
"nona silahkan turun" ucap Irfan sambil membukakan pintu mobil untuk Ziena
Ziena masih diam tampak berpikir namun akhirnya ia turun juga. Ia berjalan di tengah-tengah Irfan dan Ricko. "apa kamu gugup na?" tanya Ricko
Ziena menoleh ke samping kirinya. "sedikit" jawab Ziena jujur
Irfan dan Ricko memang memaklumi kegugupan Ziena karena pasalnya Ziena memang tidak pernah menghadiri acara seperti ini ditambah lagi jika ia datang ke acara-acara seperti ini maka identitasnya sebagai CEO Aldar akan diketahui banyak orang. "tarik nafas lalu hembuskan na" ucap Ricko memberi aba-aba ke Ziena
Ziena mengikuti aba-aba Ricko. Ia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dengan perlahan-lahan menghembuskannya. "kamu gak perlu gugup na di sini ada aku dan Om Irfan, kami berdua akan selalu ada di samping kamu selama pesta berlangsung" jelas Ricko
Setelah itu mereka bertiga melanjutkan berjalan mendekati pintu masuk. Saat sudah masuk banyak pasang mata tertuju pada Ziena. Mereka semua yang tidak tahu Ziena pasti akan terheran-heran melihat kedatangannya, seolah-olah bertanya siapa wanita yang berjalan di antara kedua sekertaris perusahaan Aldar.
Sedangkan beberapa orang yang mengenal Ziena dibuat takjub dengan penampilan serta kedatangan Ziena ke acara pesta ini. "kenapa semua orang menatapku?" tanya Ziena dengan ekspresi wajah biasa meski sebenarnya ia sangat malu ditatap semua orang
"entahlah mungkin ada yang salah dengan penampilanmu" jawab Ricko asal
Ziena menatap tajam Ricko. "nona sebaiknya kita segera menemui pak jaya" ucap Irfan menengahinya
Pak jaya yang melihat kedatangan Ziena kemudian secara khusus menyambutnya. Ia sangat senang melihat kedatangan Ziena karena selama ini Ziena tidak pernah hadir secara langsung di setiap acaranya. "selamat datang nona Delmira" sapa pak jaya beserta istri dan anaknya
"suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan nona di pesta keluarga kami ini" lanjut pak jaya
Ziena tersenyum kemudian memberikan kado yang sudah Irfan siapkan tadi. "selamat ulang tahun pernikahan untuk pak jaya dan Bu jaya" ucap Ziena sambil memberikan kadonya
Bu jaya menerimanya. "terima kasih nona"
"mari kita masuk ke dalam nona" ajak Bu jaya
Ziena mengikuti langkah Bu jaya diikuti yang lainnya. Mereka duduk di kursi yang kosong sambil berbincang-bincang. Melihat interaksi keluarga jaya terhadap Ziena dan ditambah Ziena datang bersama kedua sekertaris Aldar yang terkenal itu membuat semua orang yang tidak tahu menjadi bertanya-tanya.
Kesempatan emas ini digunakan para kolega bisnis Ziena untuk berbincang bisnis secara langsung dengannya bahkan beberapa dari mereka mendekat-dekatkan anak laki-laki mereka dengan Ziena.
Rupanya tanpa sepengetahuan Ziena interaksi mereka di saksikan oleh seseorang yang Ziena kenal. "siapa kamu sebenarnya na?" batin Dylan bertanya-tanya
Ada rasa tidak suka melihat istrinya didekati banyak orang terlebih lagi di depan matanya sendiri. "sayang kenapa istri kamu datang ke acara ini sih? lihat semua orang pada ngomongin aku" ucap Mela dengan kesal
Dylan menoleh ke arah Mela. "aku tidak tau Mel"
Mela kemudian berlalu meninggalkan ruangan pesta karena malu. Beberapa orang yang tau jika Ziena itu adalah istri dari Dylan memilih diam dari pada menyinggung Dylan yang terkenal kejam. "Lex coba kamu cari tahu tentang siapa Ziena sebenarnya" perintah Dylan
Alex mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya menikmati pesta bersama Dylan meski sejujurnya ia juga sedikit terkejut akan kehadiran Ziena di pesta ini. "sebenarnya siapa anda nona?" batin Alex sambil menatap Ziena dari kejauhan
__ADS_1
Sebenarnya dari area parkiran tadi Ziena sudah tahu akan kehadiran Dylan bersama kekasihnya hanya saja ia memilih diam dan berpura-pura seoalah tidak melihatnya."nona ada kenapa?" tanya Irfan membuat Ziena tersadar akan lamunannya
Ziena menggelengkan kepalanya. "tidak ada apa-apa Om"
Dari kejauhan ada seseorang yang menghampiri Ziena. Ia adalah Dina teman suaminya. Ia datang ke acara ini bersama suami dan adik iparnya. "Ziena"
Ziena yang sedang mengobrol bersama beberapa orang lantas menoleh. "mbak Dina"
