Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 46


__ADS_3

Ziena masih dengan mode kekesalannya, setelah mobil Dylan sudah berhenti di depan mansion kedua orang tuanya dengan cepat Ziena keluar tanpa memperdulikan Dylan. Saat berjalan masuk Ziena melihat mertuanya sedang duduk bersantai di ruang keluarga. "assalamualaikum ma pa" salam Ziena sembari bergantian menyalami tangan mertuanya


"bagaimana kencannya? seru gak?" tanya mama Ana dengan senyum menggoda


Mendengar ucapan mama Ana membuat pipi Ziena sedikit merona meski tidak terlalu lama. Ia langsung merubah raut wajahnya kala teringat hal-hal yang ia lakukan tadi dengan Dylan. "kencan apanya orang mas Dylan di sana malah cerita tentang hubungannya sama ceweknya ma, udah kayak mendongengkan anaknya aja, panjang lebar gitu" batin Ziena dengan perasaan kesalnya kala mengingat setiap ucapan yang Dylan katakan tentang kekasihnya itu


"seru banget ma, Nana gak pernah merasakan bermalam mingguan dengan sensasi membawa pasangan" jawab Ziena dengan tertawa


Ia tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya tentang apa yang ia rasakan sekarang karena itu bisa membuat malu dirinya dihadapan mertuanya sendiri. "pasangan baru emang gitu ya ma, jadi keinget masa-masa muda kita ma" sahut papa Juna sembari menyenggol lengan mama Ana


"iya pa" balas mama Ana sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum menatap Ziena


"kalau gitu Nana mau ke atas dulu ya ma pa, mau langsung tidur aja" pamit Ziena saat melihat Dylan yang berjalan mendekat

__ADS_1


"gak makan dulu?" tanya mama Ana


"gak ma, Nana tadi udah makan" jawab Ziena dan diangguki mama Ana


Ziena langsung bergegas meninggalkan mertuanya dan berjalan masuk ke dalam kamar yang sempat ia tinggali beberapa saat setelah menikah dulu. Dari luar Dylan melihat kepergian Ziena dengan ekspresi wajah sedikit cemberut. "dia kenapa sih" batin Dylan yang melihat Ziena bergegas pergi meninggalkannya


"assalamualaikum ma pa" ucap Dylan yang baru masuk dan langsung menjatuhkan dirinya di sofa depan kedua orang tuanya


"waalaikumsalam" jawab kedua orang tuanya bersamaan


"ke atas mau tidur katanya" jawab mama Ana


"gitu aja ma, gak ada yang lain gitu" balas Dylan

__ADS_1


"iya emang gitu nak, emang kamu mau jawaban bagaimana?" balas mama Ana


"gak ada ma, kalau begitu Dylan ke atas dulu ya ma" jawab Dylan


"gak mau duduk-duduk ngobrol dulu sama papa sambil minum kopi" sahut papa Juna


"besok aja pa Dylan temenin, sekarang Dylan capek banget pa mau tidur aja" jawab Dylan


Dylan segera menyusul Ziena ke dalam kamar. Saat masuk ke dalam Dylan berpapasan dengan Ziena yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Ziena hanya menatap Dylan sekilas dan langsung pergi menuju tempat tidur, sedangkan Dylan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Dylan sempat berpikir kesalahan apa yang ia perbuat hingga membuat istri kecilnya ini mendiaminya setelah pulang dari taman tadi. "aku salah bicara apa sih sampai ia mendiami ku begini? seingat ku tadi aku dan dia baik-baik saja tapi setelah aku bercerita tentang Mela raut wajahnya memang sedikit berubah dan setelah itu saat dia menggandeng tanganku aku..." ucap Dylan yang sedikit tertahan


"ah iya aku tadi malah mengatakan jika aku tidak terbiasa menggandeng tangan wanita selain tangan Mela" lanjut Dylan sambil mengingat-ingat ucapannya

__ADS_1


"ah bodoh sekali aku ini, bagaimana bisa aku berkata seperti itu jelas-jelas hati wanita itu sensitif sekali" umpat Dylan sambil memejamkan matanya karena merasa bersalah


"tapi kenapa aku jadi peduli begini, aku kan gak boleh ada perasaan ke dia" batin Dylan sembari membuka matanya


__ADS_2