
Setelah selesai mencuci piring Ziena kembali duduk terdiam di meja makan. Ia melipat kedua tangannya di atas meja dan menyembunyikan kepalanya di antara kedua tangannya. "apa salah menyatakan perasaan cinta kepada suami sendiri?" tanya Ziena lirih
"tidak, itu tidak salah. Aku tidak salah jika menyatakan perasaanku pada suamiku sendiri" jawab Ziena sendiri
"aku tak akan membiarkan kekasihnya menang dari aku, perjodohan ini sudah dilakukan sejak aku masih bayi dan aku yakin pilihan mama dan papa sudah yang terbaik" lanjutnya
Sedangkan Dylan yang sedang duduk di sofa ruangannya merasa terganggu saat mendengar bunyi ponsel miliknya. "mama" ucap Dylan setelah melihat nama yang tertera pada layar ponselnya
Dylan segera mengangkat panggilan telfon dari mamanya. "hallo ma ada apa?" tanya Dylan
"kamu kapan menginap di sini?" tanya mama Ana tanpa basa-basi
__ADS_1
"baru juga pindah ma bahkan belum genap seminggu Dylan pindah masa iya udah ditanya-tanya kapan menginap" balas Dylan
"mama gak ada temen kalo di rumah nak jadi kamu kapan menginap di sini?" tanya mama Ana lagi
"nanti Dylan kabari ma, Dylan mau tanya Nana dulu" jawab Dylan
"ya udah tapi cepet kabari kalo gitu mama tutup dulu telponnya" balas mama Ana
Setelah mengakhiri telfonnya Dylan kembali ke kamar karena sudah hampir tengah malam. Saat sudah di dalam kamar Dylan tidak melihat keberadaan Ziena. "ke mana dia?" tanya Dylan pada dirinya sendiri
Karena tak mau terlalu memikirkan Ziena, Dylan kemudian berjalan ke kamar mandi dan setelah itu langsung menidurkan tubuhnya di kasur tanpa menunggu Ziena.
__ADS_1
Sedangkan Ziena masih duduk terdiam tanpa sedikit beranjak dari posisinya. Setelah cukup lama duduk ia berjalan mengambil sebotol air mineral dalam kulkas dan melirik sekilas jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul tengah malam. "sudah tengah malam ternyata perasaan baru sebentar duduk di sini" batin Ziena
Bukannya pergi ke kamar Ziena malah kembali duduk di kursi. Ia meminum air yang ia ambil dari dalam kulkas dan tanpa terasa air matanya keluar membasahi pipinya. "aku kangen ma pa" ucap Ziena lirih
"aku ingin menceritakan keluhku kepada kalian, aku ingin seperti gadis-gadis lainnya yang bisa bercerita dengan ibunya bisa memeluk ayahnya saat sedih. Hari ini aku rindu lagi " lanjut Ziena dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya
Ziena masih diam melanjutkan tangisannya sebelum akhirnya beranjak pergi menuju kamar. Sebelum ke kamar ia mencuci muka di kamar mandi yang berada di samping dapur. "duh mataku bengkak banget kelihatan gak ya kalau habis nangis" ucap Ziena
"mungkin dibasuh pakai air dingin gak akan terlalu kelihatan" pikir Ziena sambil membasuh mukanya dengan air dingin
Setelah selesai mencuci mukanya ia kembali berjalan menuju kamar tidur Di dalam ia melihat suaminya sudah tertidur pulas. Tanpa sadar Ziena tersenyum melihat wajah Dylan saat tertidur pulas. Ia kemudian membaringkan tubuhnya di samping Dylan dan menatap wajah Dylan cukup lama. "hanya saat mas Dylan tertidur pulas begini aku baru bisa memandang wajahmu dengan leluasa mas dan begitu dekat seperti ini. Aku harap sampai kapan pun aku bisa terus memandangi wajahmu seperti ini mas" batin Ziena sambil terus tersenyum memandangi wajah Dylan lekat-lekat
__ADS_1
"selamat malam mas Dylan semoga mimpi indah" ucap Ziena sambil mencium pipi Dylan sekilas sebelum akhirnya ia tertidur dengan posisi membelakangi Dylan