Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 16


__ADS_3

pagi hari sekali Dylan sudah di sibukkan dengan berbagai macam berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya belum lagi harus bertemu dengan klien-klien penting dan beberapa rapat yang harus dihadiri.


karena memang sebelum menikah Dylan berencana menyelesaikan tugas kantor agar tidak menumpuk alhasil semua jadwal-jadwal yang sudah Alex tata harus di majukan.


"permisi pak rapat akan segera dimulai" ucap Alex yang baru masuk ke ruangan Dylan


"iya" jawab Dylan dan langsung berjalan menuju ruang rapat


"selamat pagi pak" sapa orang-orang yang berada di ruang rapat sambil berdiri saat Dylan masuk ruang rapat


"pagi" jawab Dylan dan langsung duduk di kursinya


"mari kita mulai rapatnya" ucap Dylan


"baik pak" jawab semua orang yang ada di ruang rapat


rapat kali ini berjalan dengan kondusif sesuai dengan yang Dylan harapkan meskipun memakan waktu yang cukup lama.


"baik rapat kali ini saya tutup, saya harap proyek pembangunan hotel ini bisa berjalan dengan baik tanpa ada hambatan" ucap Dylan sebelum meninggalkan ruang rapat


"baik pak" jawab semua orang di ruang rapat


semua orang menundukkan kepala saat Dylan hendak keluar ruangan itu sebagai tanda menghormati atasan.


"Lex ada jadwal apa lagi?" tanya Dylan


"satu jam lagi ada pertemuan dengan klien penting setelah itu anda harus menghadiri acara amal tahunan perusahaan dan malamnya ada undangan makan malam bersama beberapa kolega bisnis" jawab Alex


"dan ini beberapa berkas yang harus anda tanda tangani pak" lanjut Alex sambil memberikan berkas-berkas itu


"kau siapkan mobilnya kita pergi sekarang dan untuk berkas-berkas ini biar ku selesaikan di rumah" jawab Dylan


"baik pak" jawab Alex


Dylan berjalan keluar di ikuti Alex sampai di bawah sudah ada mobil yang siap mengantar Dylan.


di perjalanan Dylan menyandarkan kepalanya di kursi penumpang sambil memejamkan matanya karena sejak Dylan memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan kantor sebelum hari pernikahannya banyak waktu yang menyita energinya yang membuat Dylan kelelahan.


"pak kita sudah sampai" ucap Alex


Dylan langsung membuka matanya dan turun tanpa menjawab pertanyaan Alex.


Dylan di antar salah satu pelayan restoran menuju private room yang sudah di pesan.


"selamat siang pak Bima" sapa Dylan yang baru datang


"siang tuan Dylan" jawab pak Bima


"maaf menunggu lama" jawab Dylan


"tidak apa-apa tuan saya juga baru datang" jawab pak Bima


"silahkan duduk tuan, kita nikmati dulu makan siangnya" ucap pak Bima dan diangguki Dylan

__ADS_1


setelah selesai menikmati makan siang mereka lanjut perbincangan membahas kerjasama antara perusahaan Dylan dan pak Bima yang menjadi tujuan utama dari pertemuan ini.


"terima kasih atas kerjasamanya tuan Dylan" ucap pak Bima sambil menjabat tangan Dylan


"sama-sama pak" balas Dylan menjabat tangan pak Bima balik


"kalau begitu saya permisi dulu" lanjut Dylan dan diangguki pak Bima dengan tersenyum


"kita langsung ke tempat acara amal" ucap Dylan di dalam mobil


"baik tuan" jawab sopir pribadi Dylan


Dylan kembali memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya, perjalanan menuju tempat diadakannya amal cukup lama karena tempatnya yang sedikit jauh.


drrrt drrrt drrrt


dering ponsel Dylan


Dylan langsung mengangkat telponnya setelah tau Mela yang menelepon.


