
Di depan kantor Aldar corporation telah berbaris beberapa orang penting perusahaan yang sedang menunggu kedatangan Ziena.
Hari ini suasana kantor sangat tegang pasalnya akan diadakan rapat yang membahas masalah pembangunan hotel di salah satu daerah.
Mobil Ziena berhenti di depan kantor Aldar, dengan cepat salah satu bodyguard Ziena membukakan pintu mobilnya.
Semua orang menunduk kepalanya saat Ziena keluar dari mobil, dia langsung berjalan masuk ke dalam kantor di ikuti Irfan sekretarisnya dan beberapa orang petinggi perusahaan.
Hari ini Ziena tampil dengan menggerai rambut panjangnya dan membiarkan poni menutupi dahinya. Menggunakan blazer warna merah dengan celana panjang semata kaki yang memiliki model tailored trousers menambah kesan elegan.
Tak lupa sepatu high heels warna hitam setinggi 7 cm dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mungilnya menambah kesan anggun dari Ziena.
Semua karyawan menatap Ziena dengan kagum ada juga yang penasaran siapa ziena, pasalnya Ziena diikuti oleh petinggi-petinggi di kantor. Mereka yang tau siapa Ziena akan menundukkan kapala mereka.
Banyak karyawan yang tidak tau wajah dari CEO mereka. Memang Ziena jarang datang ke kantor, ia lebih suka bekerja dari rumah ketimbang harus datang ke kantor.
Ziena datang ke kantor hanya seminggu 2 kali dan bila ada rapat penting saja jadi tak heran banyak karyawan yang tidak tau siapa Ziena itu. Hanya orang-orang penting dan yang sudah lama bekerja yang tau siapa Ziena itu.
Di dalam ruangan rapat sudah banyak orang yang menunggu kedatangan Ziena. Wajah mereka sangat cemas dan takut saat melihat kedatangan Ziena. "selamat pagi semua" sapa Ziena yang sudah berdiri di hadapan mereka semua
"pagi nona" jawab mereka bersamaan
"kita mulai rapat hari ini" ucap Ziena
Semua orang mempresentasikan hasil laporan mereka selama pembangunan hotel dengan sangat hati-hati.
Ziena memperhatikan laporan presentasi mereka dengan sangat teliti. Cukup lama waktu berjalan hingga presentasi sudah selesai.
"apa yang kalian kerjakan selama pembangunan ini?" tanya Ziena yang masih fokus membolak balikkan hasil laporan mereka
Pertanyaan Ziena terkesan santai tapi cukup membuat semua orang di dalam ruangan ini menjadi pucat dan berkeringat dingin. "kenapa hanya diam" ucap Ziena dengan dingin
Irfan yang melihat semua karyawan menunduk akhirnya membuka bicara. "nona mereka melakukan tugas sesuai dengan instruksi yang nona berikan" jelas Irfan dengan hati-hati
"jika sesuai dengan instruksiku maka pembangunan hotel sudah selesai dua Minggu yang lalu" jawab Ziena dengan tatapan tajamnya
"dan bagaimana bisa ada kebocoran dana di dalam pembangunan hotel ini jika sesuai dengan perhitungan" lanjut Ziena dengan nada sedikit membentak
"maafkan kami nona" ucap mereka bersamaan
"aku menggaji kalian 3 kali lipat dari perusahaan lain tapi kinerja kalian jauh dari yang aku harapkan, apa kalian masuk ke perusahaan ini hanya untuk main-main saja hah" bentak Ziena
Semua orang di dalam ruangan hanya menunduk tak berani mengangkat kepala mereka.
"masalah seperti ini saja kalian tak bisa mengatasinya bahkan sampai membuatku harus turun tangan langsung" lanjut Ziena dengan nada yang sedikit menurun
"kami benar-benar minta maaf nona, lain kali kami tidak akan mengulangi kesalahan seperti ini" ucap salah satu karyawan
"pak Irfan" ucap Ziena dengan tatapan masih fokus menatap tajam ke mereka
"iya nona" jawab Irfan yang berdiri di samping Ziena
"potong setengah gaji mereka selama 3 bulan ke depan" ucap Ziena dengan tegas
"baik nona" jawab Irfan
"aku tunggu hasil laporan kerja kalian selama pembangunan hotel ini dengan sangat terperinci, harus sudah ada di atas mejaku jam dua siang nanti, jika belum ada maka tanggung akibatnya" ucap Ziena dengan tegas sambil beranjak berjalan keluar.
