Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 49


__ADS_3

Dari kejauhan Dylan bisa melihat Ziena beserta kedua orang tuanya sedang menunggu dirinya untuk sarapan. "pagi ma pa" sapa Dylan yang baru datang dan langsung duduk di kursinya


"pagi" jawab mama Ana


Setelah Dylan datang mereka mulai memakan makanan yang sudah di siapkan pelayan di atas meja. Seperti biasa para istri mengambilkan makanan untuk suami mereka terlebih dahulu sebelum makan. "segini cukup mas?" tanya Ziena pada Dylan


"iya cukup" balas Dylan sambil menerima piring yang sudah Ziena isi dengan menu sarapan


Mereka semua sarapan dengan tenang. "nak mama sama papa mau keluar menemui teman lama, kalian mau ikut apa mau di rumah saja" ucap mama Ana yang sudah selesai dengan sarapannya


"aku gak ikut ma, mau di rumah aja" balas Dylan


"terus istri kamu gimana?" tanya mama Ana

__ADS_1


"Nana di rumah aja ma sama mas Dylan" jawab Ziena


"ya sudah kalau begitu, mama sama papa berangkat setelah ini dan pulangnya mungkin agak sorean" jelas mama Ana dan diangguki Dylan dan Ziena


"oh iya kalau saran mama sih daripada kalian diam di rumah aja mending jalan-jalan menikmati hari Minggu begini ya kan pa" ucap mama Ana sembari menyenggol lengan suaminya


Papa Juna yang diprovokasi oleh istrinya pun mendapat ide bagus. "oh iya apa kalian gak ada rencana buat berbulan madu, kalian kan juga masih pengantin baru masa tidak ada rencana buat bulan madu" ucap papa Juna dengan entengnya


"belum ada pa, nanti biar Dylan pikirkan lagi" balas Dylan dengan cepat


Mendengar ucapan mertuanya membuat Ziena terbatuk-batuk karena mengerti arah pembicaraan mama mertuanya ini. "minum dulu na, kamu gak apa-apa kan? tanya Dylan khawatir


"gak apa-apa mas" balas Ziena

__ADS_1


"mama sih ngomong aneh-aneh Nana kan jadi tersedak" ucap Dylan


"udah ah mama sama papa mau berangkat dulu, jangan lupa kami menunggu duplikat kecilmu" ucap mama Ana sembari pergi meninggalkan meja makan


"oh iya saran mama daripada kalian diam di rumah mending pergi jalan-jalan aja biar gak bosan di rumah" lanjut mama Ana sambil terus berjalan dan diikuti papa Juna


Setelah kepergian orang tuanya Dylan memilih naik ke atas sedangkan Ziena memilih berduduk santai di teras depan rumah di temani laptop miliknya. Meski sejujurnya ia mulai bosan berdiam di rumah tapi mau bagaimana lagi ia tidak mungkin keluar tanpa izin dari Dylan dan kalau keluar ia sendiri juga bingung harus beralasan apa.


Untuk mengusir kebosanannya Ziena memilih mengerjakan tugas kantornya dan mengirim pesan ke bi Ani, Ricko, dan ketiga sahabatnya untuk menanyakan kabar mereka karena mereka jarang bertemu sekarang dan tak lupa menanyakan kondisi kantor saat ini kepada Om Irfan.


Saat sedang asyik-asyiknya berkutat dengan pekerjaan kantornya tiba-tiba ponsel Ziena berdering dan saat dilihat itu panggilan telepon dari Om Irfan, tidak perlu pikir panjang Ziena segera mengangkat panggilan itu. "hallo Om ada masalah apa?" tanya Ziena yang sudah tau pasti ada masalah di kantor karena ia habis membaca laporan-laporan yang masuk ke email miliknya


"nona sepertinya kita harus bertemu ada sesuatu yang harus saya sampaikan secara langsung" ucap Om Irfan

__ADS_1


"kita bertemu di mansion Om, jam sebelas siang aku berangkat ke sana" ucap Ziena sebelum mematikan sambungan sepihak


Setelah memutuskan sambungan sepihak Ziena menutup laptop miliknya dan memilih mencari alasan yang tepat supaya ia diberi izin keluar tanpa suaminya merasa curiga. "alasan apa ya yang tepat supaya aku bisa izin keluar tanpa membuat mas Dylan curiga, aku belum bisa memberi tahu tentang diriku yang sebenarnya padanya bahkan aku menyuruh mertuaku untuk ikut merahasiakan identitas asli ku kepada anaknya" batin Ziena sembari melamun memikirkan alasan yang tepat


__ADS_2