Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 15


__ADS_3

setelah melaksanakan sholat Maghrib Ziena turun untuk makan malam bersama. Di meja makan sudah ada om Irfan dan ricko yang menunggu kedatangan Ziena.


"di mana bi Ani?" tanya Ziena yang baru datang


"bi Ani sedang membuat coklat dingin untuk nona dan jus buah untuk kami berdua nona" jawab om Irfan dan diangguki Ziena


ricko berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati kursi di samping ziena. "aku duduk di sini ya na" ucap ricko tersenyum


Ziena hanya memandang ricko sekilas tanpa menjawab perkataan ricko. ricko yang merasa kesal di acuhkan Ziena tanpa sadar tangannya mengacak-acak rambut Ziena.


"kenapa kau mengacak-acak rambutku hah" teriak Ziena kesal


"salah siapa kau mengacuhkan aku terus" jawab ricko santai


ziena hanya diam karena yang dikatakan ricko memang benar, sejak ricko pergi melanjutkan sekolahnya ke luar kota ziena terus mengacuhkan ricko.


Ziena sendiri juga bingung kenapa ia harus mengacuhkan ricko padahal jelas-jelas ricko memang tak salah, tapi karena ia merasa ditinggalkan oleh ricko yang sudah ia anggap sebagai kakak laki-lakinya itulah yang membuat ia marah dan berujung mengacuhkan ricko sampai saat ini.


"hei na kenapa kau diam?" tanya ricko


"tak apa-apa kak" jawab Ziena yang mulai sadar akan sifat buruknya yang mengacuhkan ricko


"kakak? kau tadi memanggilku kakak na, berarti kau sudah tidak marah lagi kepada ku?" tanya ricko menatap Ziena


"marah? memang siapa juga yang marah kepadamu?" tanya Ziena balik


"ya kaulah na, selama ini kau kan selalu mengacuhkan aku" jawab ricko


"sudahlah kau mau makan malam apa mau terus bicara kak" jawab Ziena


"ya makanlah na" jawab ricko


ricko menatap makanan yang sudah tersaji di atas meja makan. "kenapa banyak sekali menu makan malamnya? memangnya ada acara apa? tanya ricko yang merasa heran


"makan malam ini khusus untuk menyambut kepulangan den ricko" ucap bi Ani yang berdiri di samping ziena


"benarkan bi? wah ternyata adikku Nana ini masih peduli terhadapku ya" jawab ricko yang tanpa sadar tangannya kembali mengacak-acak rambut Ziena


"kak ricko" teriak Ziena


"maaf-maaf kak ricko lupa" jawab ricko cengengesan

__ADS_1


om Irfan yang sedari tadi diam menyaksikan perdebatan kedua orang di depannya akhirnya mulai membuka suara untuk menengahi perdebatan mereka. "sudah-sudah kalau kalian terus bertengkar kapan kita mulai makan malamnya" ucap om Irfan


"iya om maaf" jawab ricko dan Ziena bersamaan


"bi Ani duduklah, kita makan malam bersama" ucap Ziena


bi Ani tampak ragu menuruti perkataan Ziena untuk makan malam bersama, Ziena yang melihat gelagat bi Ani langsung elanjutkan ucapannya. "tidak ada penolakan" lanjut Ziena yang tau akan penolakan bi Ani


"baik non" jawab bi Ani pasrah


suasana makan malam berjalan dengan tenang, Ziena menyelesaikan makan malamnya dengan cepat. setelah makan malam ia hendak menuju taman belakang


"aku sudah selesai, aku mau ke taman belakang dulu" ucap Ziena


"ada apa nona ke taman belakang?" tanya om Irfan penasaran


"hanya ingin cari angin saja om" jawab Ziena dan diangguki om Irfan


"non Nana mau bibi bawakan camilan?" tanya bi Ani


"tak usah bi" jawab Ziena yang langsung berjalan tanpa menunggu jawaban bi Ani


ricko yang melihat Ziena pergi langsung berdiri dan hendak menyusul namun tiba-tiba om Irfan memanggilnya.


"mau nyusul Nana om" jawab ricko


"nanti dulu ada sesuatu yang mau om bahas sama kamu, setelah itu baru susul nona" jawab om Irfan


"ya udah mau bahas apa om?" tanya ricko


"ayo ikut om ke ruang keluarga" jawab om Irfan dan diangguki ricko


Ziena menyandarkan kepalanya di kursi yang ada di taman sambil memandang langit yang penuh dengan bintang-bintang.


"jika salah satu dari bintang-bintang itu kalian, ku harap kalian dapat melihatku di sini" batin Ziena


pandangan Ziena beralih menatap bunga-bunga yang tertanam indah di tamannya sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah dan memainkan helai-helai rambutnya.


ricko yang melihat ziena duduk sendiri di taman akhirnya berjalan menghampiri. "sampai kapan kau akan terus duduk di sini" ucap ricko yang baru saja datang


"di sini sangat dingin sebaiknya kau masuk ke dalam na" lanjut ricko

__ADS_1


"duduklah dulu kak" jawab Ziena dan di turuti ricko, setelah ricko duduk Ziena melanjutkan ucapannya


"coba kak ricko pandang bintang-bintang itu sambil menutup mata dan nikmati angin sepoi-sepoi ini menerpa wajah kakak" ucap ziena lembut


ricko menuruti perkataan Ziena, ia mulai menatap bintang-bintang di langit sambil menutup matanya dan merasakan hembusan angin dingin menerpa wajahnya.


"sungguh tenang rasanya" ucap ricko yang masih menikmati hembusan angin


"apa kau sering melakukan ini na?" tanya ricko


"sangat sering" jawab ziena lirih dengan pandangan uang masih fokus menatap taman di depannya


ricko yang mendengar jawaban Ziena langsung berbalik menatap Ziena, ricko jelas tau maksud dari perkataan Ziena. "na" ucap ricko lirih


Ziena berbalik menatap ricko, pandangan mereka saling bertemu. lama ricko menatap mata Ziena sampai akhirnya ia memulai bicara.


"jika kamu menyimpan beban, rahasia, atau apapun itu yang membuatmu merasa menderita maka kamu harus menceritakannya supaya bebanmu sedikit terlepas na, jangan pernah berfikir kalau kamu sendiri" ucap ricko


"kak ricko bolehkan aku memeluk mu?" tanya Ziena yang langsung memeluk ricko tanpa menunggu jawaban dari orang yang dipeluknya.


"kau selalu boleh memeluk ku na" jawab ricko tersenyum


"aku selalu merasa jika kakak seperti papaku" ucap ziena


"kau boleh menganggap aku sebagai papa mu na asal kamu memanggil ku dengan sebutan kakak saja jangan papa" jawab ricko dengan tertawa


Ziena melepaskan pelukannya. "kau bisa saja kak" jawab Ziena yang mulai tertawa


"sudah ayo masuk na, sudah sangat malam di sini juga dingin" ajak ricko


"ayo kak" jawab ziena yang langsung berjalan meninggalkan ricko


"hei na tunggu" teriak ricko yang mengejar Ziena


"apa kak" jawab Ziena yang menghentikan langkahnya


"kau ini selalu main pergi aja" jawab ricko


"sudahlah kak aku mau istirahat dulu" ucap ziena yang langsung kembali berjalan memasuki mansion


"dan terima kasih kak" lanjutnya yang masih terus berjalan meninggalkan ricko di belakangnya

__ADS_1


"sama-sama na, aku juga senang bisa membuat mu sedikit tersenyum lagi" batin ricko


__ADS_2