Mereka semua yang berada di dalam ruangan seketika bernafas lega saat Ziena keluar. Tapi tidak bertahan lama karena saat mereka melihat jam seketika wajah mereka berubah menjadi pucat.
Bagaimana tidak pucat mereka hanya di beri waktu 1 jam oleh Ziena untuk menyelesaikan hasil laporan mereka selama pembangunan hotel.
Sebenarnya sekarang sudah masuk jam makan siang karena tugas dari Ziena mau tidak mau mereka harus menyelesaikannya dari pada mendapat masalah lagi, alhasil mereka semua tak makan siang.
Ziena sudah berada di ruangannya sambil membaca beberapa berkas di atas mejanya.
tok tok tok
suara pintu di ketuk oleh seseorang.
"masuk" ucap Ziena dari dalam
"ada apa om Irfan?" tanya Ziena sembari menatap Irfan di depannya
"sekarang jam makan siang sebaiknya nona segera makan" jawab Irfan
__ADS_1
"bawakan aku makanan dari kantin om" ucap Ziena
"baik nona saya permisi dulu" jawab Irfan sambil berjalan keluar
Ziena memutar kursinya hingga menghadap aquarium besar di belakangnya sambil menyandarkan kepalanya di kursi. "huft" Ziena menghembusan nafas dengan kasar
"sangat melelahkan" gumam Ziena sambil melamun menatap aquarium
Irfan yang sudah sampai di depan ruangan Ziena segera mengetuknya tapi beberapa kali Irfan mengetuk tidak ada jawaban dari Ziena.
Karena tidak ada jawaban dari Ziena akhirnya Irfan memutuskan untuk masuk ke dalam dan berjalan mendekati Ziena, dilihatnya Ziena sedang melamun menatap aquarium.
"permisi nona" ucap Irfan seketika membuyarkan lamunan Ziena
"ah iya om" jawab Ziena yang tersadar dari lamunannya
"ini nona makan siangnya" ucap Irfan memperlihatkan bungkusan makannya
"taruh di atas meja om" jawab Ziena dan Irfan langsung menaruh bungkusan itu di atas meja kerja Ziena
Setelah menaruh bungkusan itu Irfan hendak izin untuk kembali ke ruangannya. "kalau begitu saya permisi keluar nona" ucap Irfan setelah menaruh makanan itu
"tunggu sebentar om" jawab Ziena dengan cepat
"iya nona ada apa?" tanya Irfan mendekat ke arah Ziena
Ziena masih fokus menatap ikan arwana yang ada di dalam aquariumnya. "om apa kedua ikan arwana ku rutin diberi makan?" tanya Ziena
"ikan nona selalu rutin diberi makan nona" jawab Irfan
"siapa yang memberi makan?" tanya Ziena lagi
"salah satu OB nona" jawab Irfan
"mulai besok yang memberi makan ikan arwanaku adalah kamu om dan juga berikan makanan dengan kualitas terbaik" jawab Ziena dengan menatap Irfan
"sekarang pergilah om" lanjut Ziena
"baik nona" jawab Irfan sambil berjalan keluar
Ziena menghabiskan makan siangnya, setelah selesai menghabiskan ia melanjutkan pekerjaannya.
Setelah melihat jam di tangannya menunjukkan pukul setengah dua siang jadi masih ada tiga puluh menit untuk menunggu hasil laporan dari pembangunan hotel. "masih ada tiga puluh menit, lebih baik aku melanjutkan menggambarku toh pekerjaanku sudah selesai" gumam Ziena
Ziena mengeluarkan iPad dalam tas yang ia bawa dan mulai menggambar. Saat sedang menggambar tiba-tiba ponselnya berdering.
drrrt drrrt drrrt
suara dering ponsel Ziena
"siapa lagi ini yang telpon" gumam Ziena sambil mengambil ponsel dari dalam tasnya
Ziena melihat nama Rista yang tertulis di layar hpnya, tanpa pikir panjang Ziena menarik ke atas ikon telpon warna hijau.
