Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 21


__ADS_3

"bi Ani di mana kak ricko?" tanya Ziena yang baru duduk di meja makan


"den ricko ke kantor non" jawab bi Ani


"dia tidak sarapan dulu bi?" tanya Ziena


"tidak non, tapi tadi den ricko bilang mau sarapan di kantor saja" jawab bi Ani


"oh begitu" jawab Ziena


"ku rasa kak ricko memang sedang menghindari ku" batin Ziena sambil mengaduk-aduk makanannya


"non Nana tidak suka dengan menu sarapannya?" tanya bi Ani sedikit takut karena Ziena dari tadi hanya mengaduk-aduk makanannya


Ziena hanya menggelengkan kepalanya. "aku mau sarapan di kamar ku saja bi" ucap ziena sambil membawa sarapannya


"oh iya bi tolong bereskan ruang ku,sepertinya sedikit berantakan" lanjut Ziena


"baik non" jawab bi Ani


Ziena berjalan menuju kamarnya sampai di dalam ia berjalan membuka pintu kaca yang menjadi pembatas antara kamar dan balkon.


"huh udaranya sangat segar" ucap ziena yang baru menggeser pintu kacanya


ia duduk dan mulai menyantap menu sarapannya sambil melihat pemandangan taman bunga mawar dan kolam ikan yang berasa tepat di samping kamarnya.


saat menikmati makan paginya tiba-tiba ponsel Ziena berdering. "om Irfan" gumam Ziena


"selamat pagi nona" sapa om Irfan di ujung sana


"pagi om, ada apa pagi-pagi begini om Irfan menelfon ku?" tanya Ziena


"om kemarin mengirim beberapa dokumen ke Email nona, apa sudah nona periksa?" tanya om Irfan


"belum om, kemarin belum sempat aku baca" jawab Ziena


"ya sudah nona" om Irfan


"hmm" jawab Ziena


"nona ada beberapa klien yang ingin bertemu dengan nona secara langsung" ucap om Irfan


"tidak bisakah di wakilkan?" tanya Ziena


"tidak bisa nona, mereka ingin bertemu nona secara langsung untuk membicarakan kerja sama" jawab om Irfan


"om Irfan jadwalkan saja setelah aku menikah" jawab Ziena


"baik nona" jawab om Irfan dan langsung Ziena matikan sambungannya


Ziena melihat banyak sekali email yang belum ia baca dari kemarin. "hmmm banyak juga email yang masuk" ucap Ziena pada dirinya sendiri


ia menaruh ponselnya dan kembali melanjutkan sarapannya. "sebaiknya aku segera menyelesaikan pekerjaan ku sebelum semakin menumpuk" gumam Ziena sambil berjalan menuju ruangannya


di luar kamar Ziena ada beberapa pelayan yang sedang membersihkan ruangan. "selamat pagi nona" sapa pelayan


"pagi" jawab Ziena


"nona biar saya saja yang membawa piring kotor itu" ucap salah satu pelayan


"tidak perlu" jawab Ziena

__ADS_1


"tidak nona biar saya saja, itu sudah menjadi tugas saya" jawab si pelayan


"benar nona itu tugas kami" jawab pelayan yang lain


"baiklah" jawab Ziena sambil memberikan piring kosongnya


salah satu pelayan membawa piring itu ke dapur sedangkan yang lainnya kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.


"tunggu" ucap ziena pada para pelayan itu


"iya nona ada apa" jawab mereka sambil menundukkan kepala


"aku tidak pernah melihat kalian, apa kalian pekerja baru di sini?" tanya Ziena


"benar nona kami baru bekerja kemarin" jawab salah satu pelayan


"oh, semoga kalian betah bekerja di sini" ucap Ziena tersenyum


"iya nona terima kasih" jawab semua pelayan


Ziena kembali berjalan menuju ruangannya. setelah cukup jauh beberapa pelayan membicarakan ziena. "ku dengar nona orang yang sangat dingin, tapi yang ku lihat nona orang yang ramah dan baik hati" ucap salah satu pelayan


"iya ku rasa rumor itu tidak benar" jawab pelayan lainnya


"sudah kalian jangan ngobrol aja, ayo segera selesaikan tugas kalian" ucap salah satu pelayan


Ziena masuk ke dalam ruangannya, ruangan yang tadinya sedikit berantakan sekarang kembali rapi. "bi Ani" sapa Ziena


