
tok tok tok
bi Ani mengetuk pintu ruangan Ziena. "non di bawah ada teman-teman non Nana" ucap bi Ani yang berdiri di depan pintu
Ziena melepas kacamata anti radiasinya dan beralih menatap bi Ani. "teman-teman ku?" tanya Ziena bingung, pasalnya ia tidak membuat janji bertemu dengan teman-temannya hari ini
"iya non" jawab bi Ani
"suruh tunggu sebentar bi" ucap Ziena dan diangguki bi Ani
Ziena segera merapikan tumpukan berkas yang sedikit berantakan setelah itu ia segera turun untuk menemui sahabatnya.
"ada apa nih kalian datang kemari" ucap ziena yang baru sampai di ruang tamu
"ada deh, sini zie kita punya sesuatu" jawab Mila
Ziena berjalan duduk di samping Mila. "apaan?" tanya Ziena
"Ta Da" ucap Mila dengan bangga sambil membuka tas milik Dea
"mie samyang" jawab Ziena dengan mata berbinar-binar
"ayo kita masak mienya" ajak Dea
"ayo" jawab Ziena sambil berjalan mendahului menuju dapur
di dapur ada beberapa pelayan yang sedang menyiapkan camilan dan minuman untuk mereka. "nona" sapa pelayan sambil menundukkan kepala
"nona ada keperluan apa ke dapur?" tanya pelayan lainnya
"aku ingin masak" jawab Ziena
"biar kami saja nona, ini sudah menjadi tugas kami" jawab pelayan itu
"tidak perlu aku ingin masak bersama sahabat-sahabat ku" jawab Ziena
sebelum pelayan itu menjawab dengan cepat Ziena melanjutkan ucapannya. "kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian" lanjut Ziena
"baik nona" jawab para pelayan dengan pasrah
Ziena dan ketiga sahabatnya segera memasak mie samyang yang mereka bawa sambil bersenda gurau tanpa memperdulikan orang di sekitarnya.
tanpa Ziena sadari bi Ani dan beberapa pelayan melihat kehangatan yang Ziena tunjukkan kepada ketiga sahabatnya ini. "bi Ani saya sangat senang melihat nona begitu bahagia bersama teman-temannya" ucap salah satu pelayan
"non Nana dulu seperti itu, sangat hangat dengan orang di sekitarnya" jawab bi Ani
"tapi setidaknya non Nana sudah sedikit berubah tidak sedingin dulu" lanjut bi Ani
"benar bi Ani" jawab pelayan itu
"ya sudah bi kami mau melanjutkan pekerjaan kami dulu" ucap pelayan lainnya dan diangguki bi Ani
__ADS_1
"zie makan di taman belakang aja ya" ajak Mila sambil membawa nampan berisi mie buatannya
"iya mil" jawab Ziena
Ziena beralih menatap pelayan yang sedang menyiapkan camilan dan minuman untuk mereka. "kamu simpan dulu camilannya, nanti setelah aku selesai makan bawa ke kamar ku" ucap Ziena
"baik nona" jawab si pelayan
mereka berjalan menuju taman belakang. "gila bungamu udah pada mekar ya zie" ucap Dea
"pemandangannya jadi indah" ucap Rista
Ziena tersenyum mendengar ucapan kedua sahabatnya ini. "kalian sih udah lama gak main ke sini" jawab Ziena
"terakhir kita ke sini waktu mau UN ya?" tanya Dea memastikan
"iya, tapi kok buangannya udah pada mekar aja" jawab Rista
"namanya juga dirawat Ris" jawab Ziena
Mila tak memperdulikan ketiga sahabatnya yang sedang membahas masalah bunga yang mekar, ia lebih memilih menikmati mie samyang buatannya.
"zie habis makan mie kita nonton drama Korea yuk" ajak Rista
"gak kita nonton film kartun aja, jangan drama Korea" jawab Dea dengan cepat
"kenapa sih de?" tanya Rista
"iya bener itu, mending kita karaokean aja" ucap Mila yang sudah selesai menghabiskan mienya
"gak-gak pokoknya gak, kita nonton film kartun aja udah titik" jawab Dea
"gak kita karaokean aja" jawab Mila
"pokoknya gak mil, kamu kalo udah karaoke yang kamu nyanyiin lagu india aku gak paham tau" jawab Dea
"udah-udah sekarang kita lanjutin makannya aja jangan berdebat Mulu" ucap ziena
"zie menurut kamu kita nonton drama Korea, karaokean lagu India apa nonton film kartun?" tanya Rista
"kita berkebun aja" jawab Ziena asal
"hah" teriak mereka bersamaan
"jangan teriak-teriak" ucap ziena sambil menutup kedua telinganya
"udah kita nonton film horor aja dari pada ribut" lanjut Ziena
"ok setuju" jawab ketiga sahabat Ziena bersamaan
mereka berjalan menuju ke kamar Ziena untuk menonton film horor terbaru. "zie filmnya kamu simpan di mana?" tanya Mila
__ADS_1
"aku simpan di flashdisk" jawab Ziena
"di mana flashdisknya zie?" tanya Mila lagi
"bentar ku ambil dulu mil" jawab Ziena dan pergi mengambil flashdisk yang tertinggal di ruang kerjanya
"nona ini camilannya di taruh mana?" tanya pelayan di depan kamarnya
"bawa masuk aja taruh di atas meja" jawab Ziena dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban si pelayan
Dea melihat beberapa koleksi novel yang tertata rapi di rak buku tapi pandangannya beralih menatap kertas di atas meja yang tertulis namanya. "eh ini undangan apaan sih kok ada nama kita?" tanya Dea sambil membolak-balikkan undangan itu
"mana coba ku lihat" ucap Mila
"coba buka deh mil" ucap Rista mendekati Mila
saat mereka sedang fokus membuka undangan itu Ziena mendekati mereka. "kalian lagi ngapain?" tanya Ziena yang baru datang
"ini zie" jawab Mila sambil menyodorkan undangan itu
"oh itu undangan buat kalian" jawab Ziena santai
"buat kita? emang siapa yang nikah?" tanya Dea
"aku" jawab Ziena santai sambil berjalan menyalakan televisi
Mila, Dea dan Rista langsung terkejut dengan jawaban Ziena. "hah" teriak mereka bersama dengan mulut terbuka lebar
"kenapa sih suka banget teriak-teriak" ucap ziena dengan kesal
"udah ayo kita nonton" lanjut Ziena sambil duduk
Mila menghampiri Ziena dan langsung mematikan televisinya. "kenapa di matiin?" tanya Ziena bingung
"kita gak jadi nonton, kita butuh penjelasan tentang ini" jawab Mila menunjukkan undangan yang di pegangan
"ya itu aku mau nikah dan ngundang kalian" jawab Ziena bingung
aduh Ziena Kamu harus jelasin kok bisa nikah sama ini Dylan" ucap Dea sambil menunjuk nama Dylan
"di jodohin" jawab Ziena
Ziena melihat ketiga sahabatnya diam menunggu ceritanya. " jadi begini, aku udah di jodohin sama Dylan itu dari kecil" jawab Ziena sambil menunjuk nama Dylan
"terus" ucap Mila penasaran
"ya udah itu aja, aku di jodohin aku terima perjodohan ini dan besok adalah hari pernikahan aku" jawab Ziena santai
"besok kamu nikah zie dan kamu santai begini?" tanya Rista tak percaya melihat Ziena
Ziena hanya mengangguk dengan ekspresi santai tanpa ada rasa takut atau deg-degan bila ia besok akan menikah.
__ADS_1