
Cukup lama Ziena terdiam memikirkan alasan yang tepat untuk dapat izin keluar tanpa membuat suaminya ini merasa curiga. Setelah menemukan alasan yang lumayan tepat ia langsung berlari masuk ke dalam kamar mencari keberadaan Dylan. Karena tidak menemukan keberadaan suaminya di dalam kamar akhirnya ia memutuskan untuk mencari di ruang keluarga barang kali jika suaminya sedang menonton televisi pikir Ziena.
Tapi belum sempat Ziena keluar tiba-tiba pintu kamar terbuka menampilkan Dylan yang sedang berdiri di depan pintu sambil membawa segelas air putih. "kamu mau ke mana kok pakai jaket? tanya Dylan penasaran setelah melihat penampilan Ziena dari atas sampai bawah
"aku mau izin keluar sebentar boleh gak mas" ucap Ziena sedikit gugup takut suaminya ini curiga
"ke mana?" selidik Dylan
"kamu bosen ya di rumah aja" lanjut Dylan
"iya mas aku bosen makanya mau minta izin keluar sebentar" jawab Ziena sedikit tenang karena Dylan tidak curiga
"iya udah ayo kita keluar" jawab Dylan sembari mengambil jaket dan kunci mobilnya
Dylan sendiri dari tadi juga berpikir ingin mengajak Ziena keluar sesuai saran mamanya. Ia tau jika hanya berdiam diri di rumah kadang juga membosankan tapi karena egonya terlalu besar untuk mengajak Ziena keluar duluan akhirnya ia memilih diam dan menunggu Ziena dulu yang berinisiatif mengajaknya.
Mendengar ucapan Dylan membuat Ziena diam mematung. "aduh bagaimana ini kalau mas Dylan ikut maka aku tidak bisa bertemu dengan om Irfan tapi kalau aku menolak takut mas Dylan berpikiran yang aneh-aneh dan malah mencurigai ku lagi" batin Ziena sambil terus berpikir
"kamu kenapa diam saja ayo berangkat" ucap Dylan membuyarkan pikiran Ziena
"kita berdua pergi bersama gitu mas?" tanya Ziena memastikan
__ADS_1
"iya kita berdua, memangnya kenapa?" tanya Dylan balik
"iya gak kenapa-kenapa mas" jawab Ziena
"iya sudah ayo kita pergi sekarang" ajak Dylan
"tapi mas..." balas Ziena terpotong
"gak ada tapi-tapian na, aku ini ingin meluangkan waktu denganmu" potong Dylan tanpa sadar mengungkapkan keinginannya
"HAH!" teriak Ziena spontan
"sudah aku tunggu di bawah" ucap Dylan sedikit gugup dan langsung keluar meninggalkan Ziena
Sedangkan di dalam kamar Ziena masih diam terpaku mencerna ucapan Dylan. "mas Dylan tadi bilang ingin meluangkan waktu denganku, apa itu artinya mas Dylan sudah ada sedikit rasa untukku ya? oh tuhan hatiku begitu bahagia mendengar ucapan mas Dylan tadi" batin Ziena dengan senyum di wajahnya
Dari bawah Dylan bisa melihat Ziena yang turun dengan tatapan fokus pada ponsel yang sedang ia genggam. "dia lagi lihat apa sih fokus banget sama ponselnya" batin Dylan melihat Ziena sedang fokus dengan layar ponsel yang ia genggam
"na lihat tangganya jangan fokus ke ponsel terus" teriak Dylan dari bawah
"ah iya mas" jawab Ziena sembari menoleh ke arah suaminya dan memasukkan ponsel ke dalam saku jaketnya
__ADS_1
Tapi belum sempat ia memasukkan ponsel ke dalam saku jaketnya tiba-tiba Ziena tergelincir karena salah satu lantai anak tangga sedikit licin. Dylan yang melihat itu segera menangkap tubuh Ziena yang hampir terjatuh.
Jarak mereka berdua begitu dekat bahkan Ziena bisa merasakan hembusan nafas suaminya begitupun dengan Dylan yang bisa merasakan debaran jantung milik istrinya. "posisi ini begitu dekat" batin Ziena
Mereka berdua saling tatap begitu lama seakan-akan sedang mendalami arti tatapan masing-masing. Hingga Dylan tersadar. "kamu gak kenapa-kenapa, ada yang sakit gak?" tanya Dylan khawatir
"gak ada yang sakit cuman kaget aja mas" jawab Ziena jujur
"kamu sih fokus ke ponsel terus sampai gak lihat jalannya" balas Dylan
"bukan itu mas, tangganya agak licin" protes Ziena
"masa sih, ya udah nanti biar aku kasih tahu pak Han" balas Dylan
"terima kasih mas" ucap Ziena
"iya sama-sama" balas Dylan
Ziena segera mengambil ponselnya yang tadi sempat jatuh karena belum sempat masuk ke dalam saku jaketnya. "Alhamdulillah untung ponselku gak kenapa-kenapa" ucap Ziena bersyukur karena ponselnya tidak rusak
"hahaha kamu ini bukannya khawatir dengan tubuhmu malah khawatir dengan ponselmu" ucap Dylan diiringi dengan tawanya
__ADS_1
"sudah ayo kita pergi sekarang, bisa-bisa gak jadi pergi kita kalau terus ada drama" lanjutnya dan diangguki Ziena
"asal kamu tahu mas ini semua juga gara-gara kamu yang tiba-tiba ikut, coba saja kalau kamu gak ikut pasti aku sudah tiba dari tadi dan tidak perlu menunggu besok untuk bertemu dengan om Irfan" batin Ziena