituntut dewasa sebelum usianya makannya terkadang jiwa anak yang seharusnya ia rasakan dulu tiba-tiba muncul begitu saja setelah melihat hal-hal manis seperti ini.


Di toko permen ini jiwa anak-anak Ziena mulai keluar. Ia meminta berbagai jenis permen dan menyuruh Dylan membawanya. Di depan toko permen terdapat stand minuman susu yang di racik dengan berbagai rasa, tanpa rasa dosa Ziena meminta Dylan untuk mengantri membeli minuman susu itu. "mas beli itu ya" tunjuk Ziena dengan wajah cengengesan


Dylan hanya mengangguk pasrah sedangkan Ziena duduk disalah satu kursi kosong sambil menikmati berbagai jenis permen yang ia beli. "*a*ku tawari beli baju dia malah milih beli makanan, aku sudah mirip seperti bapaknya ketimbang suaminya" batin Dylan geleng-geleng melihat tingkah istrinya yang bisa berubah-ubah seperti cuaca


Setelah mengantri cukup lama sekarang giliran Dylan untuk memesan. Ia segera mengucapkan apa yang ia pesan dan tak terlalu lama pesanan pun jadi. Dylan berjalan ke arah Ziena sambil membawa pesanan yang Ziena minta. "loh mas Dylan gak?" tanya Ziena yang melihat Dylan hanya membawa satu susu racik

__ADS_1


Dylan menggelengkan kepalanya. "gak na saya lebih suka susu yang murni" bisik Dylan dengan senyum menggoda


"murni bagaimana mas, susu ini juga murni dari sapi perah" ucap Ziena polos


Ziena benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan suaminya ini yang ia pikir sekarang adalah susu racik dan permen yang ada dihadapannya. "sudahlah nanti di rumah akan aku kasih edukasi khusus untukmu" balas Dylan tidak mau memperpanjang ucapannya


"ok mas" jawab Ziena enteng sambil meneguk susu dan mengedarkan pandangannya


Sambil menunggu istrinya selesai menghabiskan minuman Dylan mengeluarkan ponsel miliknya dan berniat membuka salah satu pesan yang masuk tapi belum sempat membuka ponselnya suara Ziena yang memanggil namanya membuat Dylan mengurungkan niatnya. "mas Dylan ayo kita ke sana" ucap Ziena dengan antusias


Ziena menganggukkan kepalanya sambil menenteng plastik berisi permen yang ia beli tadi dan berlari menuju toko kue itu tanpa menunggu Dylan. "sungguh merepotkan sekali tingkah istriku ini" ucap Dylan sembari menyusul Ziena

__ADS_1


"na kamu jangan langsung pergi gitu dong harus tunggu aku dulu" ucap Dylan sedikit kesal


"maaf mas aku salah, aku kalau lihat kue-kue yang manis begini pasti lupa semuanya" jawab Ziena tertunduk


"besok-besok jangan diulangi lagi, iya udah ayo kita masuk tapi habis ini kita pulang ya" ucap Dylan dan diangguki Ziena


Tak pikir panjang setelah masuk ke dalam toko Ziena langsung menunjuk kue-kue yang ia inginkan dan tak lupa kue yang wajib ada di daftar menu jajanannya dan menjadi favoritnya sejak kecil yaitu donat, saking menjadi favoritnya ia memesan donat sedikit lebih banyak ketimbang kue yang lainnya. "kenapa donatnya lebih banyak?" tanya Dylan yang heran melihat Ziena memesan donat lebih banyak


"karena aku suka donat" jawab Ziena


"kamu menyukai kue donat?" tanya Dylan memastikan

__ADS_1


"iya sangat sangat sangat menyukai bahkan saat aku sedang marah ke seseorang bila seseorang itu memberiku donat pasti aku gak jadi marah" jelas Ziena sambil mengingat kenangannya dulu ketika sedang merajuk


"baiklah akan aku ingat" batinnya sembari tersenyum menatap Ziena


__ADS_2