Pesta Di Masa Depan

Pesta Di Masa Depan
BAB 5


__ADS_3

"Dylan kenapa baru diangkat telpon mama" bentak mama Ana dari telepon


"Dylan habis meeting ma" jawab Dylan bohong


"gak usah bohong kamu Dylan" jawab mama Ana dengan cepat


"Dylan gak bohong ma" jawab Dylan


"ke mana kamu kemarin malam kok gak pulang?" tanya mama Ana


"kemarin pacar Dylan sakit ma, jadi Dylan antar ke rumah sakit" jawab Dylan


"alasan kamu" jawab mama Ana


"alasan gimana sih ma" jawab Dylan kesal


"mama sudah bilangkan Dylan kalo malam kita akan pergi ke rumah temen mama" jelas mama Ana


"terus kenapa kamu gak pulang" lanjut mama Ana


"Dylan anter pacar Dylan ke rumah sakit ma" jawab Dylan ketus


"kamu itu bikin malu mama Dylan, gara-gara kamu gak pulang kemarin mama sama papa batalin pertemuan kita" ucap mama Ana


"udah lah ma Dylan sibuk" jawab Dylan dan langsung memutus sambungan telpon sepihak


"Dylan Dylan mama belum selesai bicara" teriak mama Ana sambil menatap layar ponselnya


"kenapa ma?" tanya papa Juna yang baru datang


"Dylan pa" jawab mama Ana sambil meneteskan air mata


"huft" papa Juna hanya menghela nafas kasar


"sudah ma jangan sedih" ucap lembut papa Juna sambil mengelus punggung istrinya


"kita harus melakukan sesuatu ma" lanjut papa Juna


"melakukan apa pa?" tanya mama ana


"kita akan tetap menjodohkan Dylan dengan Nana ma" jawab papa Juna


"iya mama juga setuju, tapi bagaimana dengan Dylan pa" jawab mama Ana


"mama gak usah bingung, Dylan pasti mau menikah dengan Nana ma" jawab papa Juna dengan yakin


"maksudnya pa?" tanya mama Ana


"ma selama ini papa menyuruh seseorang untuk memperhatikan dan melindungi Nana" ucap papa Juna


"maksud papa bagaimana?" tanya mama Ana tambah bingung


"diam-diam papa mengirim seseorang untuk menjaga Nana, Nana itu berhati baik dan lembut ma" jawab papa Juna


"papa percaya Nana akan merubah Dylan menjadi lebih baik ma dan cinta akan tumbuh diantara mereka, papa sangat percaya itu ma" lanjut papa Juna dengan yakin

__ADS_1


"mama terharu pa" jawab mama ana


"mama terharu kenapa?" tanya papa Juna


"ricko dan Alida pasti senang pa kita akan melanjutkan perjodohan ini dan mama terharu ternyata papa sudah melakukan hal yang baik untuk Nana, mama yakin pa ricko dan Alida pasti bahagia di sana" jawab mama Ana


"papa sudah janji ma sama almarhum ricko kalo papa akan menjaga Nana anaknya seperti anak papa, meskipun bukan papa langsung yang menjaganya melainkan melalui orang lain" jelas papa Juna


"dan kita akan melanjutkan perjodohan ini ma, kita akan melanjutkan perjodohan ini sebagaimana yang telah kita buat dengan almarhum ricko dan istrinya" lanjut papa Juna


"lalu kita harus bagaimana sekarang pa?" tanya mama ana


"nanti malam kita akan datang ke rumah Nana untuk membahas perjodohan ini" jawab papa Juna


"tapi Dylan gak akan datang pa" jawab mama ana


"kita yang akan datang ke sana ma" jawab papa Juna


"baiklah pa" jawab mama Ana sambil memeluk suaminya


Di dalam ruangan Dylan tidak bisa fokus bekerja karena terus mengingat pembicaraannya dengan mama Ana di telpon tadi.


"apa-apaan sih mama, bisa-bisa bicara kayak gitu sama anak sendiri" gumam Dylan sambil melempar bolpoin


Alex yang baru masuk ke ruangan Dylan langsung menangkap bolpoin yang Dylan lempar. "hey bro apa-apaan sih lempar-lempar bolpoin ke gue" gerutu Alex


"hmm" jawab Dylan


"sekarang jam makan siang kita makan di luar yuk" ajak Alex


"untuk bos gue" batin Alex sambil mengelus-elus dadanya


Di perjalanan Dylan tampak diam. Alex yang melihat Dylan diam tau jika sahabatnya ini sedang ada masalah.


