Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 24


__ADS_3

pagi hari sekali Ziena sudah berangkat ke hotel tempat dilangsungkan acara pernikahannya, ia berangkat menggunakan mobil khusus dari keluarga Cakradara ditemani bi Ani sedangkan Ricko dan om Irfan mengikuti dari belakang menggunakan mobil mereka.


tidak butuh waktu lama untuk sampai di hotel karena jalanan yang masih sepi saat pagi hari dan jarak hotel yang tidak terlalu jauh. "selamat datang nona muda" sapa seorang pelayan yang membukakan pintu mobil Ziena


ziena segera turun bersama bi Ani. "mari saya antar nona" ucap pelayan itu sambil berjalan mendahului Ziena


Ziena masuk ke dalam salah satu kamar di hotel itu sedangkan bi Ani di antar masuk di kamar sebelah Ziena, di dalam sudah ada perias pengantin dan beberapa orang yang menunggu kedatangan Ziena. "halo nona nama saya Riri, saya yang akan merias anda hari ini" sapa si perias lembut


"halo mbak" jawab Ziena tersenyum


"mari nona saya akan mulai mendandani anda" ucap riri sambil mempersilahkan Ziena duduk


setelah Ziena duduk Riri langsung mulai merias wajah Ziena di bantu beberapa asistennya.


"wah nona sangat cantik" puji salah satu asisten Riri


"terima kasih" jawab Ziena lembut


"nona mari saya bantu memakai kebayanya" ucap Riri dan diangguki Ziena


setelah Ziena selesai dirias, ia di persilahkan duduk di kursi yang berada di sudut kamar. "nona silahkan duduk di sini, sambil menunggu acara di mulai" ucap Riri dan diangguki Ziena


beberapa asisten Riri menemani Ziena duduk sambil berbincang-bincang. "nona mau minum dulu" tawar Yuni asisten Riri dan Ziena hanya menggelengkan kepalanya


"mbak boleh minta tolong panggilan bi Ani bisa? tadi dia di bawa ke kamar sebelah" ucap ziena


"oh baik nona, sebentar saya panggilkan" jawab Yuni tersenyum


bi Ani masuk ke dalam kamar tempat Ziena di rias. "non Nana memanggil bibi?" tanya bi Ani yang baru masuk


"wah bi Ani cantik sekali" ucap ziena saat melihat bi Ani mengenakan kebaya dan sedikit riasan


"non Nana juga cantik, sama seperti nyonya Alida" jawab bi Ani tanpa sadar


mendengar jawaban dari bi Ani membuat Ziena terdiam. "non maaf bibi tidak bermaksud membuat non Nana sedih" ucap bi Ani saat melihat perubahan dari raut wajah


Ziena


"gak apa-apa kok bi" jawab Ziena sambil tersenyum

__ADS_1


"oh iya bi apa ada pesan dari teman-teman ku?" tanya Ziena


"iya ada, tadi non Rista kirim pesan tanya non Nana dirias di kamar mana, terus bibi kasih tau kalo non dirias di kamar ini" jawab bi ani


"ya sudah bi temani aku di sini" jawab Ziena


belum sempat bi Ani duduk di samping ziena, ketiga sahabat Ziena sudah masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu. "zie" sapa Rista di depan pintu


bi Ani segera izin keluar setelah melihat ketiga sahabat Ziena masuk. "non bi Ani keluar dulu ya" ucap bi Ani yang hendak pergi


"iya bi" jawab Ziena


"wah Ziena cantik banget" ucap Dea yang sudah duduk di samping ziena


"kalian baru datang?" tanya Ziena


"iya zie kita langsung masuk ke sini setelah di kasih tau bi Ani" jawab Rista


"zie foto dulu yuk" ucap Mila yang sudah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas


"ayo" jawab Ziena


"wah hasilnya bagus-bagus nih" ucap Mila sambil melihat foto-fotonya


"siap" jawab Mila


"zie kamu gugup?" tanya Rista yang melihat kegugupan Ziena


"sedikit" jawab Ziena


"udah santai aja zie, nih minum dulu biar gak gugup" jawab Rista sambil memberikan segelas air putih ke Ziena


"makasih Ris" jawab Ziena yang sudah sedikit meminum air putih yang diberikan Rista


untuk mengusir rasa gugupnya, Ziena sedikit berbincang-bincang dengan sahabatnya dan beberapa orang yang ada di dalam kamar. "non Nana mari keluar, acaranya sudah di mulai" ucap bi Ani yang baru membuka pintu


"sudah di mulai bi? tanya Ziena


"iya sudah di mulai" jawab mama Ana dari belakang bi Ani

__ADS_1


"mama Ana" ucap Ziena yang melihat mama ana


"wah mantu mama cantik sekali" jawab mama Ana dan Ziena hanya tersenyum


"ayo keluar acaranya sudah di mulai" ajak mama Ana sembari meraih lengan Ziena hendak menuntun Ziena berdiri


"bismillah ayo ma" jawab ziena


Ziena berjalan didampingi mama Ana dan bi Ani, sedangkan ketiga sahabatnya mengikuti dari belakang.


acara ijab qobul ini hanya di saksikan oleh kerabat dari orang tua Dylan dan ziena, dan beberapa kolega bisnis dari keluarga Cakradara.


beberapa kerabat memuji kecantikan Ziena yang berjalan mendekati Dylan. Dylan yang mendengar kedatangan dari calon istrinya ini langsung menoleh ke belakang untuk melihat langsung wajah dari calon istrinya ini.


"wah cantik" ucap Dylan tanpa sadar


Alex yang berada di dekat Dylan jelas mendengar ucapan dari sahabatnya itu. "sabar bro bentar lagi sah" ledek Alex


"apaan sih" jawab Dylan ketus


Ziena sudah duduk di samping Dylan. Dan proses ijab qobul pun di mulai. Dylan mengucapkan ijab qobul dengan lancar dan hanya perlu satu tarikan nafas saja


"sah" ucap para saksi


"Alhamdulillah" ucap para keluarga yang hadir


setelah itu Dylan dan Ziena menandatangani surat dan buku nikah, dilanjut serah terima mahar.


kemudian Dylan memasangkan cincin di jari manis Ziena dan begitu pula Ziena memasangkan cincin di jari manis Dylan.


Ziena pun mengikuti arahan dari salah satu petugas wedding organizer untuk mencium tangan Dylan dan Dylan mencium lama kening Ziena.


banyak kilatan kamera yang tak henti memotret momen bersejarah mereka meski Dylan hanya memasang wajah datarnya saja.


setelah acara ijab qobul selesai mama Ana membawa Ziena dan Dylan ke kamar yang sudah mereka siapkan. "kamu istirahat di sini dulu ya nak, sambil menunggu acara resepsinya nanti" ucap mama Ana di depan pintu kamar


"iya ma" jawab Dylan dan langsung masuk


"aku masuk dulu ya ma" ucap Ziena dan diangguki mama Ana

__ADS_1


di dalam tak ada percakapan antara Dylan dan ziena, mereka hanya diam dalam kegiatan masing-masing.


Dylan merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memainkan ponselnya sedangkan Ziena masuk ke dalam kamar mandi untuk melepas kebayanya.


__ADS_2