Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 90


__ADS_3

Hari Sabtu ini Ziena berencana untuk tinggal sehari di mansion miliknya. Setelah mendapat kabar dari Alex bahwa suaminya akan pulang bila pekerjaan di Moskow sudah selesai ia langsung memutuskan akan menghabiskan akhir pekan di kediamannya sendiri. Ziena juga tidak lupa memberi tahu mertuannya takut-takut jika mereka tiba-tiba datang berkunjung. "Bu Inah saya pergi dulu ya" ucap Ziena sambil berpamitan kepada wanita paruh baya ini


"iya non, nona pulang kapan?" tanya Bu Inah


"Minggu siang saya pulang Bu" jawab Ziena


"ya sudah hati-hati nona"


Setelah berpamitan Ziena segera bergegas ke depan rumah karena sopirnya sudah menunggu dari tadi. Hari ini Ziena tidak ada jadwal kuliah jadi ia bisa sedikit bersantai saat bersiap-siap tadi. "pak nanti mampir ke toko kue dulu ya" ucap Ziena


"baik nona"


Beberapa hari ini suasana hati Ziena sedikit membaik. Setelah bercerita dengan Ricko pikirannya sedikit terbuka tidak monoton memikirkan masalah pribadinya saja. "pak tolong ikut saya masuk ke dalam" perintah Ziena


Sopir pribadinya hanya mematuhi setiap perintah dari majikannya. Ia berjalan di belakang Ziena. "mbak saya mau beli semua kue ini" ucap Ziena kepada pelayan toko sambil menunjuk deretan kue yang ia beli


Beberapa pelayan yang mendengar sedikit terkejut. Mereka berpikir bahwa pendengaran mereka sedikit salah namun ketika Ziena mengulangi ucapannya mereka baru percaya bahwa tidak ada yang salah dengan pendengaran mereka. "semuanya mbak?" tanya pelayan toko memastikan


"iya mbak saya beli semuanya" jawab Ziena


Sambil menunggu kue yang ia pesan selesai dibungkus, Ziena duduk sebentar di kursi yang di sediakan di dekat kasir. "hallo" sapa seorang wanita sambil menepuk pelan pundak Ziena


Ziena yang awalnya sedang berbicara dengan sopirnya tiba-tiba mengalihkan pandangannya menatap seseorang yang menyapa sekaligus menepuk pelan pundaknya. "I-iya hallo" balas Ziena


"kamu Ziena istrinya Dylan Angkasa" ucap Dina yang kebetulan melihat Ziena di toko ini


"iya"


"maaf anda ini siapa?" tanya Ziena dengan wajah bingungnya


Dina tertawa renyah melihat ekspresi bingung Ziena. "perkenalkan nama saya Dina, saya teman SMA-nya Dylan dan juga Alex sekertaris pribadinya" ucap Dina memperkenalkan diri


Ziena mengangguk paham kemudian mereka sedikit berbincang sebentar sambil Ziena menunggu pesanannya selesai dibungkus. "saya permisi dulu ya mbak" ucap Ziena setelah pelayan toko selesai membungkus pesanannya


"iya, terima kasih waktunya, lain waktu kita sambung lagi" balas Dina dengan senyum di akhir kalimatnya

__ADS_1


Setelah mobil yang Ziena tumpangi mulai menjauh barulah Dina menyalakan mesin mobilnya. "gak habis pikir aku sama Dylan bisa-bisanya dia mempermainkan istrinya"


"padahal di bayangan aku istrinya Dylan itu adalah wanita yang sedikit jadul makanya Dylan gak mau kenalin ke teman-teman ternyata aslinya adalah seorang gadis muda yang cantik, baik, anggun dan elegan, tapi kenapa malah dipermainkan sama Dylan" batin Dina


...*****...


"terima kasih nona atas kuenya" ucap para pelayan


Ziena tersenyum hangat. "sama-sama" jawabnya


"kalau begitu kami permisi dulu nona mau melanjutkan pekerjaan kami" ucap para pelayan


Ziena menganggukkan kepala tanda mengiyakan ucapan mereka. Sambil menunggu Dea datang Ziena menyempatkan diri masuk ke ruang kerjanya yang sudah lama tidak ia tempati. "kenapa aku tiba-tiba jadi kangen masa-masa dulu?" tanyanya sambil terus menyusuri setiap sudut


