Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 77


__ADS_3

"mama kenapa lihatin aku terus?" tanya Ziena


"gak kenapa-kenapa, mama cuman seneng aja sebentar lagi mama sama papa bakal punya cucu" jawab mama Ana dengan bahagia


Ziena ikut bahagia melihat senyum mengembang mama mertuanya tapi ia tidak yakin apakah dapat memberikan seorang cucu untuk mertuanya. Bukan tidak mau memiliki anak hanya saja seorang wanita pasti menginginkan sebuah kepastian yang jelas. Ia tidak mau anaknya lahir tanpa ada cinta, melihat posisinya sekarang saja sudah sangat menyakitkan hati, jiwa dan batinnya. "semoga saja ma" balas Ziena


Sebenarnya yang ia semogakan adalah bila suatu hari suaminya juga ikut membalas perasaannya dan semoga juga ia segera dikaruniai seorang anak maka kebahagiaannya akan berlipat ganda bagaikan menang undian berhadiah. "oh iya mama dengar Minggu depan kamu sudah mau masuk kuliah ya?" tanya mama Ana


"iya ma"


"terus pekerjaan kamu bagaimana?" tanya mama Ana


"masih tetap sama ma, aku tetap dibantu om Irfan dan kak Ricko" jawab Ziena


"kau begitu menyayangi mereka ya" balas mama Ana

__ADS_1


"yang aku punya di dunia ini hanya mereka ma, mereka memberiku semangat hidup dengan cara mereka sendiri" jawab Ziena


"sekarang kamu sudah punya mama, papa dan Dylan suamimu, jadi jangan sedih lagi" balas mama Ana sambil memegang tangan Ziena


"oh iya mama sudah lama tak pernah melihat Irfan, bagaimana jika besok saat jam makan siang kita makan bersama" ajak mama Ana


"bagaimana kalau makan siangnya di kantorku atau di mansionku saja ma" tawar Ziena


"memangnya ada apa?" tanya mama Ana


"tidak ada apa-apa kok ma hanya saja banyak orang yang mengintaiku aku tidak ingin menimbulkan dampak untuk orang-orang disekitarku" jelas Ziena


"iya ma nanti aku beri kabar ke om Irfan" jawab Ziena


"mama mau pamit pulang dulu ya" pamit mama Ana

__ADS_1


"tunggu dulu ma" cegah Ziena


"ini oleh-oleh buat mama" lanjutnya sembari memberikan paper bag


"ya ampun kamu masih sempat-sempatnya mikirin oleh-oleh buat mama" ucap mama Ana


"kurang lengkap aja ma kalau kita liburan dan pulangnya gak bawa oleh-oleh buat orang-orang terdekat kita" jawab Ziena sambil tertawa


"terima kasih banget udah bawain mama oleh-oleh kalau begitu mama pamit dulu" ucap mama Ana


Sekarang hanya tinggal Ziena sendirian di rumah. Setelah tiba di bandara Dylan langsung menuju ke kantor karena ada urusan mendesak dan Ziena di antar oleh supir pribadi untuk pulang kekediaman. Setelah sampai tadi ia langsung menata oleh-oleh yang ia bawa ke dalam paper bag setelah itu ia membersihkan rumah karena Dylan memang tidak menyewa jasa asisten rumah tangga.


Dan setelah selesai beres-beres mama Ana datang untuk berkunjung. "*kayaknya aku udah jarang ketemu sama temen-temen, aku jadi kangen sama mereka" batinnya yang tiba-tiba teringat jaman ia belum menikah dulu


"Kalau aku ketemu mereka aku gak ada waktu buat mampir ke mansion tapi kalau gak ketemu aku udah kangen banget sama mereka. Apa aku ajak mereka ketemuan di mansion aja ya" lanjutnya menemukan ide*

__ADS_1


Ziena langsung mengirim pesan kepada ketiga sahabatnya. Tak butuh waktu yang lama untuk menunggu pesan dari ketiga sahabatnya karena merasa sama-sama saling rindu kebersamaan mereka. Mungkin karena faktor dari masing-masing yang sedang sibuk mempersiapkan diri menjadi mahasiswa baru.


Dan ditambah lagi salah satu sahabatnya sudah menikah jadi membuat mereka jarang bisa bertemu secara utuh.


__ADS_2