
Siang hari Dylan dan Ziena bersiap-siap untuk kepindahan mereka. Setelah mendapat telpon dari Alex, Dylan segera turun ke bawah menemui kedua orang tuanya. "kamu jadi pindah nak?" tanya mama Ana
"iya ma" jawab Dylan
"kenapa harus pindah sih nak" ucap mama Ana dengan sendu
"sudahlah ma biarkan Dylan pindah" balas papa Juna
"nanti kita sering-sering nginep di sini kok ma" balas Dylan yang tidak tega melihat kesedihan mamanya
Ziena mengangguk menyetujui ucapan suaminya."iya ma jangan sedih gitu" ucap Ziena dengan lembut
"mama gak sedih kok" balas mama Ana
"ya udah ma kita berangkat dulu" ucap Dylan sembari berpamitan dan di ikuti Ziena
Setelah berpamitan dan barang mereka sudah di masukkan ke dalam mobil Dylan langsung menyalakan mobilnya meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.
Sebelum sampai Dylan mengajak Ziena makan siang terlebih dahulu di tengah-tengah perjalanan mereka. Karena saat berangkat tadi mereka belum sempat makan siang dan Ziena pun hanya menurut karena memang sudah lapar.
"kamu mau makan apa?" tanya Dylan saat melihat Ziena hanya membolak-balikkan buku menu
"sama kayak mas Dylan aja" jawab Ziena
"iya udah aku pesan dulu" jawab Dylan
Saat Dylan memesan makanan tak sengaja Ziena Melihat wallpaper ponsel Dylan. "siapa wanita ini" batin Ziena
Dengan cepat Ziena mengeluarkan ponselnya dan memfoto wallpaper ponsel Dylan. Setelah memfotonya ia kemudian mengirim pesan ke salah satu mata-matanya untuk mencari tahu informasi data dari wanita ini.
__ADS_1
"aku udah pesan makanannya sebentar lagi bakal datang" ucap Dylan yang baru saja selesai memesan makanan
Setelah selesai makan siang mereka melanjutkan perjalanan mereka. Selama perjalanan Dylan dan Ziena sama-sama terdiam satu sama lain.
Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih akhirnya mobil Dylan sampai di depan rumahnya. Satpam yang berjaga segera membukakan pintu gerbangnya. "kita sudah sampai" ucap Dylan yang sudah mematikan mesin mobilnya
"ini rumahnya mas Dylan?" tanya Ziena dengan takjub melihat rumah Dylan
"iya" balas Dylan yang sudah masuk ke dalam duluan
Rumah Dylan memang tidak sebesar rumah kedua orang tuanya tapi rumah Dylan bisa di katakan hampir mirip karena rumah yang Dylan beli ini cukup besar dengan dua lantai, sebuah taman di bagian samping rumah dan kolam renang di bagian belakangnya.
Dylan membeli rumahnya ini di salah satu kawasan perumahan elite di kota ini dengan kesan rumah mewah model minimalis. Keamanan rumah Dylan cukup modern tidak hanya menggunakan satpam saja tetapi juga menggunakan biometric smart lock handle yang hanya perlu menempelkan salah satu jarinya ke handle pintu maka pintu akan terbuka sendirinya.
Ziena berjalan mengikuti Dylan sembari terus memperhatikan rumah milik Dylan. Setelah Dylan menempelkan salah satu jarinya pintu rumahnya pun terbuka. "selamat datang tuan Dylan angkasa" ucap alat sensor saat pintu terbuka
"wah keren" batin Ziena
Setelah menaruh barang mereka ke dalam kamar Dylan berjalan menuju kamar mandi dan setelah selesai mandi ia turun ke bawah menemui Ziena yang sedang duduk di sofa ruang tamu. "barangmu sudah aku bawa ke atas lebih baik sekarang kamu mandi" ucap Dylan
"iya mas" jawab Ziena meninggalkan Dylan
Dylan duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu kedatangan Alex karena ada berkas penting yang perlu ia tanda tangani. Tak perlu menunggu lama akhirnya Alex datang membawa berkas pentingnya. "assalamualaikum bro" ucap Alex
"waalaikumsalam salam masuk Lex" jawab Dylan
"istri Lo ke mana Lan, kok keliatan sepi?" tanya Alex
"lagi mandi" jawab Dylan
__ADS_1
Alex mengangguk. "nih Lan berkas-berkas yang perlu Lo tanda tangani" ucap Alex sembari memberikan berkas ke Dylan
Dylan mengambil berkasnya. "kantor aman kan Lex?" tanya Dylan
"aman bro, tapi kapan Lo mulai kerja? pusing gue ngehandle semua kerjaan Lo" ucap Alex
"itu kan memang tugas Lo Lex sebagai seorang sekretaris pribadi gue" jawab Dylan
"ya kalau begitu bisa dong naik gaji" canda Alex
Dylan menyodorkan berkas yang sudah ia tanda tangani. "GAK ADA!"
"begitu amat Lo sama gue, gak kasihan apa sama sahabat Lo ini"
"lagian kerjaan Lo sambat Mulu Lex, coba Lo nurut pasti gue tambahin gaji Lo"
"gimana gak sambat Lan, Lo dikit-dikit ninggalin kerjaan tiba-tiba"
"itu memang tugasmu Lex sebagai sekretaris pribadi gue. Udah pergi sana Lo"
"IYA BRO!, jangan lupa besok Lo udah mulai kerja lagi" balas Alex sambil berjalan keluar
Setelah selesai urusannya dengan Alex, Dylan berjalan naik ke atas menuju kamarnya. Sampai di dalam kamar ia mendengar suara Ziena yang sedang bernyanyi di dalam kamar mandi. "ada-ada aja tingkah gadis ini" ucap Dylan yang tanpa sadar tersenyum
"astaga mas Dylan" ucap Ziena yang terkejut melihat Dylan di depan pintu kamar mandi
"mas tadi di lemari aku lihat banyak pakaian wanitanya, itu pakaian siapa mas?" tanya Ziena
"itu pakaian kamu tadi sebelum pindah aku nyuruh sekertarisku buat menyiapkan itu semua makanya aku tadi suruh kamu gak usah bawa baju banyak-banyak" jelas Dylan
__ADS_1
Ziena mengangguk mendengar penjelasan Dylan. Kemudian ia berjalan mendekati tempat tidur. "mas aku mau tidur siang sebentar ya " ucap Ziena yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut, Dylan hanya mengangguk menyetujui ucapan istrinya
Ziena mulai memejamkan matanya, tak lama kemudian Dylan menyusul dan menidurkan tubuhnya di samping Ziena. Mereka sama-sama tertidur karena merasa lelah.