
"APA!" teriak Ricko
"kak Ricko jangan teriak-teriak, dengarkan dulu penjelasanku" ucap Ziena yang mulai kesal
"kau tega sekali na mau mengirim kakak ke sana, baru juga kakak kembali ke sini dan sekarang kamu mau mengirim kakak jauh ke sana selama lima bulan pula" jawab Ricko
"siapa yang mengatakan itu? kak Ricko di sana hanya lima hari bukan lima bulan, di sana kakak hanya akan mengurus masalah di kantor cabang dan bertemu dengan klien mewakili aku lalu kembali ke sini lagi" jelas Ziena
"syukurlah kalau begitu aku pikir kamu akan setega itu dengan kakakmu ini na" jawab Ricko
"apakah aku sekejam itu terhadap pekerjaku?" tanya Ziena dengan wajah kesal
"kau memang kejam kalau dengan ku na, bukan begitu om?" jawab Ricko sembari menoleh ke om Irfan dengan wajah cengengesannya
__ADS_1
Om Irfan memilih diam menunggu perdebatan mereka selesai. Tidak mau ikut campur ke dalam perdebatan dua orang ini adalah pilihan yang tepat bagi siapa saja yang berada di posisi om Irfan karena jika ada yang membuka suaranya maka perdebatan kedua kucing ini tidak akan pernah berhenti sebelum ada yang dengan sukarela mengalah.
Kebiasaan Ricko dan Ziena saat berdebat sudah menjadi rahasia umum di dalam mansion bahkan para pelayan yang melihat malah senang ketimbang memilih melerai, hanya bi Ani yang biasanya melerai mereka. Para penghuni mansion akan merasa bersyukur bila Ricko berada di dekat Ziena karena hanya Ricko yang mampu mengembalikan rasa emosional dalam diri Ziena. "sudah ku akhiri perdebatan ini aku capek jika berdebat denganmu kak" ucap Ziena yang memilih mengakhiri perdebatan ini dari pada meneruskan
"sekarang pulanglah Rick dan bersiap-siaplah nanti malam kau akan berangkat" ucap om Irfan mewakili Ziena
"APA! aku berangkat nanti malam" ucap Ricko dengan ekspresi dibuat seolah-olah terkejut dan tidak terima
"baiklah aku akan bersiap-siap tapi setelah tugasku selesai aku akan meminta libur selama seminggu" ucap Ricko sebelum pergi
Memang dalam hal ini Ricko sedikit kesal karena ia baru selesai menjalankan tugas dari om Irfan dan sekarang ia mendapat tugas lagi untuk menyelesaikan masalah di kantor cabang. "jalankan dulu tugasmu baru aku kabulkan keinginan mu kak" balas Ziena
"kau harus janji na" teriak Ricko karena jarak mereka sedikit jauh
__ADS_1
Ziena mengangkat tangannya dan menyatukan ujung jari telunjuk dan ujung jempolnya membentuk simbol ok. "oh iya om bagaimana keadaan mansion dan bagaimana kabar bi Ani, aku sudah lama tidak berkunjung rasanya aku begitu merindukan masa-masa sebelum menikah" ucap Ziena
"semua baik-baik saja nona, bi Ani selalu menanyakan kabar nona beliau sangat merindukan nona katanya" jawab om Irfan
"aku sudah lama tidak melihat keadaan mansion Om beritahukan bi Ani besok aku akan berkunjung" balas Ziena
"baik nona" jawab om Irfan
"om kalau begitu aku pamit mau pulang ke rumah" pamit Ziena sambil merapikan tasnya
"nona besok akan saya jemput jam delapan pagi" ucap om Irfan sebelum Ziena keluar
"ok om tapi jangan terlihat mencolok" balas Ziena tanpa menolak, karena kalaupun ia menolak pasti om Irfan akan tetap mengirim sopir pribadi untuk menjemputnya
__ADS_1