"kamu datang dengan Dylan?" tanya Dina, ia bertanya seperti itu karena setahunya Dylan datang dengan kekasihnya itu
"tidak, saya datang sendiri" jawab Ziena
"mbak Dina sendiri datang dengan siapa?" lanjutnya sambil melihat sisi kanan dan kiri Dina yang kosong tidak ada seorangpun
Dina tersenyum. "saya datang dengan suami dan adik ipar saya" jawabnya sambil menunjuk dua orang laki-laki yang sedang mengobrol dengan seseorang
Kemudian Dina mengajak Ziena untuk berkenalan dengan suami dan adik iparnya sambil Irfan dan Ricko mengikutinya. Saat mereka sudah dekat tiba-tiba adik ipar Dina memanggil Ziena. "Ziena" ucap Riski
"Riski... ternyata kamu adik iparnya mbak Dina" ucap Ziena
Riski mengangguk sambil tersenyum. "iya, kamu sendiri bagaimana bisa kenal kakak iparku?" tanya Riski
"kami kenal waktu di toko kue" jawab Ziena dan Riski mengangguk paham
"iya kak, dia adalah teman sekelasku" jawab Riski
Suami Dina kemudian mendekat dan menyapa Ziena serta kedua sekertarisnya secara bergantian. "nona Delmira" sapa suami Dina dengan sopan
"pak Irfan, pak Ricko" lanjutnya
Ziena tidak tahu siapa suami Dina karena ia tidak pernah berinteraksi melebihi urusan kerja. "dia pak Riki sekertaris hotel grand Surya nona" ucap Irfan memberi tahu Ziena
"pak Riki" sapa Ziena balik
Suami Dina tersenyum mendengar sapaan Ziena. "suatu keberuntungan dapat bertemu nona secara langsung di acara pesta seperti ini" ucap Riki membuat istri dan adiknya bingung
"memang Ziena siapa kak?" tanya Riski penasaran
"nona Delmira adalah CEO sekaligus pemilik dari Aldar Corporation" jawab Riki
"APA!" teriak Dina dan Riski secara bersamaan
__ADS_1
Beberapa tamu menatap mereka secara bergantian. "jadi kamu..." ucap Riski menggantung
Ziena mengangguk. "iya Ki, tapi tolong jangan bilang sama teman-teman ya tentang ini" ucap Ziena dan Riski mengangguk paham
Setelah itu mereka melanjutkan perbincangan serta membahas beberapa hal tentang kerja sama. Di tengah-tengah acara Ziena memilih untuk undur diri. Ia beralasan bahwa masih ada acara yang harus ia hadiri meski sebenarnya ia berbohong.
Setelah Ziena pergi Dylan dan Alex menghampiri meja Dina. Di sana mereka juga mengobrol-ngobrol ringan. "loh pak Dylan masih ada di sini? istri anda tadi baru saja pulang duluan" jelas Riki
Dylan terdiam bingung mau menjawab apa. "tadi pak Dylan dan nona datang terpisah, makanya pak Dylan baru datang" ucap Alex membantu
Riki mengangguk paham kemudian ia memperkenalkan adiknya. "perkenalkan ini adik saya Riski"
Riski kemudian memperkenalkan diri. "Riski" ucapnya sambil menjabat tangan Dylan dan Alex secara bergantian
"oh iya pak Dylan saya tidak menyangka kalau anda adalah suaminya nona Delmira" ucap Riki membuat adiknya terkejut dan membuat Dylan serta Alex bingung
"Delmira?" tanya Dylan mengulangi ucapan suami Dina
"iya, nona Delmira istri ada"
Dylan mengerutkan keningnya. "jadi Ziena teman aku itu istrinya pak Dylan kak?" tanya Riski kepada kakaknya
Riki dan Dina mengangguk. "iya makanya Kakak juga tidak menyangka nona Delmira CEO Aldar ternyata adalah suami pak Dylan" jelas Riki membuat Dylan dan Alex diam mematung
"gue pergi dulu ya Din" pamit Dylan kemudian diikuti Alex
Mereka berdua berjalan keluar meninggalkan pesta. Di luar sudah ada Mela yang sedari tadi menunggu kedatangan Dylan. "sayang kamu kok lama banget sih di dalamnya" rengek Mela sambil meraih lengan tangan Dylan
Dylan melepas tangannya dari pelukan Mela. "Lex anter Mela pulang" perintah Dylan sebelum ia masuk ke dalam mobil
Alex hanya bisa mengangguk pasrah meski di dalam hatinya ia enggan mengantar Mela pulang. "masuk" perintah Alex
"GAK! gue mau pulang sama Dylan"
"Dylan gak bakal balik ke sini"
"kata siapa? dia bakal balik ke sini kok"
"Lo mau masuk atau gak?" tanya Alex dengan jengkelnya
"GAK!"
__ADS_1
Alex kemudian menyalakan mesin mobilnya dan hendak pergi meninggalkan Mela, namun tiba-tiba Mela menghadang mobilnya. "kalau mau bunuh diri jangan di depan mobil gue" ucap Alex
"siapa juga yang mau bunuh diri, gue mau nebeng" jawab Mela sambil membuka pintu di sebelah Alex