Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 17


__ADS_3

malam hari di mansion papa Juna sedang menikmati kopi sambil membicarakan persiapan pernikahan Dylan dan ziena dengan mama Ana dan pihak wedding organizer yang sudah 95% selesai.


drrrt drrrt drrrt


dering ponsel papa Juna


"permisi saya mau menerima telpon dulu, anda lanjutkan dengan istri saya saja" ucap papa Juna


papa Juna berjalan sedikit menjauh untuk menerima telepon.


"selamat malam tuan" sapa orang yang menelepon papa Juna


"ya, apa ada info penting yang ingin kau sampai?" tanya papa Juna


"benar tuan saya ingin melapor tentang kegiatan tuan muda Dylan hari ini" jawab orang itu


setelah cukup lama papa Juna mendengar semua laporan dari mata-matanya tentang kegiatan yang Dylan lakukan hari ini ia segera memutus sambungan dan kembali masuk ke dalam.


"loh pihak WO-nya mana ma?" tanya papa Juna yang baru datang


"sudah pergi pa" jawab mama Ana


"memang sudah selesai bahas persiapan yang kurang-kurangnya ma?" tanya papa Juna lagi


"sudah selesai pa" jawab mama Ana


"oh ya udah" jawab papa Juna


"pa" panggil mama Ana


"iya ma" jawab papa Juna


"kita duduk-duduk di balkon kamar yuk pa sambil ngobrol" ucap mama Ana


"ya udah mama ke atas dulu papa mau ngomong penting sama pak Han" jawab mama Ana


"ya udah mama ke atas dulu ya pa" jawab mama Ana berjalan naik ke atas


setelah mama Ana ke atas papa Juna memanggil pak Han. "pak Han" panggil papa Juna


"iya tuan ada apa?" tanya pak Han

__ADS_1


"nanti jika Dylan sudah datang beritahu saya" ucap papa Juna


"baik tuan" jawab pak Han


papa Juna berjalan menuju kamarnya menemui mama Ana yang sudah duduk menunggu di balkon kamar.


"pa sini" ucap mama Ana yang melihat papa Juna datang


"iya ma ada apa?" tanya papa Juna


mama Ana menyandarkan kepalanya di bahu papa Juna. "mama gak sabar lihat Dylan nikah pa" jawab mama Ana dengan tersenyum


"bentar lagi Dylan nikah ma" jawab papa Juna dengan tertawa


mama Ana langsung mengangkat kepalanya dan menatap papa Juna. "papa kok ketawa sih mama lagi serius nih pa" jawab mama Ana kesal


"lagian mama juga aneh" jawab papa Juna yang masih tertawa


"mama tuh gak aneh pa, orang mama tuh serius gak sabar lihat Dylan nikah tapi yang jadi pikiran mama sekarang adalah setelah Dylan nikah pa" jawab mana Ana


"memangnya kenapa ma?" tanya papa Juna


"Dylan mau nikah juga karena kita pa, mama cuman takut aja kalo Dylan ngapa-ngapain Nana pa" jawab mama Ana


"gimana gak mikir pa Dylan aja masih berhubungan sama pacarnya itu" jawab mama Ana dengan kesal


"iya ma tadi aja Dylan tidak menghadiri acara amal tahunan perusahaan" ucap papa Juna dengan nada bicara kecewa


"jangan bilang itu gara-gara pacarnya pa?" tanya mama Ana


papa Juna hanya menghela nafas kasar. "sudah ma kita bantu Dylan buat buka matanya tentang siapa pacarnya itu" jawab papa Juna


"iya pa kita harus bantu Dylan pelan-pelan buat buka matanya tentang siapa pacarnya itu" jawab mama ana


"ya udah ma papa mau keluar dulu" ucap papa Juan


"papa mau ke mana?" tanya mama Ana


"papa mau lihat Dylan sudah pulang apa belum soalnya ada hal penting yang mau papa bicarakan sama dia ma" jawab papa Juna


"papa keluar dulu ma" lanjut papa Juna dan diangguki mama Ana

__ADS_1


papa Juna berjalan menuju ruangannya tepat di sampai tangga papa Juna melihat Dylan baru datang.


"Dylan" ucap papa Juna


"iya pa ada apa?" tanya Dylan


"ikut papa sebentar ada yang mau papa bicarakan sama kamu" ucap papa Juna


"astaga ada apa lagi sih ini" batin Dylan was-was


"kenapa diam ayo ikut papa" ucap papa Juna lagi


"iya pa" jawab Dylan dan mengikuti papa Juna


"duduk" ucap papa Juna kepada Dylan


Dylan menuruti perintah papanya. "ada apa pa?" tanya Dylan


"kenapa kau tidak menghadiri acara amal tahunan perusahaan?" tanya papa Juna


"maksud papa apa? Dylan menghadiri kok pa" jawab Dylan


"kamu gak usah bohong Dylan papa sudah tau" jawab papa Juna


"terserah papa lah" jawab Dylan kesal


"kamu itu mau nikah Dylan, kamu mau jadi suami orang dan menjadi kepala keluarga, rubah sikap kamu putuskan hubungan kamu sama wanita itu" ucap papa Juna dengan tegas


"gak Dylan gak mau mutusin Mela, dia kekasih Dylan pa dan Dylan juga cinta sama dia" jawab Dylan


"udah lah males ngomong sama papa" lanjut Dylan dan langsung keluar ruangan


Dylan langsung menuju kamarnya dengan emosi yang masih meluap-luap mengingat kedua orang tuanya yang sangat tidak menyukai Mela dan juga perkataan papanya tadi.


"heran aku kenapa sih papa sama Mama tuh gak suka banget sama Mela" ucap Dylan yang baru masuk di kamarnya


"udah hari ini capek banget, di rumah malah di omelin lagi" lanjut Dylan


"ah pusing mikir beginian mending aku mandi habis itu tidur biar refresh lagi nih pikiran" gumam Dylan dan langsung masuk ke kamar mandi


setelah selesai membersihkan tubuhnya yang lengket dan menenangkan pikirannya dengan berendam aroma terapi Dylan berjalan mendekati kasur king size miliknya.

__ADS_1


tanpa pikir panjang Dylan langsung merebahkan tubuhnya yang sangat pegal itu di kasur empuk favoritnya dan mulai memejamkan matanya.


__ADS_2