
Dylan yang sedari tadi melirik tingkah Ziena membuatnya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala tanpa diketahui Ziena. Ia bisa melihat wajah Ziena yang begitu bahagia saat dibelikan kue kesukaannya hampir seperti anak kecil saja pikir Dylan. "baru kali ini aku bertemu wanita yang bahagia cuman karena dibelikan kue kesukaannya" batin Dylan ikut senang
"mas Dylan makasih ya udah beliin Nana donat" ucap Ziena dengan senyum yang bahagia
"kenapa cuman donat aja yang disebut yang lain kenapa gak disebut?" tanya Dylan
"karena dari sekian banyak jajan cuman donatlah yang paling aku suka, jadi donat sudah mewakili semuanya" jelas Ziena
Dylan terkekeh mendengar penjelasan dari istrinya ini. "makasih sekali ya mas" ucap Ziena sekali lagi
"iya sama-sama, oh iya kamu mau mampir ke suatu tempat gak?" tanya Dylan memastikan sebelum ia melajukan mobilnya sedikit cepat
Ziena menggelengkan kepalanya tanda tidak ada tempat yang mau ia kunjungi. "gak ada mas" jawab Ziena dan Dylan hanya mengangguk saja
Sampai di mansion Dylan maupun Ziena belum melihat keberadaan mobil yang digunakan mama Ana dan papa Juna berada di dalam garasi dan itu tandanya kedua orang tua itu belum pulang. "papa sama Mama belum pulang pak Han?" tanya Dylan pada kepala pelayan
"belum tuan muda" jawab pak Han dan Dylan hanya mengangguk
"pak Han pinjam tanganya" ucap Ziena secara tiba-tiba
__ADS_1
"untuk apa nona?" tanya pak Han dengan bingung
"sudah sini" balas Ziena sambil menarik tangan pak Han dan memberikan satu permen dari kantung plastik yang ia bawa
"ini permen untuk apa nona?" tanya pak Han yang masih bingung
"untuk dimakan pak Han, oh iya ini permen kesukaan saya loh jadi coba cicipi bagaimana rasanya" balas Ziena dengan tersenyum
Dylan hanya menonton apa yang dilakukan istrinya ini dan pastinya juga bingung seperti pak Han meski ekspresi wajahnya terlihat biasa saja. "maaf nona saya tidak bisa menerimanya" jawab pak Han dengan sopan
"aku tidak menyuruh pak Han untuk menerimanya aku hanya ingin pak Han ikut mencicipi rasanya" jawab Ziena
"pak Han tinggal memasukkan permen ini ke dalam mulut lalu merasakan rasanya kenapa susah sekali sih kenapa malah seperti sedang mengajakku bernegosiasi saja" balas Ziena sedikit kesal
"sudah terserah pak Han saya mau masuk saja" lanjutnya sambil berjalan masuk
Dylan begitu bingung melihat tingkah Ziena yang hampir mirip seperti anak kecil. "sudahlah pak Han cicipi saja permennya" ucap Dylan sebelum pergi menyusul istrinya
Setelah Dylan membuka pintu kamarnya ia melihat Ziena sedang bertelepon dengan seseorang di balkon kamar. "bertelepon dengan siapa dia sampai wajahnya terlihat serius sekali" batin Dylan
__ADS_1
Dylan lebih memilih duduk di sofa dekat pintu balkon sambil berpura-pura memainkan ponsel miliknya barang kali bisa mendengar pembicaraan Ziena dengan seseorang di telepon. "sial kenapa pintu balkonnya ditutup segala sih jadi tidak bisa mendengar dengan siapa dia teleponan" batin Dylan mengumpat
Tak lama kemudian Ziena masuk dan terkejut melihat suaminya tengah duduk di sofa sambil memangku laptop dengan wajah fokusnya tapi dengan cepat ia langsung mengubah ekspresi wajahnya. "semoga mas Dylan tidak mendengar percakapanku ditelepon tadi" batin Ziena sambil berdoa
Ziena melangkah mengambil plastik berisi kue yang ia beli tadi dan memakannya sambil berjalan mendekati Dylan. "mas mau" tawar Ziena
"tidak" balas Dylan tanpa menoleh ke arah Ziena karena ia sedang fokus dengan laptop di hadapannya
Setelah itu suasana menjadi hening. Ziena sibuk menghabiskan kuenya dan Dylan sibuk dengan laptop di pangkuannya. Detik berikutnya Dylan menutup laptopnya dan beralih menatap istrinya yang sudah menghabiskan kue di tangannya. "aku mau mandi dulu" ucap Dylan yang sudah melangkah hampir mendekati pintu kamar mandi
Ziena segera menyiapkan pakaian untuk Dylan dan menyiapkan pakaian untuknya setelah ini. Tak lama kemudian Dylan keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. "mandilah setelah ini kita pulang" ucap Dylan
"loh mama sama papa kan belum pulang mas" balas Ziena
"tadi saat kamu teleponan dengan seseorang di balkon mama memberitahuku bahwa mereka akan pulang agak malam jadi kita pulang saja sekarang" jawab Dylan dengan sengaja menyinggung tentang Ziena yang teleponan dengan seseorang di balkon
Bukannya menanggapi ucapan Dylan justru Ziena malah berlari ke arah kamar mandi. "kalau begitu aku mandi dulu" balas Ziena
Tidak mendapatkan jawaban dari Ziena membuat kesal hati Dylan dan menambah banyak pertanyaan dibenaknya. Bukannya Ziena tidak menanggapi ucapan suaminya hanya saja ia sedang tidak sadar jika disinggung makanya ia hanya diam saja.
__ADS_1