
HALLO READERS LAMA TAK JUMPA HEHEHE,
BAGAIMANA KABAR KALIAN SELAMA SEPULUH MINGGU INI?
LAMA YA NUNGGU UPDATENYA PDMD,
MAAFKAN AUTHOR YANG LAMA TAK UPDATE INI YA ㅠㅠ
INTINYA MAAFKAN AUTHOR INI DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN......
YUK CUSS BACA!
...Happy reading...
Malam ini saat mobil Ziena melintasi salah satu jalanan yang sepi, tiba-tiba mobilnya dihentikan oleh seseorang. Dari kursi penumpang bisa Ziena lihat jika dua orang berbeda jenis yang menghentikan mobilnya secara tiba-tiba sedang tidak dalam keadaaan baik-baik saja.
Sebenarnya ia ingin egois dan membiarkan dua orang yang terus mengetuk-ngetuk kaca mobilnya secara tidak sopan itu, namun lagi-lagi hati nuraninya bergerak dan tanpa pikir panjang ia langsung turun menghampiri dua orang itu.
Om Irfan dan sopir Ziena ikut turun saat melihat pergerakan Ziena. Di belakang Ricko juga ikut turun dari mobilnya saat melihat Ziena dan Om irfan keluar dari mobilnya. Kebetulan hari ini ia pulang bersama mekipun tidak satu mobil. "tolong kami" dua kata yang pertama kali diucapkan oleh pria dihadapannya
Dari tampilan mereka berdua yang terlihat tidak baik-baik saja bisa Ziena simpulkan bahwa mereka sedang dikejar-kejar oleh seseorang dan dari suara pria dihadapannya itu juga bisa Ziena simpulkan bahwa mereka sedang menahan kesakitan. "maaf kami tidak ada urusannya dengan kalian" bukan Ziena yang mengucapkan kalimat itu tapi Ricko yang baru datang di belakang Ziena
"kami mohon tolong kami tuan" kali ini wanita yang sedang terduduk di aspal yang berucap
Dengan gemetar wanita itu mendongakkan kepalanya untuk menatap orang-orang di depannya. "kami mohon tolong selamatkan kami tuan" lanjutnya lagi
__ADS_1
Ziena memiringkan kepalanya menatap tajam wanita yang terduduk samping pria tadi. Ia terkejut saat tahu siapa wanita itu. Wanita yang beberapa hari yang lalu membuat kekacauan di kantornya. "Mela" ucap Ziena
Wanita itu beralih menatap Ziena saat merasa namanya dipanggil seseorang. K-kamu" jawab Mela terbata-bata
Dari semua orang di sini hanya pria di samping Mela yang memperlihatkan raut kebingungan. Ia beralih menatap Mela dan Ziena secara bergantian. Setelah itu ia beralih menatap semua orang seakan-akan meminta penjelasan.
Ziena langsung membalikkan tubuhnya hendak kembali masuk ke dalam mobil diikuti yang lainnya, namun dengan cepat Mela meraih tangan Ziena. "tolong saya nona Delmira" ucap Mela dengan Isak tangisnya
Ia sudah tidak kenal yang namanya malu. Entahlah menurut Mela sekarang yang lebih penting adalah menyelamatkan dirinya dan pria di samping adalah yang paling penting.
Ziena melepaskan tangan Mela. Ia tetap melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam mobil, namun lagi-lagi cekalan seseorang menghentikan langkahnya. "nona saya tidak tahu siapa anda, tapi kali ini saya mohon tolong selamatkan kami dadi kejaran seseorang" mohon pria itu dengan sungguh-sungguh
"saya dan kekasih saya sedang dikejar-kejar orang jahat nona dan kami benar-benar butuh bantuan anda" lanjutnya lagi
Ziena terpaku mendengarkan kata "kekasih" yang keluar dari mulut pria itu. Sekarang ia benar-benar pusing memikirkan hal itu, pria disamping Mela adalah kekasih wanita itu, dan wanita itu adalah kekasih yang selalu disebut-sebut suaminya. Bukankah takdir ini begitu rumit?.
