Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 74


__ADS_3

Sudah tiga hari lamanya Ziena maupun Dylan menghabiskan waktu di dalam kamar hotel, bukan melakukan hal yang mesra ataupun romantis melainkan hanya sekedar duduk-duduk bersantai dan sesekali mengobrol tentang hal-hal ringan misalnya seperti sekarang ini Dylan menanyakan perihal aktivitas Ziena nanti saat akan masuk ke kampus.


Hanya untuk sekedar basa-basi agar terlihat peduli saja, kemungkinan itu yang ada dipikiran Dylan. Maklumlah selama ini Dylan tak pernah peduli pada sosok Ziena, sekali peduli hanya untuk mencari informasi tentang Ziena saja atau menuduh istrinya berbuat yang tidak-tidak. "oh iya kita sudah tiga hari berdiam diri di hotel, liburan kita hanya tinggal besok saja, kamu yakin gak mau pergi ke luar jalan-jalan" jelas Dylan dengan enggan menyebutkan liburan ini adalah bulan madu


"lain kali kita bisa liburan seperti ini lagi mas, tapi sepertinya ada satu tempat yang ingin aku datangi bersamamu mas" jawab Ziena


"tempat apa?" tanya Dylan


"taman bunga keukenhof, aku ingin melihat hamparan bunga tulip kuning di sana" jawab Ziena dengan senyum mengembang saat mengatakannya


"baiklah kalau begitu bersiap-siaplah kita berangkat sekarang" balas Dylan mengiyakan permintaan istrinya

__ADS_1


Sejujurnya Dylan merasa bersalah pada Ziena, karena ia memaksa melakukan hubungan itu sekarang bulan madu mereka hanya berdiam diri di kamar hotel, tapi jika ia tak melakukan itu lalu kapan lagi ia melakukannya. Jika Dylan berpikiran seperti itu berbeda lagi dengan Ziena, ia merasa bila bulan madu ini begitu sempurna. Memang sedari awal berangkat Ziena tak memikirkan untuk menghabiskan waktu bulan madunya dengan cara mengunjungi tempat-tempat wisata.


Ia ingin menghabiskan waktu bulan madunya dengan cara bersantai menikmati waktu berdua dengan suaminya untuk melakukan pendekatan satu sama lain. maklumlah Ziena dan Dylan selama ini sibuk dengan bekerja jadi jarang melakukan interaksi. Makanya Ziena tak menyesal menghabiskan bulan madunya hanya untuk sekedar berdiam diri di kamar hotel.


Setelah menempuh jarah satu jam lebih akhirnya mereka sampai di taman bunga keukenhof. Tanpa Ziena tahu Dylan melihat senyum mengembang yang ia perlihatkan saat pertama kali sampai. "cantik" ucap Dylan begitu lirih


"mas ayo kita jalan-jalan sebentar melihat taman ini setelah itu kita balik lagi ke hotel" ucap Ziena begitu entengnya


"aku cuman mau lihat-lihat sebentar sambil ambil beberapa foto buat kenang-kenangan setelah itu kita balik ke hotel" jelasnya


"kenapa cuman sebentar, apa kamu gak mau menikmati sore di sini?" tanya Dylan

__ADS_1


"apa itu kamu masih nyeri kalau buat jalan?" pikiran Dylan tiba-tiba mengarah ke situ


Ziena menggelengkan kepalanya. "udah gak nyeri lagi" jawab Ziena


"terus kenapa buru-buru?" tanya Dylan


"aku cuman mau menghabiskan waktu berbulan madu kita dengan cara bersantai mas, untuk kita saling dekat"


"lagian semua tempat wisata itu sama saja menurutku, mereka akan menampilkan keindahan masing-masing, tapi keindahan di depan mataku ini berbeda" jelas Ziena dengan nada lirih di kalimat terakhirnya hingga Dylan tak mendengarnya


"kamu yakin cuman sebentar, gak nyesel nanti" ucap Dylan

__ADS_1


"yakin mas, ngapain nyesel toh kita juga bisa datang ke sini lagi nanti" jawab Ziena


__ADS_2