Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 57


__ADS_3

Duduk-duduk dengan memandang alam sudah menjadi kebiasaan yang Ziena lakukan sejak di tinggal pergi kedua orang tuanya. Dari kebiasaan ini bisa membuat pikiran dan hati Ziena menjadi tenang dan ia bisa mengambil suatu keputusan dengan tepat.


Sekarang ia sedang berperang dengan pikirannya setelah apa yang om Irfan katakan tadi. "aku akan mengatakan yang sejujurnya jika sudah tiba waktunya" ucap Ziena setelah final dengan pikirannya


Waktu semakin sore Ziena mengakhiri sesi kebiasaannya, jika dulu ia betah berlama-lama duduk memandang alam sekarang ia membatasi kebiasaan itu karena sekarang ia memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri bukan sebagai gadis remaja tanpa ada kewajiban.


Sekarang Ziena sedang berkutat dengan alat dapur menyiapkan masakan untuk suaminya dan setelah selesai ia lanjut membersihkan rumah dan terakhir ia membersihkan tubuhnya dan bersiap menyambut suami tercintanya di depan rumah. "wah nona habis masak ya" ucap pak satpam setelah mencium bau sedap masakan majikannya


"iya pak, seperti biasa bapak kalau lapar ambil saja" jawab Ziena yang sudah terbiasa menyuruh pekerja di rumah untuk ikut memakan masakannya


"iya nona siap" jawab pak satpam


"pak penjual sayur kalau lewat kompleks sini jam berapa?" tanya Ziena


"pagi nona biasanya jam tujuh pagi sudah lewat depan rumah kadang juga agak siangan dikit nona" jawab pak satpam


"memangnya ada apa nona menanyakan penjual sayur?" tanya pak satpam

__ADS_1


"belanja sayur pak" jawab Ziena sambil tertawa


"iya sudah saya mau pamit kembali ke pos dulu nona" pamit pak satpam dan diangguki Ziena


Selang beberapa waktu kemudian Ziena melihat pak satpam sedang mendorong pintu gerbang dan memperlihatkan sebuah mobil memasuki area rumah. "bagaimana pekerjaan mas Dylan hari ini?" tanya Ziena sambil mencium tangan suaminya


"menguras banyak pikiran" jawab Dylan yang sebenarnya tertuju pada kejadian di restoran tadi


"kalau begitu aku buatkan teh hijau ya mas" tawar Ziena


Dylan hanya berlalu pergi menuju kamar sedangkan Ziena segera membuat teh hijau ke dapur. Setelah Ziena selesai membuat teh hijau ia berjalan menuju ruang tamu dan menaruh teh hijau di atas meja sambil menunggu suaminya selesai mandi. "mana teh hijaunya?" tanya Dylan yang sudah duduk di samping Ziena


"aku sudah masak mas" balas Ziena


"oh"


"mas aku mau bicara sesuatu" ucap Ziena

__ADS_1


"mau bicara apa?" tanya Dylan


Dipikiran Dylan sekarang Ziena akan bicara tentang laki-laki yang tadi bersamanya atau membahas tentang hubungan Ziena dan Ricko tapi nyatanya semua itu salah. "aku mau kuliah" jawab Ziena


"di mana?" tanya Dylan


"di universitas ini dan jurusan ini" jawab Ziena sambil memperlihatkan brosur yang pernah Rista berikan kepadanya


"kenapa gak di universitas lainnya?" tanya Dylan


"aku maunya di universitas ini mas, lagian aku juga sudah daftar kok" jawab Ziena


"oh jadi kamu udah daftar dan baru memberi tahu aku Sekarang" ucap Dylan yang sedikit kesal karena Ziena seperti bertindak sesuka hatinya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada dirinya yang notabenenya adalah suami Ziena


"maaf mas" balas Ziena yang merasa bersalah


"lain kali jangan kamu ulangi lagi, kamu tahukan sebagai suami istri kita harus saling terbuka dan jujur" jawab Dylan yang emosinya mulai mereda tapi jangan salah emosi hatinya masih berapi-api bila mengingat kejadian di restoran tadi

__ADS_1


"iya mas maaf lain kali aku gak akan ulangi lagi" balas Ziena


"ingat harus saling terbuka dan jujur" ucap Dylan sekali lagi seperti menyuruh Ziena untuk selalu jujur dan terbuka terhadapnya tanpa mau introspeksi dengan dirinya sendiri


__ADS_2