Dan satu lagi kalimat yang membuat Ziena terdiam "dikejar-kejar orang jahat" bukannya wanita disampingnya itu adalah orang jahat juga. Iya, menurut Ziena Mela adalah orang jahat dihidupnya makanya ia sedikit tertawa geli mendengar kalimat itu, baginya "sesama jahat kok teriak jahat"
Ziena tetap melangkahkan langkahnya mendekati pintu mobil, tapi saat akan masuk tiba-tiba Mela pingsan dan tentu saja pria disampingnya itu panik. Melihat itu membuat Ziena tidak tega apalagi saat melihat pakaian yang dikenakan Mela hampir tak berbentuk lagi sobek di beberapa bagian.
Dengan hati terpaksa ia memberikan pertolongan untuk dua manusia di depannya ini. Ricko membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan kedua manusia itu untuk masuk. Mereka melajukan mobilnya ke arah rumah sakit terdekat.
Mela sedang ditangani dokter di dalam, sedangkan pria yang tidak Ziena ketahui identitasnya itu nampak khawatir, terlihat dari cara pria itu mondar-mandir di depan pintu rawat Mela.
Ziena hanya duduk menunggu sambil memperhatikan pria di hadapannya ini. Sesekali Ziena menatap wajah pria itu. Tak lama kemudian dokter keluar. Dokter mengatakan bahwa ada yang harus ia beritahu.
__ADS_1
Ziena dan pria tadi mengikuti dokter itu untuk ke ruangannya. Dan disinilah mereka duduk berhadapan dengan dokter di depannya. "jadi begini nona ibu Mela hanya mengalami kelelahan yang mengakibatkan ia pingsan dan untung saja segera di bawa ke rumah sakit jika tidak janin dalam kandungannya bisa tidak terselamatkan" terang dokter dengan name tag bertuliskan Iwan
Mendengar penjelasan dokter Iwan membuat pria di samping Ziena menampilkan ekspresi terkejut, berbeda dengan Ziena yang hanya diam saja meski sejujurnya pikirannya mulai kemana-mana. Ia takut jika janin di dalam perut Mela adalah anak Dylan suaminya, melihat beberapa bulan hubungan mereka yang renggang membuat Ziena tampak khawatir. Setelah selesai mendengarkan penjelasan dari dokter Iwan merekapun keluar dari ruangan dokter tersebut.
Dokter Iwan adalah papa dari Rista teman Ziena, kebetulan papa Rista bekerja di rumah sakit dekat dengan jalan sepi yang ia lewati tadi. "ehemm" Ziena sedikit berdehem
Pria itu menoleh ke arah Ziena. "untuk beberapa hari ke depan biarkan kekasihmu itu mendapatkan perawatan di sini dan untuk masalah biaya rumah sakitnya biar saya yang tanggung" ucap Ziena
Pria di hadapan Ziena mengangguk mengerti. Ziena hendak berbalik meninggalkan pria itu tapi tiba-tiba tangannya dicekal. "nona terima kasih atas bantuannya, bisakah nona di sini sebentar? saya membutuhkan seorang teman sekarang" ucap pria itu dengan wajah sendunya
Ziena ingin mengabaikan namun melihat tatapannya ia menjadi tidak tega. Akhirnya ia menyuruh Om Irfan dan Ricko kembali duduk di depan kamar inap Mela, sedangkan dia memilih ke kantin rumah sakit diikuti pria tadi. "jadi apa yang ingin kamu katakan?" tanya Ziena di tengah-tengah kebisuan pria itu
Sekarang ia mulai jengah dengan situasi ini, pria dihadapannya membutuhkan teman untuk bicara tapi sudah dua puluh lima menit dia hanya diam sambil menatap secangkir kopi dihadapannya. Di sini bukan hanya pria itu saja yang memiliki masalah tapi Ziena juga. "perkenalkan nona nama saya Huda" ucap pria itu
"Ziena" balas Ziena
Dan dari sini perbincangan mereka mulai berlanjut. Pria yang bernama Huda menceritakan asalnya dan alasanya datang ke kota ini. "terima kasih nona mau membantu dan mendengarkan cerita saya" ucap Huda dengan tulus
Ziena tersenyum kemudian berpamitan pada pria yang baru beberapa jam yang lalu ia tolong.
..............
HALLO READERS,
AKU SENGAJA NIH UPDATE DI HARI SPESIAL XIXIXI ㅋㅋ
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN...
HAICO