
"kamu mau jalan-jalan ke mana hari ini?" tanya Dylan setelah selesai menyantap sarapannya
Ziena meneguk habis air putih di depannya sebelum menjawab pertanyaan Dylan. "bagaimana kalau hari ini kita ke desa Kinderdijk?" tawar Ziena
"ok aku setuju" balas Dylan
"kalau begitu kita berangkat sekarang aja mas" ajak Ziena
Dylan dan Ziena menggunakan taxi untuk menuju ke desa Kinderdijk. Butuh waktu sekitar satu jam lebih tiga puluh sembilan menit untuk sampai ke desa tersebut. Dari kejauhan tampak bangunan-bangunan kincir angin yang berdiri kokoh meski beberapa diantaranya sudah tidak beroperasi. "pemandangannya bagus ya mas" ucap Ziena yang baru turun dari taxi
Ia begitu takjub dengan pemandangan di depannya, bukan pemandangan dari desa ini melainkan sosok laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya yang berdiri di depannya sambil tersenyum manis menatap dirinya. "oh tuhan terima kasih engkau telah menciptakan laki-laki di depanku ini, laki-laki yang telah berhasil mengisi ruang hampa dalam hatiku dengan sikapnya yang mudah berubah-ubah, oh tuhan ciptaanmu sungguh indah" batin Ziena sambil tersenyum manis menatap sosok Dylan di depannya
"kamu ngapain senyum-senyum sendiri?" tanya Dylan
__ADS_1
"gak ada apa-apa kok mas, hanya saja pemandangan di depanku ini sungguh indah jadi aku tersenyum karena takjub" jawab Ziena yang sebenarnya tertuju pada sosok Dylan
"ayo mas kita jalan ke sana" lanjutnya sembari menarik tangan Dylan
Sepanjang perjalanan Dylan refleks menggandeng tangan Ziena. Jika dilihat-lihat cara Dylan mengandeng Ziena mirip seorang ayah menggandeng anaknya. "mas kamu kalau mau gandeng tangan aku tuh yang romantis dikit gitu loh" protes Ziena, ia begitu risih dengan cara Dylan menggandeng tangannya
"emangnya kenapa? saya gandeng tangan kamu supaya kamu gak hilang, ini juga gara-gara kamu kalau jalan kecepatan" jawab Dylan sambil menoleh ke samping kirinya
"kata siapa, saya cuman gak mau aja kamu ngerepotin saya gara-gara harus cari kamu" elak Dylan sambil memalingkan wajahnya
Ziena merangkul lengan kekar suaminya dan menyandarkan kepalanya. "kamu kalau ketahuan malu gini tambah tampan aja deh mas" ucap Ziena
"apaan sih kamu" balas Dylan
__ADS_1
"serius mas ketampanan kamu di mata aku bertambah berkali-kali lipat, aku jadi makin cinta deh sama kamu mas" jawab Ziena tanpa sadar
Sadar akan ucapan dengan buru-buru Ziena segera mengalihkan pembicaraan. "mas kita naik sepeda yuk" ucapnya mengalihkan pembicaraan dan hanya diangguki Dylan
Bukannya tak ingin menanggapi ucapan istrinya, Dylan hanya belum bisa memastikan perasaannya terhadap Ziena. "kamu kenapa menyewa satu aja sepedanya?" tanya Dylan
"biar aku diboncengin kamu aja mas, kalau aku naik sepeda sendiri nanti aku capek" jawab Ziena yang membuat Dylan mengerutkan dahinya
Melihat ekspresi yang Dylan perlihatkan membuat Ziena harus bersabar untuk menjelaskan maksudnya. "mas Dylan gak mau boncengin aku? biar kita kelihatan lebih romantis gitu loh mas kayak di film-film romantis gitu" jelas Ziena
"ya udah ayo" jawab Dylan mengiyakan permintaan istrinya, ia pikir ingin sekali-kali menyenangkan hati istrinya
Tanpa malu-malu Ziena merangkul pinggang Dylan untuk berpegangan dan menempelkan pipinya di punggung suaminya. "kamu jangan tidur ya" ucap Dylan setelah merasakan pergerakan di punggungnya
__ADS_1