
Dea menatap layar ponselnya, tangannya ragu-ragu untuk menekan tombol kirim. Ia kembali membaca pesan yang ia tulis dalam hati, setelah itu dengan bismillah ia mengirim pesan singkat itu kepada Ricko.
...Kak Ricko...
^^^hai kak,^^^
^^^ini aku Dea temannya Ziena...^^^
^^^save nomerku ya kak^^^
Tanda check list dua setelah Dea mengirim pesannya, dan dalam hati ia berdoa supaya Ricko cepat membalasnya. Sepuluh menit ia menunggu tapi tak kunjung ada notifikasi masuk ke handphonenya, satu jam berlalu pesannya juga tak kunjung terbaca.
Dea menghela nafasnya. "kemana sih kak Ricko, dari tadi gak dibales-bales chatku" omelnya
Karena kesal ia membanting hp-nya di atas kasur. Tenang saja Dea masih waras, tidak mungkin ia membanting Handphone yang baru ia beli dua bulan yang lalu.
Setelah itu ia beranjak dari duduknya dan turun ke bawah dengan mengomel-ngomel tidak jelas.
Jadi bagaimana cara Dea bisa mendapatkan nomer WhatsApp Ricko? jawabannya adalah Ziena. Jadi tiga hari yang lalu ia meminjam handphone milik Ziena dengan alasan untuk menghubungi handphonenya yang lupa ia taruh dimana, padahal sudah jelas ia menaruhnya di dalam tas dan tak lupa ia mode silent.
Dea mengirim nomor Ricko ke handphonenya setelah itu ia menghapus pesan itu di handphone milik Ziena.
Sebenarnya jika jujur mungkin Ziena akan dengan senang hati membantunya untuk bisa lebih dekat dengan Ricko, tapi ia masih malu untuk mengakui bahwa ia menyukai kakak Ziena.
Mungkin nanti jika usahanya sudah ada sedikit kemajuan ia akan mengatakan kepada Ziena.
............
"muka mu kenapa de?" tanya Rista
__ADS_1
Dea berjalan dengan wajah galaunya. Tanpa memperdulikan pertanyaan Rista.
Setelah pulang dari kampus mereka berencana untuk mampir di cafe tempat mereka sering nongkrong dulu. Kebetulan hari ini Rista tidak ada jadwal kuliah, jadi dia datang lebih cepat. Berbeda dengan Mila yang masih ada jadwal satu jam lagi.
Dea datang bersama Ziena di belakangnya. Rista langsung menatap Ziena sembari matanya menatap Dea seolah memberi kode ada apa dengan anak ini?. Ziena hanya mengedikkan bahunya.
"kenapa sih Dea, kayak galau gitu" tanya Rista
"gak tau Ris dari tadi udah begitu" jawab Ziena
"aku tanya dia kenapa malah jawabnya gak apa-apa" jelas Ziena
"kamu galau De?" tebak Rista
"siapa yang galau" sewot Dea
"ya situlah"
Sungguh Rista dan Ziena ingin sekali tertawa tapi sebisa mungkin ia tahan. Baru kali ini mereka tau Dea sedang menggalaukan seseorang.
"siapa De orang yang udah bikin sahabat aku galau gini?" tanya Rista
"emangnya mau kamu apain Ris?" tanya Ziena
"mau aku kasih reward soalnya bisa bikin Dea galau" kata Rista
Dea langsung menatap tajam mereka berdua. "emang kamu diapain sih Sampai galau gitu de?" kali ini Ziena yang bertanya
"gak di apa-apain sih, cuman pesan aku belum dibalas-balas dari kemarin" kali ini Dea menjawab dengan jujur
__ADS_1
"positif thinking aja De mungkin dia lagi sibuk jadi belum sempat bales pesan kamu" sahut Rista
Setelah Rista mengatakan itu handphone milik Ziena berdering. "aku angkat telepon dulu ya" kata Ziena sambil berjalan sedikit menjauh
"dari siapa na, Mila ya?" tanya Rista setelah Ziena selesai mengangkat teleponnya
Ziena menggeleng. "dari kak Ricko"
Saat mengatakan itu spontan Dea tersedak jus melon yang sedang ia minum. Bisa-bisanya kak Ricko mengabaikan pesan darinya sedangkan dia baru saja menghubungi Ziena. "kamu kenapa lagi De?" tanya Rista dan Ziena bersamaan
"gak apa-apa cuman tersedak aja kok"
"emang dasar kak Ricko, tinggal balas iya doang apa susahnya sih, awas aja gak bakal aku chat lagi, dasar cowok" batin Dea
Lain di mulut lain di hati, baru saja ia bersumpah untuk tidak mengirim pesan tapi nyatanya ia mengirim kembali pesan singkat untuk Ricko dan lagi-lagi pesannya bertanda check list dua, tapi kali ini terlihat bahwa status Ricko sedang online.
Ricko menatap layarnya. Lagi-lagi ada pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal dan salah satunya nomor milik Dea.
Di urutan paling atas ada nomor Dea yang mengirim dua pesan untuk Ricko, karena Dea baru saja mengirim pesan baru untuk Ricko.
Ricko tampak familiar dengan foto profil yang Dea gunakan di akunnya. Setelah mengingat-ingat akhirnya ia baru ingat jika itu gadis yang beberapa hari yang lalu bertemu dengan dirinya di toko donat.
Karena Ricko mengenalnya, lalu ia membalas pesan yang Dea kirim. Setelah itu menutup handphonenya dan melanjutkan pekerjaannya.
Handphone milik Dea bergetar. Sejujurnya ia malas membuka layarnya tapi hatinya mengatakan untuk membuka siapa tau jika itu pesan dari kak Ricko.
Dan benar saja setelah membuka layarnya terpampanglah pesan dari Ricko. Hanya dua kata yang Ricko Kirim, "ok Dea", hanya itu saja yang Ricko Kirim. Begitu singkat, jelas dan padat sedangkan dia mengetik begitu panjang. Kecewe sih, tapi itu lebih baik daripada tidak dibalas sama sekali.
Setelah membaca itu Dea kembali memasukkan handphonenya ke dalam tas, ia berencana membalas pesan Ricko nanti saja saat sudah pulang sekalian ia ingin balas dendam. Ia ingin Ricko juga merasakan bagaimana rasanya menunggu.
__ADS_1
Dan setelah mendapat balasan dari Ricko suasana hati Dea membaik, terbukti sekarang ia mulai makan dan minum dengan lahap tidak seperti beberapa menit yang lalu. Begitulah orang saat sedang kasmaran.