Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 88


__ADS_3

Bunyi alarm di atas nakas membuat Ziena terbangun dari tidurnya. Sambil menetralkan pandangannya ia melirik sisi kanannya mencari sosok laki-laki yang selalu tidur di sisi ranjangnya. "mas Dylan kok tidak ada" ucapnya saat tau tidak ada Dylan di sampingnya


Ziena kemudian beranjak berjalan ke kamar mandi. Ia berpikir mungkin suaminya sudah bangun dari tadi pagi dan sekarang sedang berolahraga pagi karena itu salah satu kebiasaan Dylan di pagi hari jadi dia memilih segera mandi karena hari ini ia akan menjalani Ospek pertamanya di kampus dan katanya Bu Inah pagi ini akan datang. Setelah selesai mandi ia turun ke bawah mencari keberadaan suaminya karena hampir satu jam Dylan tak kunjung kelihatan.


Saat keluar dari kamar Ziena melihat seisi rumah sudah rapi dan bersih bahkan ia juga mendengar suara kompor yang dinyalakan. Ia berpikir itu Dylan karena dari tadi ia tak kunjung melihat keberadaan suaminya. Namun tebakan Ziena salah itu bukan Dylan suaminya melainkan Bu Inah pekerja yang kemarin malam suaminya bicarakan. "selamat pagi non" sapa Bu Inah dengan ramah


"pagi Bu" jawab Ziena dengan sopan


"saya Bu Inah non, dulu pekerja di rumahnya tuan Dylan" jelas Bu Inah saat melihat wajah bingung dari Ziena


Ziena mengangguk dan tersenyum mendengar penjelasan Bu Inah. "saya Ziena Bu" balas Ziena tanpa menyebutkan siapa dia di rumah ini


Bu Inah tersenyum. "iya non saya sudah tau, kemarin tuan Dylan sudah menjelaskan kepada saya"


Setelah itu Bu Inah melanjutkan pekerjaannya sedangkan Ziena sambil menunggu sarapannya jadi ia menyempatkan diri mencari keberadaan suaminya. Karena Ziena sudah mencari di setiap sudut rumah tapi tak kunjung menemukan suaminya ia pun memutuskan kembali masuk ke dalam. "Bu Inah tadi datang dari jam berapa? kok sudah membereskan semua rumah" tanya Ziena


"habis subuh non"


"pagi sekali Bu datangnya"

__ADS_1


"sudah biasa non, dulu waktu masih kerja ibu datangnya jam segitu nanti jam delapan pagi pulang terus balik lagi jam tiga sore sampai jam tujuh malam" jelas Bu Inah sambil memotong sayur


"loh Bu Inah dulu gak tinggal di sini?" tanya Ziena


"awalnya pulang non tapi lama-lama sama tuan di suruh tinggal di sini" jawab Bu Inah


"saya ini kan sudah tua non, saya juga tinggal sendiri makanya tuan Dylan menyuruh saya tinggal di sini sekali bantu tuan bereskan rumah" curhat Bu Inah


"kok Bu Inah tinggal sendiri memangnya keluarga Bu Inah ke mana?" tanya Ziena


"saya tidak punya keluarga non, suami saya pergi sama wanita lain waktu saya masih tinggal di kampung dan anak saya sudah meninggal enam tahun yang lalu, saya di sini ngekost sendirian"


"gak apa-apa nona kan juga tidak tahu tentang masa lalu saya" jawab Bu Inah


"sudah nona Ziena duduk saja biar ibu selesaikan dulu memasaknya"


Ziena kembali duduk sambil memperhatikan kelincahan wanita paruh baya ini memasak. Meski usia Bu Inah hampir memasuki kepala lima namun kelincahannya dalam berberes rumah masih cukup bagus bahkan ia cekatan dalam memotong sayur dan memasukkan bumbu-bumbu ke dalam setiap panci masakan. "non ini sarapannya sudah siap" ucap Bu Inah yang sudah selesai menghidangkan makanan di atas meja


Ziena hanya mengangguk dan tersenyum namun tidak segera memakan masakan yang Bu Inah sajikan. "kok tidak dimakan non, apa nona tidak suka dengan makannya?" tanya Bu Inah

__ADS_1


"bukan begitu Bu, saya suka dengan masakannya hanya saja saya sedang menunggu mas Dylan" jawab Ziena


Mendengar ucapan majikannya membuat Bu Inah bingung. Ia bertanya-tanya apa majikannya ini tidak tahu bila suaminya pergi ke bandara sebelum subuh tadi. "apa nona tidak tahu kalau tuan Dylan pergi ke Moskow pagi ini?" tanya Bu Inah


"pergi ke Moskow"


"iya non kemarin tuan Dylan memberitahu ke saya bahwa Beliau akan pergi ke Moskow pagi hari ini jadi saat saya datang nanti beliau sudah tidak ada di rumah" jelas Bu Inah sambil mengingat-ingat kembali ucapan Dylan ditelepon kemarin malam


"saya tidak diberitahu sama mas Dylan Bu"


"memangnya jam berapa mas Dylan berangkat ke bandaranya?" tanya Ziena


"kemarin tuan bilang sebelum subuh non"


Mendengar penjelasan Bu Inah membuat nafsu makan Ziena hilang. Ia ingin pergi meninggalkan meja makan namun saat melihat masakan yang sudah Bu Inah siapkan susah payah membuat ia mengurungkan niatnya. Ziena akhirnya memakan sedikit masakan yang sudah Bu Inah siapkan. "Bu Inah saya berangkat dulu ya" pamit Ziena sebelum pergi


"iya nona hati-hati di jalan"


Hari ini Ziena dijemput oleh sopir pribadinya. Mungkin mulai sekarang ia akan memperkerjakan kembali sopirnya. Setelah masuk ke dalam mobil Ziena langsung membuka tasnya dan mengambil handphonenya mengecek apakah ada pesan atau telepon dari Dylan namun lagi-lagi kekecewaan yang Ziena rasakan. "kamu kenapa sih mas tiba-tiba berubah jadi dingin lagi, kamu kenapa gak kasih tahu aku kalau mau pergi ke Moskow, apa kamu memang benar tidak pernah menganggap aku ada?" batin Ziena sedih namun sebisa mungkin tak meneteskan air matanya

__ADS_1


__ADS_2