
Setelah Ziena selesai membaca surat perjanjian pernikahan itu dengan teliti. Ia menatap wajah Dylan dengan sangat lama sebelum berucap. "ini maksudnya apa?" tanya Ziena kepada Dylan
Bukan Dylan yang menjawab pertanyaan Ziena melainkan pengacara Dylan yang menjawab pertanyaan dari Ziena "tuan Dylan mengajukan surat perjanjian pernikahan ini dengan anda nona" jawab pengacara Dylan dengan sopan
"untuk apa mengajukan surat seperti ini kepadaku?" tanya Ziena lagi
"aku mengajukan surat perjanjian pernikahan ini karena kita menikah hanya karena perjodohan" jawab Dylan yang sudah mulai membuka suara
"hanya karena perjodohan?" tanya Ziena yang mulai mengerti arah pemikiran Dylan
"jadi maksudnya mas Dylan mengajukan surat perjanjian pernikahan ini karena alasan perjodohan" lanjut Ziena memperjelas maksud Dylan
"iya, lagi pula kita tidak saling mencintai bukan? aku pun sudah memiliki kekasih" jawab Dylan sambil manik matanya menatap Mela yang duduk di sampingnya
Ziena mengikuti arah tatapan Dylan. Ketika Dylan menatap Mela seketika ada rasa sesak di dada Ziena, tapi ia berusaha menyembunyikannya. "kalau begitu aku tidak akan menandatangani surat ini" ucap Ziena
Mendengar ucapan dari Ziena seketika Dylan beralih menatap Ziena dengan tatapan tajam. "kenapa?" tanya Dylan dengan dingin
"karena aku sudah mulai mencintaimu mas Dylan" batin Ziena sambil menatap manik mata hitam milik Dylan dengan dalam
__ADS_1
Ziena hanya membatin tanpa bisa mengucapkan perasaannya. "pernikahan itu bukanlah permainan jadi saya tidak akan menandatangani surat seperti ini" jawab Ziena
"apa syarat di dalam perjanjian ini masih kurang? setelah kita bercerai aku akan tetap menghidupimu, aku juga akan menguliahkan dirimu, jadi apa masih ada yang kurang?" tanya Dylan
Perkataan Dylan membuat Ziena marah. Kenapa semua selalu berpikir bahwa uang dapat menyelesaikan semuanya. Sama halnya dengan kejadian tiga tahun yang lalu saat Ziena mendapatkan uang kompensasi dari keluarga penabrak kedua orang tuanya dan itu membuat Ziena marah. Marah akan pemikiran itu, apa mereka pikir uang ini bisa menggantikan kedua orang tuanya? itulah pertanyaan Ziena untuk mereka waktu itu.
Ziena hendak berdiri untuk meninggalkan ruangan suaminya karena ia sangat muak mendengar suaminya mengajukan surat perjanjian pernikahan dengannya, tapi belum sempat ia beranjak dari duduknya dengan cepat Mela menarik tangannya dengan kasar. "cepat kamu tanda tangani surat ini" perintah Mela sambil menyuruh Ziena menandatangani surat itu secara paksa
"kamu tau kekasihku masih baik mau membiayai hidupmu setelah kalian bercerai nanti, jadi cepat kamu tanda tangani surat ini" lanjut Mela
Dengan kasar Ziena menepis tangan Mela. Ia mulai mengeluarkan aura menakutkan yang hanya ia tunjukkan pada seseorang yang ia anggap sebagai musuhnya. "kekasih? kamu tadi bilang kekasih" Ziena berucap dengan tawa yang menakutkan
"iya, Dylan adalah kekasihku dan kamu gadis kecil yang berani merebutnya dari aku" balas Mela
"kamu hanya kekasihnya sedangkan aku istri sahnya" balas Ziena sambil memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya, cincin yang sama dengan yang Dylan pakai
"kau" teriak Mela dengan kesal dan sambil menunjuk Ziena
"hei kau tak pantas menunjuk-nunjuk aku dengan jarimu itu" ucap Ziena
__ADS_1
"kau dengarkan dengan baik-baik aku adalah istri sahnya dan aku tidak akan pernah mengalah dari kamu selingkuhannya" lanjut Ziena dengan dingin dan dengan tatapan yang menusuk
Ziena beralih menatap surat perjanjian pernikahan yang berada di atas meja. Tanpa pikir panjang ia mengambil surat itu dan merobeknya di depan semua orang yang ada di dalam ruangan Dylan.
"kenapa kamu merobeknya?" tanya Dylan
"karena Ziena tidak akan pernah menandatangani surat seperti ini" jawab Ziena dengan tegas
Setelah merobeknya Ziena beralih menatap Alex yang dari tadi hanya diam berdiri di samping Dylan. "apa pak Alex sudah makan?" tanya Ziena
Alex hanya menggeleng kepalanya tanpa berucap sedikit pun. "kalau begitu makan siang ini untuk pak Alex" ucap Ziena sambil melirik bungkusan yang ia bawa tadi
Setelah mengucapkan itu Ziena berjalan keluar tanpa memperdulikan Mela yang menatapnya dengan kesal dan tatapan-tatapan bingung dari ketiga orang laki-laki di dalam.
"baru kali ini saya melihat ada seseorang yang berani dengan tuan Dylan" batin pengacara Dylan
"gue pikir marahnya bos Dylan udah paling menakutkan ternyata ada yang lebih parah" batin Alex menatap punggung Ziena yang menjauh
Dylan hanya terdiam sambil menatap kepergian Ziena. Ia masih tidak menyangka dengan kejadian yang baru saja ia saksikan.
__ADS_1