Ziena berhenti di salah satu rak buku yang ia isi dengan beberapa koleksi foto-fotonya. Di sana terdapat fotonya bersama kedua orang tuanya, sahabatnya, bersama Ricko dan satu fotonya bersama Om Irfan. "aku sampai lupa pernah berfoto dengan Om Irfan"


"kalau tidak salah foto ini diambil waktu aku berumur sebelas tahun dan Om Irfan dua puluh tahun" ucapnya mengingat-ingat kembali memori lamanya


Ziena tersenyum saat kembali mengingat memori lamanya. Ia kembali mengingat bagaimana pertemuan awal antara dia dan orang-orang yang ada di setiap foto yang Ziena pajang. Di antara semua foto yang Ziena pajang hanya fotonya bersama Om Irfan yang menggunakan bingkai foto berbeda. Bingkai dengan warna putih pilihan Om Irfan sendiri.


tok tok tok


Ziena menaruh kembali foto yang ia pegang dan segera menemui sahabatnya di bawah. "loh Rista juga datang"


"iya zie diajakin Dea"


Ziena menghampiri kedua sahabatnya. "Mila gak ikut?"


"dia lagi bantu mengerjakan PR-nya Adimas" jawab Dea


"jadi guru private dia sekarang" sahut Rista


Kemudian Ziena mengajak kedua sahabatnya masuk ke ruang tengah. Mereka menikmati kue yang Ziena beli tadi sambil bercerita tentang awal-awal Ospek mereka. "zie besok kamu masih di sini atau balik pulang ke rumah suamimu?" tanya Rista


"kalau pagi aku masih di sini tapi kalau siang aku sudah balik pulang"

__ADS_1


"yah aku pikir kamu masih di sini sampai sore" ucap Rista sambil menghela nafas


"memangnya ada apa Ris?" tanya Ziena


"aku besok di rumah sendirian jadi rencananya mau main ke sini lagi"


"ke rumah aku aja Ris" sahut Dea


"rumah kamu jauh Dea, yang paling dekat sama rumah aku ya rumahnya Ziena"


"bagaimana kalau aku aja yang ke rumah kamu" tawar Dea kepada Rista


Rista mengangguk tanda setuju dengan tawaran Dea. "tapi maaf besok aku gak bisa ikut gabung sama kalian" ucap Ziena


"gak apa-apa kok Zie"


Saat mereka sedang asyik bercanda tiba-tiba dari arah belakang datang Ricko yang baru pulang dari kantor. Ia berjalan melewati kedua sahabat Ziena. Ricko berjalan mendekati Ziena dan tak lupa sedikit mengacak-acak rambut berponi milik Ziena. "KAK RICKO!" teriak Ziena menggelegar


"apa Nana sayang" jawab Ricko dengan senyum menggoda


Entah Ricko sadar atau tidak jika di samping masih terdapat dua orang wanita yang menonton aksi jahilnya. "kau kenapa tiba-tiba datang dan mengacak-acak rambutku hah" ucap Ziena dengan kesal


"kamu kenapa baru kali ini menginap di sini?" tanya Ricko


Saat mendengar kabar bahwa Ziena akan menginap di mansion membuat hati Ricko bahagia. Ia merasa senang akhirnya Ziena kembali tinggal di mansion ini walaupun hanya sehari saja. Baginya sehari sudah sangat berharga sebab ia bisa kembali mengenang masa-masa indah dulu bersama wanita yang sudah sekian lama ia cintai.


Bila ditanya apakah Ricko masih mencintai Ziena maka jawabannya adalah iya. Ia masih sangat mencintai wanita ini meski perasaannya tidak akan terbalas sebab Ziena sudah memilih kepada siapa hatinya berlabuh. Ricko juga sudah mulai membuka kembali hatinya untuk wanita lain meski terkadang ia berekspektasi masih bisa memiliki Ziena dan suatu saat nanti perasaan cintanya akan terbalaskan meski realitanya itu mustahil. "mandi sana bau mu tidak enak" usir Ziena


Setelah Ricko pergi kedua sahabatnya menatap Ziena seakan penuh tanya. "dia siapa kamu zie?" tanya Rista


"dia kakak aku"


"kamu kan anak tunggal zie" sahut Dea


"dia itu keponakannya Om Irfan dan kebetulan dia sudah lama tinggal di sini, jadi aku sudah menganggapnya sebagai kakak aku sendiri" jelas Ziena

__ADS_1


"tapi kok dekat banget sama kamu" ucap Rista


"namanya juga kakak adik" balas Ziena


__ADS_2