"hallo zie" ucap Rista
"iya ada apa ris?" tanya Ziena
"aku cuman mau ngasih tau kamu kalo besok pengumuman kelulusan zie" jawab Rista
"oh iya aku udah baca tadi pengumumannya" jawab Ziena
"oh iya Dea sama Mila udah tau apa belum?" tanya Ziena
"udah zie tadi udah aku telpon kok" jawab Rista
"oh iya zie jangan lupa besok pengumumannya jam setengah delapan pagi jangan sampai telat ya" lanjut Rista
"iya Ris siap" jawab zeina
"ya udah kalo gitu aku tutup ya" ucap Rista sambil memutuskan sambungan
Ziena menaruh ponselnya di atas meja dan tak beberapa lama pintu diketuk seseorang.
tok tok tok
__ADS_1
"masuk" teriak Ziena
"permisi nona saya mengantarkan laporan hasil pembangunan hotel" ucap irfan
"bawa kemari" perintah Ziena
Ziena cukup lama membaca hasil laporan pembangunan hotel dengan teliti. "pak Irfan menurutmu siapa yang sudah berani bermain-main denganku?" tanya Ziena
"saya belum bisa memastikan nona" jawab Irfan
"tapi seperti dugaan nona, beberapa mata-mata kita melihat pak Adi melakukan pertemuan dengan Dedi secara rahasia" lanjut Irfan
"terus awasi mereka jangan sampai ada yang terlewatkan" ucap Ziena
"baik nona" jawab Irfan
"pak Irfan jam berapa sekarang?" tanya Ziena
"jam setengah tiga sore nona" jawab Irfan sambil melihat jam di tangannya
"aku akan pulang sekarang, jika ada hal yang penting temui aku di mansion" ucap Ziena sambil membereskan barang-barangnya
"baik nona, mari saya antar" jawab Irfan
"saya akan pulang sendiri, pak Irfan lanjutkan saja pekerjaannya" jawab Ziena dan langsung berjalan keluar tanpa menunggu jawaban dari Irfan
Ziena berjalan keluar menuju parkiran tempat mobilnya diparkiran. Ia mengendarai mobil dengan sangat santai sambil menikmati suasana kota.
Beberapa menit kemudian mobil Ziena memasuki kawasan mansionnya. Satpam yang berjaga segera membuka pintu gerbang.
Setelah selesai memarkirkan mobilnya di garasi Ziena berjalan masuk ke dalam mansion.
"selamat sore nona" sapa beberapa pelayan dan Ziena hanya menganggukkan kepalanya.
"selamat sore nona" sapa bi Ani
Ziena hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan melewati bi Ani. "bi Ani" ucap Ziena sambil berbalik menatap bi Ani
"iya nona" jawab bi Ani
"tolong buatkan aku nasi goreng telur dan coklat dingin bi dan taruh di meja ruang keluarga" ucap Ziena
"baik nona" jawab bi Ani tersenyum
Ziena berjalan memasuki kamarnya. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
"segarnya" gumam Ziena saat keluar dari kamar mandi
Dia berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaiannya. Setelah selesai berpakaian Ziena keluar menuju ruang keluarga.
"bi Ani" sapa Ziena sembari menepuk pundak bi Ani dari belakang
"ah iya nona" jawab bi Ani berbalik menatap ke belakang
"ini nona nasi goreng dan coklat dinginnya sudah siap" lanjut bi Ani
"iya terima kasih bi" jawab Ziena
"bi besok aku akan ke sekolah, tolong bangunkan aku pagi ya bi" ucap Ziena
"baik nona kalau begitu saya permisi" jawab bi Ani
"kemarilah bi temani aku makan, aku selalu makan sendiri bi maukah bibi menyuapiku seperti dulu" ucap Ziena dengan nada sendu
"iya non Nana bibi mau" jawab bi ani tersenyum sambil meneteskan air mata harunya
"kenapa bi Ani menangis?" tanya Ziena
"bibi tidak menangis non bibi hanya merasa senang non Nana menyuruh bibi menyuapi nona" jawab bi Ani
"bi Ani aku suka bi Ani memanggil ku dengan sebutan Nana, bisakah bibi memanggil ku dengan sebutan itu lagi?" tanya Ziena
"tentu saja non Nana" jawab bi ani sambil memeluk ziena
bi Ani menyuapi Ziena seperti anaknya sendiri sambil berbincang-bincang.
__ADS_1
"non Nana bibi senang non Nana mulai kembali seperti dulu, jujur non bibi sangat rindu dengan non Nana yang dulu" batin bi Ani sambil menatap Ziena