Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 28


__ADS_3

seharian ini Dylan menghabiskan waktunya di dalam ruangan kerjanya sejak sarapan tadi. "akhirnya selesai, capek juga dari tadi duduk terus" ucap Dylan sambil meregangkan otot-ototnya


Dylan berjalan ke arah jendela, ia bisa melihat jelas pemandangan taman belakang dari ruangannya ini.


tapi tak lama ia menatap pemandangan bunga-bunga mekar yang menyegarkan matanya itu, sudut matanya melihat seorang gadis sedang menyirami bunga-bunga dengan wajah gembira. "kenapa dia terlihat gembira begitu?" tanya Dylan tersenyum tanpa sadar


sejujurnya Dylan tidak tau apa yang membuat Ziena bahagia dengan hal-hal kecil seperti itu yang Dylan tau Ziena sudah tidak memiliki orang tua, bahkan saat ijab qobul Dylan tidak terlalu memikirkan tentang nama Ziena yang memakai nama Hanson.


Dylan terus memandangi Ziena dari dalam ruangannya, tanpa sadar ia mengembangkan senyumnya saat melihat tingkah polos Ziena.


cuaca sore ini memang tidak terlalu cerah hanya mendung dari tadi tapi tidak bertahan lama air hujan mulai turun. "kenapa dia malah hujan-hujanan sih" ucap Dylan dengan kesal saat melihat Ziena bermain di bawah guyuran air hujan


"apa semenyenangkan itu bermain dengan air hujan? kenapa gak pakai air kran aja sih" lanjut Dylan tanpa sadar


Dylan merasa kesal saat melihat Ziena bermain-main di bawah guyuran air hujan karena ia tidak suka bermain di bawah air hujan yang bisa membuatnya sakit tetapi berbeda dengan Ziena. Ia sangat suka saat air hujan membasahi tubuhnya.


menurut Ziena saat hujan kita bisa melampiaskan rasa yang ada di hati kita misalnya saat kita sedang bersedih kita bisa menangis sepuas-puasnya tanpa orang tau atau saat kita bahagia kita bisa menari-nari di Bawah guyuran air hujan dan mencium aroma khas air hujan yang turun membasahi permukaan tanah.

__ADS_1


karena merasa kesal Dylan pergi meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju kamarnya. "nak istri kamu di mana?" tanya mama Ana saat melihat Dylan akan masuk ke dalam kamarnya


"main hujan-hujanan ma di taman belakang" jawab Dylan dengan wajah kesalnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya


"kenapa anak ini" ucap mama Ana dengan bingung sambil menatap pintu kamar Dylan


mama Ana pun berjalan menuju taman belakang sambil membawa payung karena di luar sedang hujan. Sampai di pintu belakang mama Ana membuka payungnya dan berjalan menghampiri Ziena yang sedang asik bermain-main di bawah guyuran air hujan.


"na ayo masuk nanti sakit" teriak mama Ana dari jauh


mama Ana tidak mempermasalahkan jika Ziena bermain hujan-hujanan menurutnya itu hal yang wajar saja apalagi di usia Ziena yang masih dikatakan remaja. "ayo masuk sayang, habis ini langsung mandi pakai air hangat ya" ucap mama Ana dengan cerewetnya


Ziena tersenyum saat mendengarkan ocehan dari mama Ana dan langsung memeluk mama Ana tanpa sadar. "iya ma terima kasih" jawab Ziena sedikit menggigil karena mereka kedinginan


mama Ana membalas pelukan Ziena dan mengajaknya masuk ke dalam mansion. "sekarang kamu mandi, nanti makan malam mama buatkan sup dan susu hangat khusus buat kamu ya" ucap mama Ana dengan lembut, Ziena hanya mengangguk dan berjalan menuju kamarnya


di dalam kamar Ziena melihat Dylan yang sedang duduk di atas kasur sedang memainkan ponsel, ia berjalan tak menghiraukan Dylan dan menuju kamar mandi dan tak lupa membawa baju gantinya.

__ADS_1


di dalam kamar mandi Ziena terus tersenyum karena merasa bahagia. Ia merasakan perasaan yang tak pernah ia rasakan selama tiga tahun ini.


Ziena keluar dari kamar mandi menggunakan


mid length shorts dan kaos putih oversize yang bagian depannya sedikit ia masukkan ke dalam celana. Penampilan Ziena bisa di bilang menggoda iman Dylan karena memperlihatkan setengah bagian dari pahanya yang putih mulus.


Ziena berjalan menuju meja rias dan mengeringkan rambut panjangnya yang basah dengan hair dryer tanpa menyadari jika Dylan dari tadi terus menatapnya. "apa dia ini sengaja ingin menggoda ku" batin Dylan yang tak tahan melihat pemandangan di depannya ini


setelah selesai mengeringkan rambutnya Ziena berjalan mengambil ponselnya. Dylan melihat Ziena tersenyum saat melihat ponselnya. Tak lama kemudian ponsel Ziena berdering. "angkat aja di sini gak usah pergi" ucap Dylan saat melihat Ziena hendak pergi


"aku tidak mau pergi, aku mau duduk di sofa" jawab Ziena sembari menunjuk sofa di depannya


"oh kupikir ingin ke balkon supaya gak kedengeran" jawab Dylan sedikit sewot


"kalau tadi pagi pintu balkonnya ku tutup supaya angin dinginnya gak masuk" jelas Ziena yang mulai tau arah pembicaraan Dylan


Ziena tidak jadi mengangkat panggilan telfonnya karena merasa tidak enak dengan Dylan, ia lebih memilih duduk di sofa dan membaca buku sambil menunggu jam makan malam sedangkan Dylan merasa bahagia atas penjelasannya Ziena.

__ADS_1


__ADS_2