
pagi hari Ziena membuka matanya. Ia melihat sebuah tangan melingkar di perutnya. Ia pun sedikit mendongakkan kepalanya ke atas dan melihat dengan jelas wajah Dylan. Karena terkejut Ziena mendorong tubuh Dylan dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya dan hanya memperlihatkan wajahnya.
"kyaaaaak! mas Dylan kenapa memeluk ku?" tanya Ziena dengan berteriak
Dylan terbangun karena mendengar teriakkan Ziena. Ia mendudukkan dirinya dan menghadap ke Ziena. "kenapa mesti teriak-teriak sih" ucap Dylan berusaha membuka matanya dengan lebar
"kenapa mas Dylan memeluk ku tadi?" tanya Ziena lagi
"coba kamu inget lagi kemarin malam kamu ngapain?" tanya Dylan sembari menatap Ziena
Ziena pun mencoba mengingat-ingat kejadian kemarin malam dan betapa malunya ia saat sudah mengingat kejadian kemari malam. Karena bermain hujan-hujanan kemari sore membuat tubuh Ziena kedinginan saat tengah malam dan tanpa sadar ia dulu yang mulai memeluk tubuh Dylan untuk mencari kehangatan. Dan sekarang dirinya malah menuduh Dylan yang salah. "bagaimana sudah ingat apa belum?" tanya Dylan yang melihat Ziena menutup wajahnya dengan selimut
Ziena membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan berlari menuju kamar mandi karena malu. "iya aku sudah ingat" jawab Ziena saat berlari ke kamar mandi tanpa menoleh ke Dylan
Dylan pun tertawa melihat tingkah laku Ziena saat malu. "gemes juga lihat dia kalo malu begini" ucap Dylan sambil menyandarkan punggungnya
Ia kemudian mengambil telponnya di atas nakas dan menghubungi Alex untuk menyiapkan rumah yang akan ia tempati nanti siang. "mas Dylan" panggil Ziena sambil sedikit membuka pintu kamar mandi
__ADS_1
"hmmm" jawab Dylan tanpa melihat Ziena
"mas Dylan" panggil Ziena lagi
Dylan pun menoleh ke arah Ziena. "iya ada apa" jawab Dylan
"boleh minta tolong ambilkan baju ganti untuk ku" ucap Ziena sedikit malu
"gak bisa aku masih sibuk" jawab Dylan pura-pura sibuk dengan handphonenya
"jahat" ucap Ziena dengan kesal dan langsung menutup pintu kamar mandi
Dylan yang sedang membalas pesan dari Alex di buat terkejut karena melihat Ziena keluar menggunakan handuk yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. "astaga benar-benar dia ini" batin Dylan menahan hasratnya
setelah selesai mandi Ziena keluar dengan menggunakan pakaian yang ia ambil tadi. Ia menggunakan dress pendek model backless off shoulder warna kuning dengan motif bunga-bunga dan menguncir kuda rambut panjang. "kita sarapan di dalam kamar aja" ucap Dylan setelah melihat Ziena keluar kamar mandi
"kenapa?" tanya Ziena yang masih berdiri di dekat tempat tidur
__ADS_1
"kamu kan belum menyiapkan barang-barang yang mau kamu bawa buat nanti" jelas Dylan
"lagi pula sekarang sudah lewat jam makan paginya" lanjut Dylan lalu bangun dan berjalan menuju kamar mandi
"ya udah aku ambilkan sarapannya" ucap Ziena
"gak usah nanti ada pak Han yang bawa ke mari" balas Dylan dari dalam kamar mandi
Ziena kemudian menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa nanti dan menyiapkan pakaian untuk Dylan.
tak lama kemudian pak Han membawakan sarapan ke kamar mereka, Ziena menaruhnya di atas meja setelah itu ia mengambil salah satu buku dan membacanya sembari menunggu Dylan selesai mandi.
Ziena sedikit terkejut melihat Dylan yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dan dengan cepat ia segera mengalihkan perhatian dengan berpura-pura fokus membaca. "kenapa cuman pakai handuk aja sih kalo keluar" batin Ziena
Dylan sedikit tersenyum saat melihat Ziena berpura-pura fokus membaca. "kamu harus terbiasa lihat pemandangan kayak begini" ucap Dylan yang sudah selesai berpakaian dan berjalan mendekati Ziena
"iya" balas Ziena dengan malu
__ADS_1
"ya udah ayo kita makan setelah itu kita turun" ucap Dylan dan Ziena pun mengangguk