"iya non" jawab bi Ani yang masih menata beberapa vas bunga di beberapa sudut meja


"bi ku lihat tadi ada beberapa pelayan baru di sini" ucap ziena


"iya non mereka pelayan baru di sini" jawab bi Ani


"masa Kontrak kerja mereka sudah habis non" jawab bi Ani


"oh begitu" jawab Ziena sambil menyalakan laptop di depannya


"kalau begitu bibi permisi dulu non" ucap bi Ani yang melihat Ziena mulai menyalakan laptopnya


"iya bi" jawab Ziena tanpa melihat ke bi Ani


Ziena mulai fokus mengerjakan pekerjaan kantornya yang sudah menumpuk.


"Ris lama banget sih" kesal Mila yang baru melihat Rista datang


"sorry mil jalanan macet banget mana tadi ban sepeda motor ku kempes" jawab Rista sambil merapikan rambutnya


"udah ayo berangkat" ucap Dea sambil naik ke motor Rista


Mila, Dea dan Rista melajukan motornya menuju ke mansion Ziena. "de Ziena gak dikasih tau?" tanya Rista dengan pandangan masih fokus ke jalan


"apa Ris?" tanya Dea dengan teriak


"astaghfirullah de gak usah teriak-teriak dong" jawab Rista dengan kesal


"sorry gak denger Ris kalo gak keras begini ngomongnya" jawab Dea ketawa


"tadi kamu tanya apa Ris?" tanya Dea


"Ziena gak dikasih tau kalo kita mau ke rumahnya" ucap Rista teriak

__ADS_1


"santai aja cuy, gak usah balas dendam gitu lah" jawab Dea kesal dan Rista hanya tertawa


"kata Mila gak usah biar jadi kejutan" lanjut Dea


Mereka sudah sampai di depan gerbang mansion Ziena. "kalian apaan sih di jalan kok teriak-teriak?" tanya Mila


"tanya aja sama Dea" jawab Rista


Mila langsung menatap Dea. Dea yang tau tatapan Mila hanya tertawa. "gak apa-apa mil" jawab Dea


"eh mil coba kamu bilang gih sama satpamnya" ucap Rista


"bentar" jawab Mila turun dari sepeda motornya


Mila berjalan mendekati pos satpam di samping pintu gerbang. "assalamualaikum pak" salam Mila


"waalaikumsalam neng, neng cari siapa ya?" tanya pak satpam


"saya cari Ziena pak, kami temennya" jawab Mila


"bentar ya neng" jawab pak satpam kembali masuk ke posnya dan menelepon seseorang


setelah itu ia kembali ke Mila. "neng sudah buat janji sama nona?" tanya pak satpam


"astaga masa bapak lupa sama saya" jawab Mila sambil melepas helm dan maskernya


"eh neng Mila" jawab pak satpam tersenyum


"iya pak, masa lupa sama saya" ucap Mila


"maaf neng soalnya tadi neng Mila pakai masker jadi bapak gak tau" jawab pak satpam sambil membuka gerbangnya


"silahkan masuk neng" ucap pak satpam


"makasih pak" jawab Mila dan mulai menyalakan motor


"ayo masuk" ajak Mila ke Dea dan Rista


mereka menyalakan motornya dan memasuki halaman depan mansion yang cukup luas. setelah memarkirkan motornya mereka berjalan masuk menuju pintu mansion.


"assalamualaikum" salam mereka bertiga sambil mengetuk pintu


"waalaikumsalam" jawab bi Ani sambil membuka pintu mansion


"bi Ani zienanya ada?" tanya Mila to the poin


"ada non mari masuk" jawab bi Ani dan mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu


"saya panggilkan non Nana dulu" ucap bi Ani dan diangguki mereka bertiga


"tolong kamu bawakan tamu nona camilan" ucap bi Ani pada salah satu pelayan


"de barang pesanan ku kamu bawa kan?" tanya Mila


"udah aku bawa mil" jawab Dea


"mana coba aku lihat" ucap Rista


"nih" jawab Dea sambil membuka tasnya


"ok mantap" jawab Mila

__ADS_1


"nanti buatnya di mana?" tanya Rista


"nanti kita tanya Ziena aja" jawab Mila dan diangguki Rista


__ADS_2