"Lo kenapa diem aja bro?" tanya Alex memecah keheningan di dalam mobil


"Lo lagi ada masalah" lanjut Alex


"hmm" jawab Dylan


"cerita aja bro kalo ada masalah" jawab Alex


"gue bingung" ucap Dylan


"hah bingung" jawab Alex yang tampak heran dengan ucapan Dylan


"mama gue mau jodohin gue" jawab Dylan


"lah ya bagus lah bro" jawab Alex


"bagus gimana maksudmu?" tanya Dylan menatap tajam Alex


"bentar bro kita udah Sampek, kita lanjutin ngombrolnya di dalam sambil makan" ucap Alex


Dylan berjalan keluar diikuti Alex. "jadi gimana tadi bro?" tanya Alex yang baru duduk

__ADS_1


"mama gue jodohin gue" jawab Dylan ketus


"santai aja bro kalo ngomong kek cewek lagi PMS aja" jawab Alex


"menurut gue sih bagus bro kalo Tante jodohin Lo" lanjut Alex


"bagus apanya" jawab Dylan


"Tante tuh pengen Lo cepet nikah Lan, lagian umur Lo udah cukup banget buat nikah" lanjut Alex


"kalo umur gue udah cukup terus apa kabar sama Lo yang sama-sama umurnya udah cukup" jawab Dylan ketus


"lah gue kan sekertaris Lo, dimana-mana bosnya dulu yang nikah baru pegawainya" jawab Alex


"alasan, bilang aja Lo gak punya calonnya iya kan" jawab Dylan


"ya gimana ada calon orang gue kemana-mana juga sama Lo Lan, jadi ya gak ada waktu buat nyari calonnya lah" bela Alex


"tau Lex pusing gue" ucap Dylan


"ngapain pusing sih?" tanya Alex


"gue masih pusing masalah mama gue" jawab Dylan


"gak usah pusing Lan turutin aja kemauan tante" Jawab Alex


"toh kemauan tante emang baik kok" lanjut Alex


"baik dari mananya Lex" jawab Dylan dengan ketus


"gue di jodohin Lex bukan nyari sendiri yang bener-bener gue cintai dan sekarang tuh bukan jamannya Siti nur baya yang pakek acara jodoh-jodohin" lanjut Dylan


"Lan semua orang tua pasti pengen yang terbaik buat anaknya" jawab Alex


"yang terbaik? kalo orang tua pengen yang terbaik buat anaknya seharusnya mereka tau kalo gue gak mau dijodohin apalagi gue udah punya Mela" jawab Dylan


"gue tanya sama Lo, om sama tante merestui hubungan Lo sama Mela gak?" tanya Alex dan Dylan hanya menggeleng.


"Lo pernah denger gak Lan, kata orang kalo hubungan kita gak direstui orang tua pasti bakal ada aja masalah yang Dateng bertubi-tubi di dalam hubungan itu" jelas Alex


"gak usah jauh-jauh, Lo tau kakak perempuan gue kan?" tanya Alex


"iya gue tau" jawab Dylan


"kakak gue nikah sama mantan suaminya itu tanpa restu dari mama gue Lan" ucap Alex


"dulu waktu kakak gue mutusin nikah sama mantan suaminya mama gue nolak tapi Kakak gue tetep kekeh kalo dia pengen nikah sama mantan suaminya akhirnya mereka nikah tanpa restu dari mama gue, setelah nikah beberapa bulan kemudian kakak gue mergokin mantan suaminya selingkuh dan setelah itu kakak gue pulang nangis-nangis minta maaf sama mama gue Lan" lanjut Alex


"gue bener-bener gak nyangka sama mantan suaminya kakak Lo Lex" jawab dylan


"gue awalnya juga gak nyangka Lan tapi setelah gue lihat langsung kelakuan mantan suami kakak gue akhirnya gue percaya" jawab Alex


"serius Lo ngelihat kelakuan mantan suami kakak Lo?" tanya Dylan dan Alex hanya menganggukkan kepalanya


"batin orang tua gak pernah salah Lan apalagi orang tua perempuan" ucap Alex dengan memegang pundak Dylan

__ADS_1


__ADS_2