"ada apa Mel?" tanya Dylan


"sayang kamu di mana?" tanya Mela balik


"di jalan" jawab dylan


"sayang tolongin aku" jawab Mela


"kamu kenapa Mel?" tanya Dylan panik


"iya iya aku ke sana sekarang" jawab Dylan dan langsung mematikan sambungan


"pak balik arah kita ke apartemen Mela" ucap Dylan


"baik tuan" jawab sopir Dylan


setelah sampai di depan apartemen Mela tanpa pikir panjang Dylan langsung masuk di ikuti Alex.


Dylan melihat Mela pingsan di samping sofa langsung membawanya ke rumah sakit.


"Lex kita ke rumah sakit sekarang" ucap Dylan dan diangguki Alex


setelah sampai di rumah sakit Mela langsung di tangani dokter sedangkan Dylan menunggu di depan ruangan.


setelah beberapa saat dokter yang memeriksa Mela keluar.


"apa yang terjadi dok?" tanya Dylan


"pasien hanya kelelahan dan mengalami nyeri haid saja sekarang pasien juga sudah sadar" jawab dokter


"apa saya boleh masuk dok?" tanya Dylan lagi


"boleh tuan" jawab dokter

__ADS_1


Dylan masuk ke dalam ruangan sedangkan Alex menyelesaikan administrasi pembayaran.


setelah selesai membayar Alex menyusul Dylan masuk ke ruangan Mela.


"masih sakit?" tanya Dylan


"udah gak" jawab Mela


"kamu mau makan atau minum?" tanya Dylan lagi


"gak" jawab Mela


"ya udah kamu mau apa?" tanya Dylan


"kamu di sini aja nemenin aku" jawab Mela


"tapi aku masih ada urusan kantor, gimana kalo aku selesai dulu habis itu ke sini lagi" jawab Dylan


"gak mau pokoknya kamu harus temenin aku di sini titik" jawab Mela


"ya udah iya aku di sini nemenin kamu" jawab Dylan pasrah


"nah gitu dong sayang" jawab Mela tersenyum


"aku keluar sebentar mau ngomong sama Alex" ucap Dylan dan langsung melirik Alex


Dylan keluar bersama Alex.


"mau ngomong apa Lan?" tanya Alex yang mulai mengerti jalan pikiran temannya ini


"batalin semua jadwal hari ini" jawab Dylan


"Lo gila Lan acara amal ini Lo harus Dateng karena om Juna sendiri yang nyuruh" jawab Alex


"gue gak bisa pergi Mela lagi sakit dia butuh gue" jawab Dylan


"gini aja deh Lo wakilin gue di acara amal dan untuk makan malam bilang aja gue gak bisa Dateng" lanjut Dylan


"astaga Dylan om Juna bisa marah besar sama Lo" jawab Alex


"udah tenang aja" jawab Dylan langsung kembali masuk ke dalam ruangan Mela meninggalkan Alex


Alex mengusap kasar wajahnya karena frustasi menghadapi pemikiran sahabatnya ini. "astaga kemarin dia nyuruh gue buat majuin semua jadwalnya giliran udah gue majuin Udah gue atur eh sekarang malah gue yang di suruh melaksanakan tugasnya, lama-lama gue bisa bobrok kalo kayak gini" batin Alex


"kalo kayak gini gue harus minta naik gaji" lanjut Alex dengan tersenyum


Alex berjalan menuju parkiran dan menyuruh sopir pribadi Dylan mengantarnya ke acara amal tanpa Dylan.


Alex sudah sampai di tempat acara amal dilaksanakan, ia mengganti tugas yang seharusnya Dylan lakukan.


setelah acara amal selesai Alex menuju apartemen Mela untuk menjemput Dylan.


tanpa Alex dan Dylan sadari ada mata-mata yang mengawasi mereka.

__ADS_1


mata-mata itu adalah suruhan papa Juna untuk mengawasi Dylan.


__ADS_2